Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ASMAT: Jurnal Pengabmas

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI DESA KABUNA Nitsae, Veronika; Tes Mau, Djulianus
ASMAT: Jurnal Pengabmas Vol. 3 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/ajp.v3i1.61

Abstract

Survey menunjukkan masih banyak kader yang belum berperan aktif dalam melakukan perannya dalam deteksi dini rumbuh kembang balita dan sebanyak 77% kader dalam praktik pengukuran antropometri dan pengisian grafik pada KMS belum dilakukan sesuai prosedur yang benar. Kegiatan yang dilakukan oleh kader posyandu meliputi penimbangan balita, pengukuran tinggi badan atau panjang badan dan pengisian grafik pada KMS. Selain itu pengetahuan kader terkait stunting, deteksi dini tumbuh kembang, peran, tugas dan tanggungjawab kader posyandu sebagian besar dalam kategori cukup yaitu sebanyak 72,7%. Kegiatan dilakukan dengan mitra yaitu kader posyandu balita sebanyak 13 orang di Desa Kabuna. Kegiatan dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta keterampilan kader posyandu terkait pencegahan stunting dan deteksi dini penyimpangan pertumbuhan dan perkembangan pada balita. Kader posyandu mampu untuk mentranferkan ilmu kepada keluarga dengan balita stunting serta kader posyandu mampu melakukan pemantauan tumbuh kembang pada anak balita melalui program pendampingan melalui kunjungan rumah. Hasil menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu kategori baik 8 orang ( 61,53 %), dan kategori cukup 5 orang (38,46%). Hasil pendampingan menunjukkan peran kader dalam melakukan pemantauan balita secara benar sebanyak 11 orang dengan prosentase 84,46 % dan salah sebanyak 2 orang dengan prosentase 15,38 %. Pendampingan kader perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan kader dalam mendampingi keluarga balita berupa pemberian makanan tambahan (PMT) sehingga keluarga dapat memahami cara pengolahan makanan lokal dengan memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki oleh keluarga sebagai upaya mencapai gizi seimbang balita dalam pencegahan stunting.