Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA PONDOK PESANTREN IKYA’UL ULUM DDI BARUGA KABUPATEN MAJENE PROVINSI SULAWAESI BARAT Abd. Fattah; Napis Djuaeni
MALAQBIQ Vol. 3 No. 2 (2024): Malaqbiq: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program pendampingan pembelajaran bahasa Arab di Pesantren Ikhya’ul ‘Ulum DDI Baruga bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran dan kemahiran berbahasa Arab, mencakup keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Pendampingan dilakukan melalui pendekatan kolegial, profesional, dan berbasis kebutuhan, mencakup sosialisasi, pengembangan perangkat pembelajaran berbasis Kurikulum 2013, serta penerapan metode saintifik dan interaktif. Hasil yang diharapkan adalah peningkatan kompetensi guru, perbaikan mutu pembelajaran, dan terciptanya solusi terhadap kendala pembelajaran bahasa Arab. Program ini juga bertujuan menjadikan pesantren sebagai model pendidikan yang inovatif dan berkelanjutan.
METODOLOGI PENGAIDAHAN NAHWU DALAM PEMIKIRAN IBNU HISYAM Abd. Fattah
AL MUALLAQAT Vol. 5 No. 1 (2025): Kajian Linguistik Arab dan Pembelajaran Bahasa Arab Kontemporer.
Publisher : Program Studi Bahasa dan Sastra Arab STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Hisyam al-Anṣārī dikenal sebagai salah satu tokoh berpengaruh dalam tradisi keilmuan nahwu, khususnya di Mesir. Kepribadiannya yang teliti dan kritis dalam menganalisis kaidah-kaidah Bahasa, menjadikannya tokoh sentral dalam pembentukan Mazhab Nahwu Mesir. Artikel ini mengeksplorasi pemikiran nahwu Ibnu Hisyam, menelusuri perjalanan intelektual dan latar belakang kehidupannya, hubungan intlektual dengan para gurunya, kontribusi terhadap para muridnya, serta karya-karyanya tentang nahwu maupun yang lainnya. Metode pemikiran nahwunya dibangun berdasarkan sejumlah adillah yang berlandaskan nas al-Qur’an dan sebagian qira’atnya, hadis-hadis Nabi, poisi dan prosa Arab klasik. Secara umum, Ibnu Hisyam lebih cenderung kepada pendapat ulama nahwu Mazhab Baṣrah, namun ia juga tidak segan mengadopsi pandangan dari Mazhab Kufah, Bagdad, atau Andalusia jika dalil-dalil mereka dinilai lebih kuat, karena ia menganut prinsip al-Intikhab dan al-Tarjikh (memilih pendapat berdasarkan kekuatan dalil).