Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

LEGONG DANCE CREATION OF ARAS KEMBANG WINDHU: AN EXPLORATION OF THE PHILOSOPHY OF TUKAD BINDU HISTORY Kadek Diah Pramanasari
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v3i2.525

Abstract

Purpose: Legong Kreasi Aras Kembang Windhu is an artwork inspired by the mythology surrounding Tukad Bindu. This stream is considered a symbol of the greatness of the creator, representing tenderness in maintaining the purity, cleanliness, and sustainability of water sources as the breath of life. The purpose of this work is to unite aesthetic creativity and history, making Tukad Bindu a source of deep inspiration that reflects the aesthetic imagination of nature and explores Hindu mythological sources related to the beauty of tourist attractions in Denpasar City. Research methods: The method of creating this dance work adopts the angripta-sesolahan approach by I Ketut Suteja through several stages, which include planning, joint prayer rituals, material selection, formation of improvised motion results, and the first performance for evaluation. Findings: The result of the creation of Legong Kreasi Aras Kembang Windhu is a dance work that describes the philosophy of water mythology and relates it to the natural history of Tukad Bindu. The alignment of the history of white and yellow Julit fish in Tukad Bindu is the basis for the depiction of human life in this performance. Through this performance, it is hoped that people can better understand and appreciate the importance of preserving nature, especially water and river areas, and promote awareness of sustainability and natural beauty in harmony. Implications: Basically, Legong Kreasi Aras Kembang Windhu is not just a work of art for a prestigious art event but also a tribute to cultural heritage and an innovative attempt to introduce it to the public uniquely and interestingly.
CREATIVE AND INNOVATIVE TEACHER'S ATTITUDE IN DEVELOPING THE CREATIVITY OF KINDERGARTEN CHILDREN AT TK DHARMA PUTRA DENPASAR Kadek Diah Pramanasari; Reni Anggraeni; Ida Ayu Gede Sasrani Widyastuti; Dewa Gede Satya Adi Maha Utamia
Lekesan: Interdisciplinary Journal of Asia Pacific Arts Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/lksn.v7i2.2983

Abstract

Integrating character education into the early childhood curriculum is becoming increasingly important in the modern era, mainly to ensure the balanced development of children physically, emotionally, and intellectually. At Dharma Putra Denpasar Kindergarten, dance is used as a medium to teach character values, but the effectiveness of this approach has yet to be widely studied. This research aims to determine the efficacy of integrating character education through dance at Dharma Putra Denpasar Kindergarten in supporting holistic child development. Data was collected through direct observation, in-depth interviews with teachers, and analytical documentation related to learning plans and student projects. The validity and reliability of research results are maintained through data triangulation and member checks. The data obtained were explained inductively using open, axial, and frequency coding techniques. The research results show that using dance as a medium for character education at the Dharma Putra Denpasar Kindergarten effectively balances children's physical, emotional, and intellectual development. These findings are essential in maintaining a balance between technological progress and preserving local wisdom in education, as well as providing a reference for future curriculum development that emphasizes cultural identity and character formation from an early age.
KAJIAN ESTETIKA TARI LEGONG PELAYON BANJAR BINOH KAJA DALAM PELESTARIAN DI ERA MODERNISASI Haryati, Ni Made; Putra, I Wayan Diana; Pramanasari, Kadek Diah
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di era modernisasi ini, perkembangan teknologi sangat pesat yang digunakan untuk membantu dan mendukung kegiatan manusia. Salah satu teknologi yang marak digunakan adalah penggunan gadget sebagai alat komunikasi dan informasi di segala usia baik muda maupun usia lanjut. Beberapa orang mempercayai bahwa perkembangan teknologi ini tentunya memberikan dampak positif kepada anak-anak agar mereka tidak ketinggalan zaman. Dampak negatiF dapat dilihat dari segi kesehatan, efek media social, perkembangan mental, proses berfikir, serta keterbatasan interaksi. Salah satu upaya untuk menanggulangi ketergantungan anak-anak pada gadget adalah dengan membangkitkan kembali pelatihan-pelatihan di bidang seni. Salah satu daerah yang mampu mendukung pelestarian kesenian adalah Banjar Binoh Kaja, Desa Ubung Kaja, Denpasar merupakan salah satu banjar di Kota Denpasar yang terkenal dalam bidang seni palegongan. Tari Legong sebagai dasar tari putri tentunya memiliki tingkat kesukaran dari segi teknik gerak tari. Masyarakat banjar Binoh berharap para generasi penerus dapat melestarikan tari legong salah satunya adalah tari Legong Pelayon. Tarian ini merupakan salah satu legong yang telah jarang dipelajari dan ditarikan hingga masyarakat khawatir tarian ini akan mengalami kepunahan. Sehingga perlu adanya upaya untuk melaksanakan penelitian mengenai estetika bentuk tari Legong Pelayon gaya Banjar Binoh Kaja.
NILAI ESTETIK MUSIK DALAM DRAMA TARI KESEMPATAN KEDUA Sumerjana, Ketut; Mudiasih, Ni Wayan; Pramanasari, Ni Kadek Diah
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musik dan tarian telah lama menjadi bagian integral dari tradisi seni pertunjukan, di mana mereka saling mendukung dalam menciptakan pengalaman estetika yang imersif bagi penonton. Dalam drama tari Second Chance, musik tidak hanya berfungsi sebagai pengiring tetapi juga sebagai elemen yang memperkuat narasi dan emosi dalam cerita. Drama ini menggambarkan perjalanan seorang individu yang menghadapi tantangan hidup, mencari penebusan, dan meraih peluang baru. Musik memainkan peran penting dalam menggambarkan perubahan suasana hati karakter, serta dalam mengangkat tema pengampunan dan harapan. Nilai estetika musik dalam pertunjukan ini terletak pada harmoni antara melodi, ritme, dan dinamika suara, yang dipadukan dengan gerak tubuh para penari. Seni Pertunjukan Estetika, musik tidak hanya menjadi pengiring, tetapi juga membentuk makna dalam sebuah karya seni. Musik dapat membangkitkan perasaan dan menciptakan ikatan emosional yang mendalam antara penari, musik, dan penonton. Dalam konteks ini, musik memperkaya narasi dan pengalaman emosional dari drama tari Second Chance, memperkuat makna dan dampak emosional dari pertunjukan.
PENCIPTAAN TARI BERBASIS FLORA DAN FAUNA UNTUK ANAK USIA DINI DI PAUD Pramanasari, Kadek Diah; Anggraeni, Reni; Sasrani, Ida Ayu Gede
Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara Vol. 4 (2024): Prosiding Bali Dwipantara Waskita: Seminar Nasional Republik Seni Nusantara
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji proses penciptaan tari berbasis flora dan fauna yang dirancang khusus untuk anak usia dini di PAUD. Penciptaan tari ini melalui beberapa tahap, mulai dari observasi hingga pembentukan, dengan fokus pada aspek gerak dan lagu sebagai media pengajaran. Melalui pendekatan yang interaktif dan menyenangkan, guru membantu anak-anak memvisualisasikan karakteristik flora dan fauna dalam bentuk gerak sederhana yang dipadukan dengan lagu. Penerapan tari ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan apresiasi anak terhadap lingkungan alam, tetapi juga mendukung perkembangan motorik dan kognitif mereka melalui proses belajar yang kreatif. Kesimpulan penelitian ini yaitu, bagaimanapun bentuk gerak dan lagu yang diciptakan oleh Guru PAUD hendaknya disesuaikan dengan karakteristik dari peserta didik. Penciptaan Tari berbasis flora dan fauna anak usia dini di PAUD ini, diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi anak-anak terhadap alam, sekaligus mengembangkan kemampuan motorik dan imajinasi mereka melalui media tari yang edukatif dan menyenangkan
CHARACTER EDUCATION IN DANCE DRAMA ‘SECOND CHANCE’ Ni Wayan Mudiasih; I Ketut Sumerjana; Kadek Diah Pramanasari
International Journal of Social Science Vol. 4 No. 6: April 2025
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/ijss.v4i6.10288

Abstract

The dance drama ‘Second Chance’ is a work adapted from the Srimad Bhagavatam book which tells the story of Ajamila, a man who initially lived in virtue but then fell into a life full of sin before finally finding a way to redemption. This dance drama not only presents a spiritual story, but also contains deep character education values. This paper aims to analyze how the elements in the dance drama ‘Second Chance’ depict the principles of character education, including regret, repentance, and behavioral change. In addition, this study also attempts to identify the values ​​of character education and moral messages contained in the dance drama. Through a qualitative approach with text analysis and direct observation, this paper shows how the dance drama ‘Second Chance’ can function as an effective tool in teaching character values ​​to the audience. The results of this paper show that the dance drama "Second Chance" depicts the principles of character education through elements such as personal change, love, regret, forgiveness, prayer, conflict, and integrity. The values ​​of character education contained include religious, honesty, responsibility, tolerance, as well as being friendly and communicative. This drama also conveys a moral message that everyone has the opportunity to change and correct mistakes.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DALAM PEMBELAJARAN GARAP TARI DI SMKN 5 DENPASAR Jayastha, I Nyoman Bagus Kawiantara; Adipurwa, A.A. Trisna Ardanari; Pramanasari, Kadek Diah
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v5i1.5721

Abstract

Model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) merupakan pendekatan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran, mendorong mereka untuk merancang, merealisasikan, dan merefleksikan proyek nyata—dalam konteks ini adalah karya tari. Di SMK Negeri 5 Denpasar, khususnya pada pembelajaran garap tari kelas XI Seni Tari, model PJBL telah diterapkan untuk menjawab kebutuhan akan lulusan yang profesional, kreatif, serta adaptif terhadap dinamika dunia seni pertunjukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi model PJBL dalam pembelajaran garap tari guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih terstruktur dan berdampak pada prestasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai instrumen utama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa model PJBL efektif dalam mendorong keterlibatan aktif siswa pada setiap tahap pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi proyek tari. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, PJBL juga melatih kemampuan pemecahan masalah dan kolaborasi siswa. Dampak positif dari implementasi ini menunjukkan bahwa PJBL layak dijadikan model alternatif dalam pembelajaran seni di SMK. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi institusi pendidikan lain dalam mengembangkan strategi pembelajaran inovatif yang kontekstual dan relevan dengan tuntutan dunia kerja di bidang seni pertunjukan.
Pelatihan Tari Legong Keraton Lasem Gaya Ni Pollok Di Banjar Kelandis, Desa Sumerta Kauh, Kota Denpasar Ida Ayu Gede Sasrani Widyastuti Widyastuti; Ni Wayan Iriani Ni Wayan Iriani; Kadek Diah Pramanasari Kadek Diah Pramanasari
Komatika: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Informatika Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/komatika.v5i2.1437

Abstract

Rendahnya apresiasi pada seni tari tradisi memberikan ancaman serius tentang terjadinya degradasi karakter anak bangsa. Apresiasi bukan hanya tentang penghargaan materi, namun tentang keberlanjutan karya seni secara utuh. Pemahaman filosofi hingga penguasaan gerak tari yang mewakili filosofi tersebut adalah bentuk apresiasi tertinggi. Fenomena ini ditemukan pada Tari Legong Keraton Lasem yang dulu dikembangkan oleh Ni Pollok. Ni Pollok sebagai seorang maestro tari telah memberikan kekhasan pada struktur gerak tari ini. Hadirnya pelatihan menjadi sebuah kebutuhan untuk upaya meningkatkan apresiasi dari genrasi muda di Banjar Kelandis Desa Sumerta Kauh Kota Denpasar. Metode pelatihan merupakan kolaborasi metode sentra dan drill. Hasil pelatihan menunjukkan pencapaian keberhasilan pada aspek pemahaman filosofi dan teknik gerak tari. Kekurangan dari pelatihan akan disikapi dengan pendampingan. Pendampingan akan dilakukan secara berkenlanjutan dengan metode virtual reality.