Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

REVIEW ARTIKEL: TINJAUAN FITOKIMIA DAN AKTIVITAS FARMAKOLOGI TANAMAN GENUS CARICA Kesuma, Alfira Anggita Mutiara; Suparman, Suparman; Wahyuningrum, Retno
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.645

Abstract

Carica merupakan salah satu genus dari famili Caricaceae yang memiliki potensi untuk pengembangan obat alami. Telah dilaporkan beberapa penelitian mengenai penggunaan genus Carica  yang diuji kandungan senyawa bioaktif dan aktivitas farmakologinya. Tujuan narrative review ini yaitu untuk mengetahui senyawa bioaktif dan aktivitas farmakologi tanaman dalam genus Carica. Penelitian ini mengguankan metode komparatif dengan mengumpulkan berbagai sumber yang didapat dari jurnal penelitian yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Penelitian narrative review ini disusun dari pengumpulan data berupa artikel yang ditelusuri melalui database online Pubmed dan Google Scholar dimana didapatkan sebanyak 61 artikel dari PubMed dan 558 dari Google Scholar, kemudian disortir berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria eksklusi untuk dilakukan analisis secara deskriptif yang meliputi spesies tanaman, bagian tanaman yang digunakan, senyawa bioaktif, metode ekstraksi dan aktivitas farmakologi. Hasil analisis terhadap artilkel yang diperoleh menghasilkan data dari 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dimana artikel yang telah dianalisis didapatkan dua spesies yang memenuhi kriteria inklusi pada narrative review, yaitu Carica papaya dan Carica pubescens. Pada ulasan ini ditemukan pada beberapa bagian tanaman memiliki aktivitas farmakologi dan senyawa bioaktif yang berbeda-beda. Sehingga dapat disimpulkan bahawa Carica terbukti menjadi genus yang bernilai ekonomis dan memiliki potensial sebagai alternatif pengobatan alami berdasarkan aktivitas farmakologinya yang beragam. Kandungan senyawa bioaktif yang telah diidentifikasi dalam spesies Carica papaya dan Carica pubescens, dinyatakan memiliki aktivitas farmakologi. Potensi tersebut dapat dijadikan acuan untuk pengembangan obat ahan alam dari tanaman genus Carica.
Edukasi tentang “Bijak Pakai Antibiotik 5T” di Apotek Adimulyo Kabupaten Kebumen Mufidah, Aidatul; Kesuma, Alfira Anggita Mutiara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea Vol 3, No 4 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Panacea
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jpmp.v3i4.16313

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tidak tepat telah menjadi permasalahan serius. Antibiotik seharusnya digunakan untuk mengatasi infeksi yang disebabkan oleh bakteri, namun kurangnya pengetahuan membuat banyak orang menggunakannya untuk penyakit yang tidak membutuhkan antibiotik, dimana kondisi ini berisiko menimbulkan resistensi. Tujuan kegiatan promosi kesehatan ini adalah untuk memberikan edukasi serta melihat bagaimana tingkat pengetahuan pasien di Apotek Adimulyo Kabupaten Kebumen. Metode yang digunakan saat menyampaikan edukasi kepada responden adalah dengan menggunakan leaflet dan edukasi secara langsung. Kegiatan dilakukan kepada 50 orang responden. Hasil yang didapatkan adalah responden yang mendapatkan kategori baik adalah sebanyak 26 responden (52%), kategori cukup adalah sebanyak 14 responden (28%), dan kategori kurang adalah sebanyak 10 responden (20%). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden memberikan hasil yang baik. Kata Kunci: Antibiotik, Edukasi, Farmasi, Komunitas, Obat, Pengetahuan The inappropriate use of antibiotics has become a serious problem. Antibiotics should be used to treat infections caused by bacteria, but a lack of knowledge leads many people to use them for conditions that do not require antibiotics, which can lead to the development of resistance. The purpose of this health promotion activity was to provide education and assess the level of knowledge of patients at the Apotek Adimulyo in Kebumen Regency. The methods used to deliver education to respondents included leaflets and direct education. The activity was conducted with 50 respondents. The results showed that 26 respondents (52%) received a good score, 14 respondents (28%) received an enough score, and 10 respondents (20%) received a poor score. Based on these results, it can be concluded that most respondents gave good results.