Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelaksanaan Konseling Dalam Mengatasi Trauma Korban Kekerasan Seksual Di Bawah Umur Di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Situbondo: Pelaksanaan Konseling Dalam Mengatasi Trauma Korban Kekerasan Seksual Di Bawah Umur Di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kabupaten Situbondo Putri, Helmia; Agustina, Febrina Rizky
Sociocouns: Journal of Islamic Guidance and Counseling Vol 4 No 2 (2024): Sociocouns: Journal of Islamic Guidance and Counseling
Publisher : UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/sjigc.v4i2.161

Abstract

Kasus kekerasan seksual saat ini marak terjadi, anak sering menjadi korban kekerasan seksual oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kekerasan seksual tidak hanya dilakukan oleh seorang anak ataupun remaja, melainkan juga oleh orang tua yang sudah berumur. Seorang korban kekerasan seksual pastinya akan mengalami rasa trauma dan UPT PPA Kabupaten Situbondo memiliki layanan konseling bagi korban kekerasan seksual. Tujuan penelitian ini ialah: 1) Bagaimana tahap pelaksanaan konseling yang dilakukan oleh konselor dalam upaya mengatasi trauma korban kekerasan seksual di bawah umur selama proses konseling di UPT PPA Kabupaten Situbondo. 2) Bagaimana ragam teknik konseling dan media yang digunakan dalam proses pelaksanaan konseling korban kekerasan seksual di bawah umur di UPT PPA Kabupaten Situbondo. 3) Apa saja faktor penghambat dan pendukung dalam pelaksanaan konseling korban kekerasan seksual di bawah umur di UPT PPA Kabupaten Situbondo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi di lapangan, serta menggunakan teknik triangulasi yakni triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil dari penelitian yaitu tahap yang dilakukan oleh konselor UPT PPA Kabupaten Situbondo memiliki 8 tahapan dengan pendekatan person centered, menggunakan 17 teknik konseling, serta faktor pendukung dan penghambat adalah keluarga dan lingkungan.