Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Inklusivitas Masyarakat Desa Pekuncen Terhadap Komunitas Bonokeling di Desa Pekuncen Banyumas Permatasari, Sri Metaria; Handika, Pamungkas; Amal , Islakhul; Fiyana, Riska; Pasha, Shaila Thaliida; Auliasari, Filza Nabila
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 8 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v8i2.35565

Abstract

Pekuncen Village, located in Jatilawang Sub-district, Banyumas Regency, is one form of implementation of the inclusivity process in the Bonokeling Customary Community and the public or religious pluralistic Islam. This research aims to explain the process of acceptance, recognition, and openness that is mutually sustainable between belief systems and cultures. This research uses a qualitative method of descriptive analysis with data collection techniques in the form of interviews, observation, and documentation. The results showed that economic, political, and religious fields can influence the inclusiveness to produce harmonization in Pekuncen Village with the subordinate conditions of the Bonokeling Community who still maintain their beliefs. However, it still creates a religiously pluralistic environment where everyone is free to practice their beliefs without fear of discrimination or social pressure.  Abstrak Desa Pekuncen berada di Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas menjadi salah satu bentuk implementasi terjadinya proses inklusivitas pada Komunitas Adat Bonokeling dan masyarakat umum atau religius pluralistik islam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan proses penerimaan, pengakuan, serta keterbukaan yang saling berkesinambungan antara system kepercayaan dan budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif analisis deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa bidang ekonomi, politik, dan keagamaan dapat mempengaruhi terjadinya inklusivitas sehingga menghasilkan harmonisasi di Desa Pekuncen dengan kondisi subordinat Komunitas Bonokeling yang masih mempertahankan keyakinan mereka. Namun tetap tercipta lingkungan yang religius pluralistik dimana setiap individu bebas mempraktikkan keyakinannya tanpa takut akan diskriminasi atau tekanan sosial.
Analisis Persepsi Masyarakat tentang Program BLT di Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten banyumas Sabrina, Laila; Faqih, Annida; Ayuadela, Cika; Adim Fadilah, Ibnu Nur; Fiyana, Riska; Kyla Ananta, Muhammad Revanza; Dewi, Ratna
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i1.2377

Abstract

BLT (Bantuan Langsung Tunai) merupakan program yang dilaksanakan oleh pemerintah                                                      berupa pemberian bantuan finansial kepada masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi. Sasaran utama dari program BLT yaitu masyarakat kelas menengah ke bawah atau masyarakat kurang mampu. Selama pelaksanaannya, program BLT banyak       memunculkan persepsi tidak hanya dari masyarakat yang menerima, melainkan juga dari seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, pengabdian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat tentang adanya program BLT, khususnya masyarakat di Kelurahan Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara. Dalam mengumpulkan data mengenai persepsi masyarakat, pengabdian ini menggunakan metode kuantitatif berupa survei dengan menggunakan   angket   (kuesioner).   Hasil   pengabdian   menunjukkan   bahwa   persepsi masyarakat Kelurahan Bobosan tentang adanya program BLT sangat bervariasi. Sebagian besar responden menganggap program BLT ini sebagai salah satu langkah positif pemerintah dalam membantu masyarakat yang kekurangan secara ekonomi. Mayoritas masyarakat juga mengatakan bahwa program BLT di Kelurahan Bobosan sudah sesuai dengan yang diharapkan.