Musik merupakan bagian intergral dari gereja. Musik bahkan memegang peran penting dalam peribadahan sejak zaman Perjanjian Lama yaitu menjadi sarana yang memperjumpakan umat dengan Allah. Akan tetapi, sebagaimana yang dikatakan Jeremy S. Begbie, musik sebagai dunia audio belum mendapat perhatian dalam berteologi, khususnya dalam memahami doktrin Trinitas. Bagi Begbie, fenomena nada dan trinada dalam musik mampu menjelaskan doktrin Trinitas dengan baik dibandingkan dengan objek-objek visual. Pemahaman inilah yang akan dianalisis melalui tulisan ini untuk menemukan bagaimana cara musik menjelaskan doktrin Trinitas. Metode yang digunakan ialah metode penelitian kualitatif dengan bantuan studi pustaka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, hasil yang didapatkan ialah: 1) Satu nada telah merepresentasikan akord; 2) Akord merupakan gabungan tiga nada (trinada atau triad) yang dibunyikan dalam ruang dan waktu yang sama; 3) Setiap nada penyusun akord memiliki sifat dan karakteristik masing-masing; 4) Ketiga nada yang berbeda akan saling beresonansi, menghasilkan satu karakter bunyi, bersatu tetapi bunyi setiap nada tetap dapat didengarkan. Menggunakan fenomena musikal tersebut untuk menjelaskan doktrin Trinitas disimpulkan bahwa nada dan Trinada dapat menjadi analogi Allah Trinitas. Allah Trinitas yaitu tiga pribadi yang bersatu dalam satu hakekat sama seperti satu bunyi nada dan akord yang dihasilkan oleh gabungan tiga nada yang berbeda.