Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Religious Moderation in Improving Social Harmony in Multicultural Society Fikri, M. Ahsanul; Prakosa, Prakosa; Tara, Alifia; Zeny , Rahmawati
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): November
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v5i1.3256

Abstract

This community service is carried out with the aim of raising public awareness of the importance of religious moderation in creating and improving social harmony in a multicultural society. Religious moderation refers to an approach that emphasizes balance, tolerance, and respect between individuals with different beliefs. The purpose of this community service is to educate and provide an understanding of the role of religious moderation in building social harmony and reducing conflict in a society with diverse backgrounds. The results of the community service activities show that religious moderation plays an important role in preventing inter-religious conflict, supporting an inclusive society, and preventing religious radicalization. Religious moderation also contributes to increasing the ability for dialogue and cooperation between communities of different beliefs. In addition, activities such as religious moderation workshops and eco-enzyme training held by UIN Walisongo Semarang strengthen social relations, promote moderation values, and teach new skills that are beneficial to the environment. Religious moderation is able to create a harmonious and inclusive society by respecting differences, and providing significant benefits through collaboration in social and environmental activities.
ANALISIS KERUNTUHAN BENDUNGAN PT ANEKA TAMBANG - UBPE PONGKOR Prakosa, Prakosa; Saentya, Saentya
Prosiding Temu Profesi Tahunan PERHAPI 2023: PROSIDING TEMU PROFESI TAHUNAN PERHAPI
Publisher : PERHAPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini Pemerintah Indonesia mulai memberi perhatian yang cukup besar akan kemungkinan adanya bencana yang ditimbulkan akibat runtuhnya suatu bendungan. Tujuan dalam analisis keruntuhan bendungan adalah untuk mengetahui sejauh mana potensi bahaya dan akibat yang dapat ditimbulkan jika terjadi keruntuhan bendungan. Kemungkinan adanya bencana yang ditimbulkan akibat runtuhnya suatu bendungan diakibatkan oleh overtopping dimana air yang melimpas melalui puncak bendungan menyebabkan terjadinya erosi serta longsoran pada tubuh bendungan khususnya pada bendungan tipe urugan tanah. Analisis keruntuhan bendungan meliputi analisis data topografi, hidrologi, serta analisis perhitungan berbagai alternatif pengeluaran debit air dari waduk yang melebihi kapasitas daya tampung, sehingga didapatkan analisis keruntuhan bendungan dalam berbagai alternatif tingkat kerusakan bendungan, dan dapat menentukan klasifikasi tingkat bahayanya. Daerah hilir bendungan Pongkor yang terkena dampak langsung dari banjir akibat runtuhnya bendungan terbagi menjadi 2 zona yaitu kedalaman air 0,5 - 1 m sejauh 150 m dari bendungan dengan perkiraan waktu banjir 5 menit dengan luas 7.96 ha, dan kedalaman air 1 - 1.5 m sejauh 380 m dari bendungan dengan perkiraan waktu banjir 10 menit seluas 3.9 ha. Berdasarkan penentuan klasifikasi daerah bahaya kedalaman banjir, secara umum desa yang terkena dampak termasuk dalam kategori daerah bahaya 2 (0.5 – 2 m)