Anggun khoerun Nisa
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the History of the Islamization of Java Irfan Julianto; Anggun khoerun Nisa; Sinta Farikhah Febriyanti; Zecky Ridwan
HISTORICAL: Journal of History and Social Sciences Vol. 1 No. 1 (2022): History and Cultural Innovation
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58355/historical.v1i1.1

Abstract

The Javanese people or more precisely the Javanese people, in cultural anthropology, are people who in their simple lives use the Javanese language with various dialects for generations. The Javanese people are those who live in the areas of Central Java and East Java, and they come from both regions. This dynamism is the belief that what they have built is the result of adaptation to struggle with nature. This Javanese culture is continuously maintained by the nobility and the nobility or Javanese intellectuals. The two cultures have their own characteristics. The peasant culture living in the countryside is a small tradition that is still dominated by the oral tradition, while the aristocratic culture has developed a tradition of writing by utilizing Hindu Buddhist religious literature. Java is Sufi Islam, namely Islam which is easily accepted and absorbed into Javanese syncreticism. And of course To me, the Sufi Islam that Peacpck meant was none other than Islam spread by walisogo figures. Islam is the source and values ​​of shari'a law. Prior to Hinduism and Buddhism, prehistoric Javanese society had embraced beliefs that matched animism and dynamism. People's view of life is directed towards the formation of a numinous unity between the real world, society and the supernatural realm which is considered sacred. Hindu-Buddhist influences in Javanese society are expansive. alone had an effect on the religious system. Scholars who understood Sanskrit were finally able to process Hindu-Buddhist letters to write Javanese.
Pendidikan Agama Islam dalam Mengatasi Kenakalan Remaja pada Keluarga Broken Home di Desa Karangasem Anggun Khoerun Nisa
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 4 (2025)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v11i4.3137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan penyebab kenakalan remaja pada keluarga broken home serta menganalisis peran Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasinya. Fenomena kenakalan remaja di Desa Karangasem meningkat, khususnya pada remaja dari keluarga broken home yang ditandai dengan perceraian atau perpisahan orang tua. Kondisi ini sering menyebabkan anak kehilangan kasih sayang, perhatian, serta kontrol orang tua sehingga berujung pada perilaku menyimpang seperti mabuk-mabukan, judi slot, dan pergaulan negatif lainnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi remaja, orang tua, tokoh agama, dan masyarakat di Desa Karangasem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja dipengaruhi oleh kurangnya perhatian orang tua, lingkungan sosial yang negatif, serta pengaruh teman sebaya. Bentuk kenakalan yang dominan adalah mabuk-mabukan, nongkrong hingga larut malam, serta perjudian daring (slot). Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam memberikan pemahaman moral, membimbing akhlak remaja, serta memperkuat ketahanan spiritual. Selain itu, dukungan tokoh agama, guru, dan masyarakat sangat membantu dalam pembinaan karakter dan pengendalian perilaku remaja. Kata Kunci: Pendidikan Agama Islam, Kenakalan Remaja, Broken Home