Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Development of a Local Food-Based MPASI Kitchen Integrated with the Golden1000 Application to Enhance Skills of Cadres and Mothers of Infants Aged 6-12 Months in Stunting Prevention Sagita Imaniar, Melsa; Herdiani , Ida; Fitri , Sulidar; Reva Dewari, Ayu Dyah
SPEKTA (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Teknologi dan Aplikasi) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/spekta.v5i2.11690

Abstract

Background : Bungursari Health Center led stunting cases in Tasikmalaya City in 2022 due to low exclusive breastfeeding rates and poor complementary feeding practices. This study addressed these issues through PMBA training, the Golden1000 app, and posyandu kitchen development. Contribution : PMBA training improved knowledge and skills in baby food preparation, promoted the Golden1000 app for 1000 HPK education, and fostered entrepreneurial posyandu kitchens. Metode : Training covered complementary food preparation, Golden1000 app use, and posyandu kitchen development. Results : The training and Golden1000 app usage improved knowledge and skills, leading to the formation of a posyandu kitchen. Conclusion : The program enhanced complementary food preparation skills and established a lasting posyandu kitchen initiative.
LITERATUR REVIEW : PENGARUH KONSUMSI KALDU AYAM KAMPUNG TERHADAP TINGGI BADAN ANAK USIA 12-24 TAHUN Sagita Imaniar, Melsa; Kurniawati, Ade; Nurdianti, Dewi; Susilawati, Sri; Patimah, Meti
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan Umtas
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/7x4cbq63

Abstract

https://docs.google.com/document/d/1aHelELbtGWT64n749vbRY30ztJf-qLO3/edit?usp=sharing&ouid=113216371219203210037&rtpof=true&sd=true
MODEL KONSEPTUAL MPASI LOKAL KALDU DAN GADON BERBASIS KEARIFAN BUDAYA SUNDA SEBAGAI INOVASI PANGAN ANAK DI KAWALU, TASIKMALAYA Sagita Imaniar, Melsa; Kurniawati, Ade; Nurdianti, Dewi
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v9i2.7264

Abstract

Stunting masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, termasuk di Kota Tasikmalaya, yang berkaitan erat dengan praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang belum optimal. Sementara itu, masyarakat indonesia memiliki kekayaan budaya pangan lokal yang diwariskan turun-temurun, seperti kaldu dan gadon, yang berpotensi menjadi sumber gizi anak berbasis bahan alami, mudah diakses, dan konstektual dengan budaya. Pemahaman terhadap nilai budaya dan praktik tradisional ini penting sebagai dasar pengembangan inovasi MPASI lokal yang aman, bergizi, dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menjelaskan makna, praktik, dan nilai budaya pemberian MPASI lokal (kaldu dan gadon) di masyarakat Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, serta merumuskan model konseptual pemberian MPASI berbasis kearifan lokal sebagai dasar penelitian lanjutan mengenai komposisi gizi dan keamanan pangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualilatif deskriptif dengan rancangan etnografi mini. Informan terdiri dari ibu balita, nenek, bidan, kader posyandu, pelaku UMKM pangan, nutrisionis (n=25). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, FGD, observasi partisipatif, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan secara tematik menggunakan langkah Braun dan Clarke dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil menunjukkan lima tema utama: (1) MPASI sebagai warisan budaya dan simbol kasih sayang; (2) pengetahuan gizi berbasis pengalaman; (3) adaftasi tradisi dan modernitas dalam pembuatan kaldu dan gadon; (4) faktor pendukung dan penghambat keberlanjutan tradisi; serta (5) nilai budaya sebagai peluang inovasi pangan lokal. Tradisi ini berpotensi menjadi dasar pengembangan MPASI Gadon Terstandar untuk pencegahan stunting melalui kolaborasi bidan, kader, dan UMKM berbasis kearifan budaya.