Eko-teologi merupakan salah satu kajian teologi yang menempatkan lingkungan sebagai lokusnya. Kajian ini muncul sebagai salah satu bentuk keprihatinan teologi terhadap krisis lingkungan yang terjadi saat ini. Pemahaman teologi tentang lingkungan dapat juga dibangun dari perspektif musik sebagai bagian dari ibadah gereja. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk membangun eko-teologi dari perspektif musik. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kualitatif dengan menggunakan teknik studi pustaka untuk mengumpulkan data-data penelitian. Setelah melakukan penelitian, hasil yang didapatkan diantaranya, (1) unsur utama dari musik ialah bunyi, (2) musik diciptakan oleh seorang komponis dengan berbagai macam jenis dan kekayaan bunyi yang menghasilkan harmoni, (3) berdasarkan Kejadian 1, dunia diciptakan Allah dengan unsur-unsur yang berbeda, (4) manusia adalah mandataris yakni sebagai penguasa dan penakluk alam semesta. Hasil-hasil tersebut kemudian disimpulkan bahwa penciptaan dunia ini memiliki kesamaa dengan penciptaan musik sebagai dunia audio yaitu diciptakan dengan unsur-unsur yang berbeda. Allah adalah komponis dan manusia sebagai musisi yang diberikan mandat untuk menyajikan karya Allah. Dalam penyajian itu, manusia harus mempertahankan orisinalitas karya Allah.
Copyrights © 2024