Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Failure Mode And Effect Analysis Dalam Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien Ningsih, Kori Puspita; Santoso, Sugeng Santoso; Nursanti, Ida; Hernawan, Heri
Jurnal LINK Vol 20, No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11670

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama bagi semua fasilitas pelayanan kesehatan termasuk klinik. Salah satu upaya mencegah terjadinya suatu risiko menggunakan metode manajemen risiko. Manajemen risiko proaktif berbasis Failure Mode Effect Analysis (FMEA) merupakan upaya strategis yang disarankan dalam memitigasi risiko. Permasalahan prioritas Klinik Denkensyhah 04.04.02 adalah kurangnya pengetahuan terkait langkah-langkah melakukan FMEA. Urgency penerapan FMEA juga sesuai dengan standar akreditasi klinik. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan memberikan pelatihan urgency FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Metode dalam kegiatan PKM ini melalui pelatihan dengan metode ceramah, praktik dan diskusi, Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024. Secara menyeluruh kegiatan PKM berjalan lancar. Klinik Denkensyah 04.04.02 memiliki peluang untuk mengimplementasikan FMEA dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan. Metode pelatihan pada PKM ini cukup berhasil meningkatkan pengetahuan peserta yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata skor pre-post test sebesar 35 skor. Rata-rata skor awal sebesar 56 saat pre-test meingkat menjadi 91 saat post-test. Adanya peningkatan pengetahuan FMEA tersebut diharapkan akan berdampak pada sikap dan perilaku pimpinan maupun staff klinik dalam mengelola manajemen risiko proaktif berbasis FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Pelatihan Failure Mode And Effect Analysis Dalam Peningkatan Mutu Dan Keselamatan Pasien Ningsih, Kori Puspita; Santoso, Sugeng Santoso; Nursanti, Ida; Hernawan, Heri
Jurnal LINK Vol 20 No 2 (2024): NOVEMBER 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i2.11670

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama bagi semua fasilitas pelayanan kesehatan termasuk klinik. Salah satu upaya mencegah terjadinya suatu risiko menggunakan metode manajemen risiko. Manajemen risiko proaktif berbasis Failure Mode Effect Analysis (FMEA) merupakan upaya strategis yang disarankan dalam memitigasi risiko. Permasalahan prioritas Klinik Denkensyhah 04.04.02 adalah kurangnya pengetahuan terkait langkah-langkah melakukan FMEA. Urgency penerapan FMEA juga sesuai dengan standar akreditasi klinik. Oleh karena itu, PKM ini bertujuan memberikan pelatihan urgency FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien. Metode dalam kegiatan PKM ini melalui pelatihan dengan metode ceramah, praktik dan diskusi, Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024. Secara menyeluruh kegiatan PKM berjalan lancar. Klinik Denkensyah 04.04.02 memiliki peluang untuk mengimplementasikan FMEA dalam upaya peningkatan mutu dan keselamatan. Metode pelatihan pada PKM ini cukup berhasil meningkatkan pengetahuan peserta yang ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata skor pre-post test sebesar 35 skor. Rata-rata skor awal sebesar 56 saat pre-test meingkat menjadi 91 saat post-test. Adanya peningkatan pengetahuan FMEA tersebut diharapkan akan berdampak pada sikap dan perilaku pimpinan maupun staff klinik dalam mengelola manajemen risiko proaktif berbasis FMEA guna peningkatan mutu dan keselamatan pasien.
Four-Day Workweek in Indonesia’s Big Cities: Urgency and Legal Framework for Flexible Work in Labour Law Reform Ks, Shinta; Girsang, Fredsly Hendra Sardol; Widiyanti, Khairina; Santoso, Sugeng Santoso
Jurnal Ketenagakerjaan Vol 21 No 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Kebijakan Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47198/jnaker.v21i1.688

Abstract

This article offers normative input for Indonesia’s ongoing labour-law reform agenda by proposing a legal framework to govern a four-day workweek as part of broader flexible-work regulation. Indonesian working-time norms remain largely anchored in a 40-hour standard, while contemporary work arrangements, particularly hybrid (hibrida) and remote (jarak jauh) work, have heightened risks of working-time spillover, hidden overtime, and blurred boundaries between work and rest. Within this reform context, the study assesses the legal urgency and basis for regulating a four-day workweek and formulates a fair and safe implementation model through a proposal to establish a Flexible Work Chapter within a revised/new Labour Law and its implementing regulations. Using a normative-prescriptive legal method, the research applies statutory, conceptual, and comparative approaches, supported by desk-based evidence from published evaluations of four-day workweek trials in the UK and Iceland and scholarship on the European right to disconnect. The findings indicate that a four-day workweek may be operationalized through two legal models, compressed workweeks (40 hours/4 days) and reduced-hour workweeks (32–36 hours/4 days), each carrying distinct legal implications and risks, particularly in sectors and urban contexts where working-time control is difficult. Accordingly, safeguards are required, including wage protection, clear overtime limits and approval, transparent working-time recording (including for hybrid/remote arrangements), strengthened Occupational Safety and Health (OSH) and fatigue-risk management, and a right to disconnect framework. The article concludes that a Flexible Work Chapter is necessary to ensure flexibility remains consistent with worker-protection principles and legal certainty in working-time governance.