Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Literatur: Faktor Risiko dan Strategi Pengendalian Fasciolosis di Indonesia Charisma, Acivrida Mega; Ekawasti, Fitrine; Wahyuningrum, Arina; Naisali, Walburga F. F.; Syawaludin, Moch. Fardha; Auralya, Theresia Feby; Vebiayanti, Saski Dwi; Maisaroh, Maisaroh; Rukmana, Dinda Herdiana; Alfani, Moh.; Afkarina, Zida Kamalia
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v12i2.19337

Abstract

Fasciola hepatica is the main species found infecting livestock. Fasciolosis is a significant animal health and public health problem, causing major economic losses. Epidemiological studies of fasciolosis in dairy cattle in Indonesia are still few and existing reports only focus on prevalence. Fasciolosis is an endemic parasitic disease in Indonesia and causes considerable economic losses. Efforts that can be made to prevent disease are vector eradication, namely eradicating snails through biological means, for example by raising ducks. Raising ducks biologically can reduce the worm population. Several simple techniques for controlling worm infections in cattle can be done by regulating feeding, timing grass cutting and making compost to break the life cycle of Fasciola sp. In general, dairy cattle in Indonesia are raised more intensively compared to beef cattle farms, which explains the difference in prevalence rates. In intensive farming systems, animals are housed permanently, limiting their exposure to parasite-contaminated grass compared to pastured animals.
Edukasi Penerapan Hidup Bersih Sehat (PHBS) di Lingkungan Sekolah Dasar Untuk Pencegahan Kecacingan Pada Siswa SD X Charisma, Acivrida Mega; Adinda, Hilda; Auralya, Theresia Feby; Solikhah, Ferdina Amalia
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 4 (2025): Edisi Oktober - Desember
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i4.7280

Abstract

Kecacingan masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan pada anak usia sekolah dasar di Indonesia, yang umumnya disebabkan oleh rendahnya perilaku hidup bersih dan sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam pencegahan kecacingan. Metode yang digunakan meliputi edukasi partisipatif melalui ceramah interaktif, demonstrasi, praktik langsung, dan permainan edukatif, dengan 50 siswa kelas III–V sebagai peserta. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan kategori pengetahuan baik dari 20% menjadi 90% dan rata-rata skor dari 65,4 menjadi 88,7. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa dan diharapkan dapat mendorong penerapan PHBS secara berkelanjutan di sekolah untuk menurunkan angka kejadian kecacingan.