Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penciptaan Ready To Wear Duluxe Hijab Chic Style Inspirasi Motif Batik Cirebon Singabarong Bergaya Flatdesign Kurniawan, Hadi; Djuniwarti; Putri, Syilvi K
Artika Vol. 8 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v8i2.1119

Abstract

Baju hijab chic memiliki desain yang modern dan sesuai dengan tren terkini dalam dunia fashion. Trend busana hijab chic style banyak digemari berbagai kalangan muslimah di Indonesia sehingga memiliki peluang pasar yang baik bagi masyarakat khususnya generasi millenial. Motif batik Cirebon Singabarong bergaya flat design  merupakan salah satu ragam hias kain hasil dari inovasi karya batik tradisional khas keraton Cirebon yang terdiri dari tiga motif yaitu motif Sinagbarong Raja, Singabarong Resi dan Singabrong Rama. Motif motif tersebut bisa diterapkan pada busana ready to wear duluxe hijab chic style sebagai upaya pelestarian budaya pada generasi muda Indonesia. Penelitian ini bertujuan menciptakan busana ready to wear duluxe hijab chic style inspirasi Motif batik Cirebon Singabarong bergaya flatdesign. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk menghasilkan data yang bersifat deskriptif serta penciptaan karya seni melalui tahap eksplorasi, perancangan dan perwujudan. Metode tersebut digunakan agar dapat menghasilkan data yang bisa mendeskripsikan terkait motif Singabarong serta hasil karya desain alternatifnya. Luaran dari penelitian ini merupakan 6 karya busana.
STRATEGY FORMULATIONS FOR REVITALIZING NAMPAN CLOTH THROUGH A CULTURAL PRODUCT DESIGN APPROACH TO SUPPORT LAMPUNG'S CREATIVE ECONOMY INNOVATION Kurniawan, Hadi; Djuniwarti
AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional Vol 8 No 2 (2026): AKSELERASI: JURNAL ILMIAH NASIONAL
Publisher : GoAcademica Research dan Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jin.v8i2.1662

Abstract

Kain nampan merupakan salah satu kekayaan tekstil tradisional Lampung yang memiliki nilai filosofis dan estetis yang tinggi. Tekstil ini menghadapi ancaman pelestarian akibat berbagai permasalahan, seperti keterbatasan dokumentasi dan literatur ilmiah, pergeseran nilai kehidupan masyarakat, serta krisis regenerasi perajin lokal. Kain nampan memiliki potensi untuk menjadi produk unggulan daerah melalui nilai estetis dan filosofisnya yang tinggi guna mendukung kemajuan ekonomi kreatif. Hal tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap strategi pengembangan kain nampan untuk mendukung pelestarian seni budaya dan ekonomi kreatif lokal. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi revitalisasi kain nampan melalui pendekatan Cultural Product Design guna mendukung inovasi ekonomi kreatif di Lampung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan cultural product design. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, studi dokumentasi, kajian pustaka, serta analisis visual terhadap motif, teknik, fungsi, dan nilai simbolik kain nampan. Hasil pengumpulan data menjadi dasar dalam mengidentifikasi dan merumuskan strategi revitalisasi terhadap potensi pengembangan kain nampan dalam konteks fesyen dan produk kreatif kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi kain nampan dapat dilakukan melalui beberapa strategi, yaitu reinterpretasi visual motif tradisional, penguatan cultural storytelling, serta adaptasi nilai estetis tekstil ke dalam produk kontemporer. Strategi tersebut dapat diimplementasikan melalui pengembangan cultural branding, digitalisasi promosi kain nampan, penguatan dokumentasi visual, serta integrasi tradisi tekstil ini ke dalam industri fesyen dan industri kreatif kontemporer. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendekatan cultural product design dapat menjadi kerangka strategis dalam menghubungkan pelestarian budaya dengan pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa revitalisasi kain nampan tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga pada transformasi nilai budaya menjadi sumber inovasi ekonomi kreatif yang adaptif, kompetitif, dan relevan terhadap perkembangan industri fesyen kontemporer di Lampung.