Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Penggunaan Teknologi yang Bijak di SDN 020 Tarakan Nurul Hidayat; Alvina Alvina
ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri Vol. 2 No. 6 (2024): ARDHI : Jurnal Pengabdian Dalam Negri
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/ardhi.v2i6.925

Abstract

Nowadays technology is developing rapidly, one of which is gadget. Gadget is one of the physical forms of technology that always develops from year to year. Besides having uses and facilitating human life. Excessive use of gadgets has many adverse effects on health and development and growth in early childhood. This can happen because of the impact that can trigger excessive consumptive behavior. In addition, it also causes children to become introverted or more closed due to lack of social interaction. This socialization aims to provide education about gadgets in early childhood in order to realize quality education. Although technology was originally created to produce a positive impact, on the other hand technology also has a negative impact. For example, like gadgets. Gadgets can have a negative impact such as online game addiction which is bad for children's physical and psychological health. The dangers posed by the use of gadgets are a serious concern to be addressed immediately in order to minimize the negative impact of gadget use on early childhood, especially on children in elementary school. This socialization was conducted for 1 day at SDN 020 Tarakan and was attended by 28 students of class 4A at SDN 020 Tarakan. With this socialization, it is hoped that children will be able to understand the negative impact of using gadgets and it is proven by children who are able to answer questions.
Rasio lingkar pinggang panggul berhubungan dengan kadar kolesterol total pada dewasa Syifa Larasati; Alvina Alvina
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 1 No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2018.v1.126-132

Abstract

LATAR BELAKANGHiperkolesterolemia adalah keadaan meningkatnya kadar kolesterol dalam darah melebihi batas normal, yang meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskular dan stroke. Secara global, satu dari tiga kasus penyakit jantung iskemik dinyatakan berkaitan dengan kadar kolesterol darah yang tinggi. Tercatat proporsi penduduk Indonesia usia ≥15 tahun dengan kadar kolesterol total di atas nilai normal mencapai 35,9%. Salah satu faktor yang dikaitkan dengan hiperkolesterolemia adalah obesitas atau keadaan akumulasi lemak berlebih pada jaringan adiposa, khususnya obesitas abdominal. Obesitas abdominal dapat dinilai melalui pengukuran rasio lingkar pinggang panggul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan rasio lingkar pinggal panggul dengan kadar kolesterol total. METODEPenelitian ini merupakan studi analitik dengan rancangan cross-sectional pada 60 subyek dewasa berusia 26-65 tahun. Pengukuran kadar kolesterol menggunakan alat finger-prick dan strip cholesterol test NESCO. Pengukuran lingkar pinggang panggul menggunakan pita ukur. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. HASILSebagian besar responden (55%) berusia >35 tahun. Responden dengan RLPP di atas normal sebanyak 38,3% dan kadar kolesterol total meningkat sebanyak 28,3%. Uji Chi-Square menunjukkan hasil terdapat hubungan yang bermakna antara rasio lingkar pinggang panggul dan kadar kolesterol total (p = 0,001). KESIMPULANRasio lingkar pinggang panggul berhubungan dengan kadar kolesterol total pada dewasa.
Hubungan kadar asam urat dengan fungsi kognitif pada lansia Atikah Ayu Miranda; Alvina Alvina
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 2 No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2019.v2.65-70

Abstract

LATAR BELAKANG Gangguan kognitif adalah gangguan dari kemampuan kognitif yang meliputi atensi, kalkulasi, visuospasial, bahasa, memori dan eksekutif yang dapat dijumpai akibat proses degeneratif (penuaan). Asam urat merupakan produk akhir metabolisme purin yang juga disebut sebagai penyumbang antioksidan plasma sehingga dapat mengurangi stres oksidatif dan melindungi dari radikal bebas yang dapat menyebabkan gangguan pada fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar asam urat darah dengan fungsi kognitif. METODE Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross sectional yang mengikutsertakan 95 lansia di Posbindu Kelurahan Tomang Jakarta Barat. Kriteria inklusi adalah pria dan wanita usia 60-90 tahun, kesadaran kompos mentis, dan dapat berkomunikasi dengan baik. Kriteria eksklusi adalah terdapat riwayat trauma kepala, stroke, tumor otak, kejang, meningitis serta mengonsumsi obat yang dapat meningkatkan atau menurunkan kadar asam urat darah (allopurinol), probenesid. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus - Oktober 2018. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, pengukuran kadar asam urat dilakukan dengan menggunakan alat easy touch blood uric acid test strips, sedangkan pemeriksaan fungsi kognitif dilakukan dengan kuesioner mini mental state examination (MMSE). Analisis data menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan p<0.05. HASIL Mayoritas responden adalah perempuan dengan rentang usia 60-74 tahun. Terdapat hubungan kadar asam urat dengan fungsi kognitif pada lansia (p=0.000). Selain itu juga diperlihatkan bahwa lansia yang memiliki kadar asam urat yang meningkat memiliki fungsi kognitif yang lebih baik. KESIMPULAN Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar asam urat dengan fungsi kognitif pada lansia.
Pengaruh yoga terhadap memori jangka pendek pada dewasa muda Muhammad Ishak; Alvina Alvina
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 2 No 3 (2019)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2019.v2.117-123

Abstract

LATAR BELAKANGYoga adalah sebuah gaya hidup, suatu sistem pendidikan yang terpadu antara tubuh, pikiran, dan jiwa, dan merupakan metode yang berpengaruh dan dinilai efektif terhadap fungsi kognitif termasuk didalamnya fungsi memori jangka pendek. Yoga merangsang penurunan aktifitas saraf simpatis dan peningkatan akitifitas saraf parasimpatis yang berpengaruh pada penurunan hormon adrenalin, norepinefrin dan katekolamin serta vasodilatasi pada pembuluh darah yang mengakibatkan transpor oksigen ke seluruh tubuh terutama ke otak menjadi lancar sehingga dapat meningkatkan fungsi kognitif. METODEPenelitian ini menggunakan desain eksperimental metode potong lintang, menggambarkan fungsi memori jangka pendek dengan dan tanpa yoga. Penilaian memori jangka pendek menggunakan Digit Span Test di mana komponennya berupa deretan angka maju (Digit Forward) maupun mundur (Digit Backward). Penelitian ini melibatkan 47 subyek dewasa muda berusia 17-20 tahun dengan kriteria inklusi bersedia rutin mengikuti pelatihan yoga selama 21 hari dengan durasi 15-30 menit untuk sekali latihan yoga dan kriteria eklusi menderita suatu penyakit yang tidak dapat melakukan yoga, menderita gangguan pendengarandan mengalami penurunan kesadaran. Latihan yoga diberikan oleh instruktur yoga. Penilaian digit span dilakukan pada sebelum latihan yoga dan sesudah melakukan latihan yoga selama 21 hari. Analisis data dilakukan untuk menilai perbedaan skor fungsi memori jangka pendek masing-masing kelompok sebelum dan sesudah perlakuan menggunakan uji T Dependent/berpasangan atau uji Wilcoxon. Nilai p < 0.5 dianggap bermakna dengan 95% interval kepercayaan. HASILTerdapat 61.7% responden perempuan, 40.4% memiliki skor tinggi pada memori jangka pendek sebelum yoga dan 59.6% memiliki skor tinggi sesudah yoga. Pengaruh yoga terhadap memori jangka pendek memiliki nilai p=0.000 (p < 0.05). Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan skor memori jangka pendek sebelum dan sesudah melakukan yoga. KESIMPULANYoga memberikan dampak pada peningkatan digit span pada kelompok dewasa muda.
Hubungan kebiasaan berolahraga dan merokok dengan obesitas abdominal pada karyawan usia produktif Astharie Zulkarnain; Alvina Alvina
Jurnal Biomedika dan Kesehatan Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18051/JBiomedKes.2020.v3.21-27

Abstract

LATAR BELAKANGObesitas abdominal adalah keadaan kelebihan lemak yang terpusat pada perut (intra-abdominal fat). Secara nasional, prevalensi obesitas abdominal tahun 2013 adalah 26.6%. Adanya perubahan gaya hidup seperti kurangnya olahraga dan merokok dinilai menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya obesitas abdominal. Namun demikian, masih terdapat kontradiksi pengaruh kedua faktor tersebut dan hal ini membuat peneliti ingin menilai kembali hubungan keduanya dengan munculnya obesitas abdominal. Tujuan penelitian mengetahui hubungan kebiasaan berolahraga dan merokok dengan obesitas abdominal pada karyawan usia produktif. METODEPenelitian ini menggunakan rancangan potong silang pada 103 karyawan. Pengukuran kebiasaan berolahraga menggunakan kuesioner Beacke. Pengukuran kebiasaan merokok menggunakan kuesioner Global Adult Tobacco Survey (GATS). Pengukuran lingkar perut sesuai dengan standard pengukuran HASILDari 103 orang karyawan didapatkan mayoritas responden adalah laki-laki dengan kelompok usia terbanyak adalah >35 tahun. Responden yang memiliki kebiasaan berolahraga aktif sebanyak 50.5%. Responden yang merokok sebanyak 46.6%. Responden yang mengalami obesitas abdominal sebanyak 54.4%. Uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara kebiasaan berolahraga dengan obesitas abdominal (p=0.037) dan tidak ada hubungan bermakna antara merokok dengan obesitas abdominal (p=0.720). KESIMPULANDidapatkan hubungan antara kebiasaan olahraga dengan munculnya obesitas abdominal namun sebaliknya tidak terdapat hubungan antara merokok dengan obesitas abdominal.