Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMBERDAYAAN DAN PELATIHAN WILLIAMS FLEXION EXERCISES DALAM PENURUNAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA KADER KESEHATAN Fahri, Ana Mustafiyah; Oktaviani, Vernanda; Asyhari, Atge Oktoreza
Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia Vol 3 No 02 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Fisioterapi dan Kesehatan Indonesia
Publisher : IFI cabang Kota Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59946/jpmfki.2024.367

Abstract

Abstrak Latar belakang: Nyeri Punggung Bawah (NPB) merupakan yang sering dialami masyarakat dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu metode latihan yang dapat diberikan yaitu Williams Flexion Exercises. Data kementerian kesehatan republik indonesia prevalensi NPB di Indonesia sebesar 18%. Prevalensi NPB meningkat sesuai dengan bertambahnya usia dan paling sering terjadi pada usia dekade tengah dan awal dekade empat.Penyebab NPB sebagian besar (85%) adalah non spesifik, akibat kelainan pada jaringan lunak, berupa cedera otot, ligamen, spasme atau keletihan otot. Metode Pendeketan: Salah satu upaya untuk menurunkan nyeri penggung bawah, maka dilaksanakannya Pemberdayaan dan Pelatihan Williams Flexion Exercises Dalam Penurunan Nyeri Punggung Bawah Pada Kader Kesehatan. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan skill kader kesehatan serta masyarakat tentang latihan sederhana yaitu Williams Flexion Exercise untuk mengurangi nyeri punggung bawah. Manfaat: Pengetahuan dan skill kader kesehatan serta masyarakat tentang latihan sederhana yaitu Williams Flexion Exercise untuk mengurangi nyeri punggung bawah. Tempat dan Waktu: Di Desa Tohudan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah pada bulan Mei sampai Agustus 2024. Luaran Target: Para Kader kesehatan di Desa Tohudan diharapkan mampu melakukan pemberdayaan dan pelatihan Williams Flexion Exercises dalam penurunan nyeri punggung bawah serta menerapkan kepada masyarakat. Katakunci: Nyeri Punggung Bawah, Williams Flexion Exercises
Comparison of the Effects of Zig-Zag Run and Shuttle Run Exercises on Agility in Futsal Players Fahri, Ana Mustafiyah; Oktaviani, Vernanda; Asyhari, Atge Oktoreza
Indonesian Journal of Medicine Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Masters Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/theijmed.2024.9.4.828

Abstract

Background: Futsal players really need agility so that they can improve their performance and get maximum results as well as improve the body's physiological systems and functions. Physiotherapy plays a role in efforts to improve player achievement by optimizing physical capacity and functional abilities so that maximum achievement is achieved. Agility exercises that can be used to improve agility are obstacle runs, zig-zag runs, and shuttle runs. The purpose of this study is to find out which has a greater effect between the addition of zig-zag run and shuttle run exercises on the agility of futsal players.Subjects and method: This was an experimental study to compare the effect of zig-zag run and shuttle run on agility. 30 futsal players aged 18-23 years were divided into two groups, i.e. zig-zag run and shuttle run, randomly. The dependent variable was agility. The independent variables were zig-zag run and shuttle run. Difference of agility score before and after intervention between groups was tested using independent t-test.Results: There was no difference of agility level between zig-zag run (Mean= 10.06; SD= 0.49) and shuttle run (Mean= 10.02; SD= 0.74) groups before intervention, p= 0.315. After intervention, there was a slight difference of agility level between zig-zag run (Mean= 9.77; SD= 0.43) and shuttle run (Mean= 9.73; SD= 0.74) groups, and it was marginally significant (p= 0.052). Conclusion: After intervention, there is a slight difference of agility level between zig-zag run and shuttle run groups, and it is marginally significant.
PENGARUH LATIHAN KEKUATAN DAN KECEPATAN GERAK OTOT TUNGKAI DENGAN DEPTH JUMP DAN COUNTERMOVEMENT JUMP TERHADAP PERFORMA VERTICAL JUMP PADA MAHASISWA Oktaviani, Vernanda; Asyhari, Atge Oktoreza; Fahri, Ana Mustafiyah
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.31667

Abstract

Kemampuan biomotor menentukan apakah latihan atau gerakan yang dilakukan bersifat fungsional dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kekuatan dan kecepatan merupakan kemampuan biomotor yang penting pada penampilan atletik, kombinasi antara kekuatan dan kecepatan dapat menghasilkan power. Latihan plyometric dengan metode depth jump dan coutermovement jump dikenal efektif untuk peningkatan kekuatan dan kecepatan secara lebih seimbang tanpa efek cidera yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besar pengaruh latihan kekuatan dan kecepatan gerak otot tungkai dengan depth jump maupun countermovement jump serta latihan yang lebih berpengaruh antara depth jump dan countermovement jump terhadap performa vertical jump pada mahasiswa. Penelitian menggunakan metode experimental dengan desain two group pre test and post tes design with randomisation. Penelitian dilakukan selama 6 minggu pada 2 kelompok yang berbeda yaitu, pada kelompok 1 diberikan latihan depth jump sedang kelompok 2 diberikan latihan countermovement jump. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Vertical Jump Test (VJT) pada sebelum dan setelah perlakuan. Pada uji Paired Sample T-Test untuk pre test dan post test kelompok I didapatkan hasil p = 0,000 dan untuk kelompok II didapatkan hasil p = 0,002. Pada selisih mean performa vertical jump sebelum dan setelah latihan menunjukan bahwa depth jump lebih besar daripada countermovement jump. Latihan kekuatan dan kecepatan gerak otot tungkai dengan depth jump dan countermovement jump berpengaruh terhadap performa vertical jump pada mahasiswa. latihan depth jump lebih besar pengaruhnya dibandingkan dengan latihan countermovement jump terhadap performa vertical jump pada mahasiswa.
Pengaruh Elastic Band Exercise terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Lansia Oktaviani, Vernanda; Fahri, Ana Mustafiyah; Asyhari, Atge Oktoreza; Kusumawati, Yoni Rustiana
Jurnal Terapi Wicara dan Bahasa Vol. 4 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59686/jtwb.v4i1.221

Abstract

Background: High blood pressure or commonly known as hypertension is a non-curable disease characterized by systolic pressure ≥140 mmHg and diastolic pressure ≥90 mmHg. Exercise is a non-pharmacological treatment that has a significant effect in lowering blood pressure and exercise can be done by anyone because it is easy. Physiotherapy plays a role in providing elastic band exercise (EBE) which is one of the exercises that can improve muscle strength, body composition, and cardiovascular fitness in the elderly. When someone does exercise, there is a decrease in activity in the sympathetic nerves and the parasympathetic nerves experience an increase in activity, which causes the body to automatically respond to a decrease in blood pressure. Objectives: To determine the effect of elastic band exercise on lowering blood pressure in the elderly. Methods: The subjects in this study were 30 members of the Elderly Posyandu (Poslan) in Tohudan Hamlet, Colomadu Karanganyar. The inclusion criteria in this study are as follows: (1) subjects aged 60-79 years (2) hypertension with systolic pressure ≥140 mmHg and/or diastolic pressure ≥90 mmHg, (3) communicate well and are able to follow the instructions given (4) willing to participate in the study by signing an informed consent. This study is a pre-experimental study, the research design uses a one group pre-post test design, namely one group of elderly people who will be given treatment in the form of elastic band exercise. Results: The results of the difference in the effect of pre-test and post-test on research subjects using the Wilcoxon Test obtained results for systole p = 0.00 (p <0.05) and diastole p = 0.00 (p <0.05). This shows the influence of research subjects on reducing blood pressure in the elderly. Conclusion: Providing elastic band exercise has an effect on reducing blood pressure in the elderly. Keywords: Elastic band exercise, Blood pressure, Elderly, Hypertension.
PENYULUHAN DAN PELATIHAN SENAM LANSIA KEPADA KADER DAN MASYARAKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA Vernanda, Verna; Fahri, Ana Mustafiyah; Asyhari, Atge Oktoreza; Kusuma, Yoni Rustiana
Plenary Health : Jurnal Kesehatan Paripurna Vol. 2 No. 3 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/plenaryhealth.v2i3.1498

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan utama yang sering dialami oleh lansia dan merupakan penyakit yang sering kali tidak disadari keberadaannya. Jika seseorang memiliki tekanan darah di atas 140/90 mmHg maka digolongkan mengalami hipertensi. Hipertensi merupakan  permasalahan  yang  di  hadapi  oleh  para  lansia di Desa Tohudan. Untuk  mengatasi  permasalahan  tersebut, pemberian  senam lansia merupakan  cara  yang  tepat. Senam lansia sangat penting dalam menjaga tubuh lanjut usia terutama untuk hidup yang aktif, produktif dan bermanfaat melalui peningkatan aktivitas metabolisme tubuh serta kebutuhan oksigen. Senam yang dilakukan secara rutin dapat membantu menghindari penyakit kronis, seperti hipertensi. Metode Pendekatan: Penyuluhan dan pelatihan pemberian senam lansia dalam penurunan tekanan darah lansia pada kader posyandu dan masyarakat Desa Tohudan. Tujuan: Memberikan edukasi kepada kader posyandu dan Masyarakat tentang senam lansia dalam penurunan tekanan darah pada lansia. Manfaat: Masyarakat paham dan mampu menangani permasalahan tekanan darah lansia menggunakan senam lansia sehingga dapat meningkatkan kemampuan fungsional dan produktifitas kesehariannya. Tempat dan Waktu: Di Desa Tohudan Kecamatan Colomadu Kabupaten Karanganyar Provinsi Jawa Tengah pada bulan Juli s/d Agustus 2025. Target Luaran: Para Kader posyandu di Desa Tohudan diharapkan mampu memberikan senam lansia dalam penurunan tekanan darah lansia.