Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Jumlah Kepala Sekolah dan Guru Menurut Kelompok Umur Provinsi Kalimantan Timur, Maluku Utara, Riau, Bengkulu Tahun 2023/2024 Gunawan Hadi, Muh; Prayoga, Bayu; Ardiansyah, Ferdy; Faozi Waruwu, Jihdal; Rosyani, Perani
Jurnal Riset Informatika dan Inovasi Vol 2 No 6 (2024): JRIIN: Jurnal Riset Informatika dan Inovasi
Publisher : shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah kepala sekolah dan guru berdasarkan kelompok umur di provinsi Kalimantan Timur, Maluku Utara, Riau, dan Bengkulu pada tahun ajaran 2023/2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui survei dan analisis dokumen resmi dari Dinas Pendidikan masing-masing provinsi. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi signifikan dalam distribusi kepala sekolah dan guru menurut kelompok umur, yang dapat mempengaruhi dinamika pendidikan di setiap daerah. Secara khusus, Riau tercatat memiliki jumlah tenaga pendidik tertinggi di hampir semua kelompok umur, terutama pada rentang usia produktif 36-40 tahun. Sementara itu, distribusi umur tenaga pendidik di Kalimantan Timur lebih merata dibandingkan provinsi lainnya. Temuan ini mengindikasikan bahwa kelompok umur yang lebih tua cenderung memiliki pengalaman yang lebih baik dalam pengelolaan pendidikan, sedangkan kelompok yang lebih muda membawa inovasi dan energi baru ke dalam sistem pendidikan. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengambil kebijakan dalam merumuskan strategi pengembangan sumber daya manusia di sektor pendidikan. Selain itu, rekomendasi untuk program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan kelompok umur yang berbeda sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Penelitian juga menekankan perlunya perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan pengembangan profesional kepala sekolah dan guru agar dapat berkontribusi secara optimal terhadap peningkatan mutu pendidikan.
Deteksi Kendaraan dengan Metode YOLO Prayoga, Bayu; Anwar, Borneo Paradis; Arrizqi, Ichsan; Aliek, Teguh Munanzar; Rosyani, Perani
AI dan SPK : Jurnal Artificial Intelligent dan Sistem Penunjang Keputusan Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal AI dan SPK : Jurnal Artificial Inteligent dan Sistem Penunjang Keputusan
Publisher : CV. Shofanah Media Berkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Deteksi kendaraan merupakan komponen penting dalam berbagai sistem berbasis visi komputer, termasuk manajemen lalu lintas, sistem identifikasi kendaraan, serta pengembangan teknologi kendaraan cerdas. Salah satu pendekatan yang banyak digunakan untuk tugas deteksi objek secara real-time adalah algoritma YOLO (You Only Look Once), yang dikenal karena efisiensi dan kecepatan pemrosesannya. Penelitian ini menyajikan studi tinjauan literatur mengenai penerapan algoritma YOLO dalam mendeteksi kendaraan pada data citra maupun video. Algoritma YOLO bekerja dengan memprediksi lokasi objek dan kategorinya secara simultan dalam satu proses, sehingga mampu mempercepat waktu inferensi tanpa melalui tahap pencarian kandidat objek secara terpisah. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji performa algoritma YOLO dalam deteksi kendaraan, termasuk kelebihan serta keterbatasannya berdasarkan hasil penelitian terdahulu. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa YOLO mampu memberikan kinerja yang baik dalam mendeteksi kendaraan dengan waktu komputasi yang singkat dan tingkat akurasi yang kompetitif. Metode ini telah banyak diadopsi dalam berbagai aplikasi yang membutuhkan respons cepat. Meskipun demikian, beberapa studi melaporkan bahwa YOLO masih menghadapi tantangan dalam mengenali objek berukuran kecil serta objek yang saling berdekatan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengembangkan atau memodifikasi arsitektur YOLO guna meningkatkan kemampuan deteksi kendaraan secara lebih optimal.
Cognitive Behavioral Therapy pada Rehabilitasi Sosial Perempuan Pengguna Narkoba Prayoga, Bayu; Bangsu, Tamrin; Hila, Syahrio Marta
REFORMASI Vol 15, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/rfr.v15i3.7688

Abstract

Drug abuse in Indonesia has increasingly affected women as a vulnerable group facing layered psychosocial consequences, yet gender-sensitive rehabilitation models remain limited. This study addresses this gap by examining the process and distinctive features of Cognitive Behavioral Therapy (CBT) implemented in a women-specific rehabilitation setting at the Karunia Insani Rumah Female Foundation, Rejang Lebong. Using a descriptive qualitative design with a case study approach, this research involved five informants (two counselors and three female clients). Data were collected through in-depth interviews and observations, and analyzed thematically. The findings reveal that CBT is operationalized through a structured yet adaptive three-stage process: (1) an initial phase emphasizing gender-responsive therapeutic alliance and collaborative problem formulation; (2) a middle phase focusing on cognitive restructuring integrated with clients’ lived experiences and relapse triggers; and (3) a final phase highlighting behavioral reinforcement through reflective evaluation and homework assignments. The novelty of this study lies in demonstrating how CBT is contextually adapted to women’s psychosocial vulnerabilities within a community-based rehabilitation setting. The results indicate that such adaptation enhances clients’ cognitive awareness, emotional regulation, and commitment to recovery. This study contributes to the development of gender-responsive rehabilitation models grounded in CBT practice.Penyalahgunaan narkoba di Indonesia semakin menjangkau perempuan sebagai kelompok rentan dengan kompleksitas masalah psikososial, sementara model rehabilitasi yang responsif gender masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan tersebut dengan mengkaji proses dan kekhasan penerapan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) dalam setting rehabilitasi khusus perempuan di Yayasan Karunia Insani Rumah Female, Rejang Lebong. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan lima informan (dua konselor dan tiga klien perempuan). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CBT diterapkan melalui tiga tahapan yang terstruktur namun adaptif, yaitu: (1) tahap awal yang menekankan pembentukan hubungan terapeutik berbasis sensitivitas gender dan perumusan masalah secara kolaboratif; (2) tahap tengah yang berfokus pada restrukturisasi kognitif dengan mengintegrasikan pengalaman hidup klien serta pemicu kekambuhan; dan (3) tahap akhir yang menekankan penguatan perilaku melalui evaluasi reflektif dan penugasan rumah. Kebaruan penelitian ini terletak pada adaptasi kontekstual CBT terhadap kerentanan psikososial perempuan dalam rehabilitasi berbasis komunitas. Temuan menunjukkan bahwa pendekatan ini efektif meningkatkan kesadaran kognitif, regulasi emosi, dan komitmen pemulihan klien.
IMPLEMENTATION OF NUTRITION AND FOOD RIGHTS FOR CHILDREN UNDER THE CARE OF THE BATAM CLASS II SPECIAL CHILDREN'S CARE INSTITUTION Prayoga, Bayu; Pangestuti, Naniek
Journal of Management Small and Medium Enterprises (SMEs) Vol 19 No 1 - May (2026): JOURNAL OF MANAGEMENT (Special Issue) - Correctional System Management
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the implementation of nutritional rights for children at the Class II Batam Special Child Development Institution, recognizing that adequate nutrition is a fundamental right for all children, including those in institutional care. The research uses a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the policy implementation model of Donald Van Meter and Carl Van Horn. The findings show that the institution has provided basic nutritional services, including regular meals and snacks. However, the overall nutritional status of the children has not yet reached optimal levels, as a significant number still experience malnutrition or overnutrition. This indicates that the existing program has not fully met the nutritional needs of all children. Several key obstacles were identified, including the absence of professional nutritionists, limited budget allocation, inadequate kitchen facilities, overcrowding conditions, and weak coordination among related institutions. These challenges hinder the effective implementation of nutritional programs. In conclusion, the fulfillment of children’s nutritional rights in the institution is still not optimal. Improvements are needed through increased resources, better facilities, the involvement of nutrition experts, and stronger cross-sector coordination to ensure that children receive adequate and balanced nutrition. Keywords: Implementation; Nutritional Rights; Children; Special Child Development Institution Class 2 Batam