Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGATASI KESULITAN INSTALASI STRUKTUR DERICK FLARE STACK DI LEPAS PANTAI DENGAN METODE GIN POLE Sulardi, Sulardi Sulardi
AL-JAZARI JOURNAL SCIENTIFIC OF MECHANICAL ENGINEERING VOLUME 9, ISSUE 2, NOPEMBER 2024
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/al-jazari.v9i2.15767

Abstract

Kegiatan penting pembangunan kilang PT. Kilang Pertamina Balikpapan adalah pembangunan flare stack yang dibangun dilepas pantai. Penelitian bertujuan memberikan gambaran instalasi bangunan derick penopang flare stack baru setinggi 135 meter di lepas pantai. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan instalasi derick structure adalah kesulitan pemasangan derick structure dibagian atas. Penyebabnya adalah karena ketidak tersediaan alat angkat crane dengan kapasitas 250 ton dan tinggi boom 165 meter yang dioperasikan diatas ponton. Solusi mengatasi kesulitan alat angkat direncanakan adalah dengan membagi derick structure dalam 13 module, memasang section moduleĀ  section bawah dengan crane, sedangkan pengangkatan dan pemasangan section module atas dilakukan dengan alat gin pole berkapasitas angkat 10 ton. Alat gin pole adalah sejenis alat derek yang dipasang pada struktur new derick yang telah dipasang sebelumnya.Kata kunci : struktur derick, modul section, metode ginĀ 
Optimasi Produksi Fuel Gas dan LPG Pada Unit Flare Gas Recovery System Dengan Pengaturan Variabel Temperatur Alat Inter Cooler dan After Cooler Sulardi, Sulardi Sulardi
INFO-TEKNIK Vol 26, No 2 (2025): INFOTEKNIK VOL. 26 NO. 2 DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/infotek.v26i2.23007

Abstract

Permasalahan yang dihadapi adalah masih terbatasnya kapasitas produksi fuel gas dan produksi LPG pada unit flare gas recovery system. Tujuan penelitian adalah mengoptimalkan jumlah produksi fuel gas dan produksi dengan pengaturan variabel temperatur air pendingin pada peralatan inter cooler dan after cooler. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaturan temperature air pendingin intercooler pada 28-30oC dapat menghasilkan produksi fuel gas dari 30,5% menjadi 31,5% dan produksi LPG dari 3,1% menjadi 3,3% dari aliran feed intake. Pengaturan temperature air pendingin after cooler pada temperature 25-27oC dapat mengasilkan produksi fuel gas 29,5% dan produksi LPG 4.1%. Inovasi optimasi dengan pengaturan temperature air pendingin inter cooler dan after cooler dapat menjadi solusi pilihan jenis produksi apa yang akan dioptimasi pada unit FGRS. Kata kunci : optimasi, fuel gas, LPG, inter cooler, after cooler.