Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Dinas Koprasi Dan Umkm Provinsi Nusa Tenggara Barat Dalam Meningkatkan Partisipasi Anggota Pada Rapat Tahunan Koprasi Sahputri, Masri Yanti; Huwaida, Husrina; Saputri, Wahyu; Hidayat, Rahmad
ARembeN Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2024): ARemBeN Edisi Desember
Publisher : CV. Ro Bema

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69688/aremben.v2i2.81

Abstract

Dalam rangka meningkatkan partisipasi anggota dalam rapat umum tahunan koperasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat), Dinas Koperasi dan UMKM menghadapi berbagai tantangan yang harus diatasi. Kurangnya kesadaran dan pemahaman Masalah: Anggota koperasi mungkin tidak memahami pentingnya rapat umum tahunan atau mungkin tidak menyadari manfaatnya yang tidak mereka sadari, dengan adanya Solusi: Kementerian Koperasi dan UMKM dapat melakukan kampanye penyadaran mengenai peran dan manfaat rapat umum tahunan bagi anggota dan koperasi secara keseluruhan. Pelatihan dan penjangkauan rutin juga dapat membantu meningkatkan pemahaman. Kegiatan Ini bertujuan untuk mengetahui peran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam meningkatkan keanggotaan Rapat Umum Tahunan Koperasi.Partisipasi mitra dalam pertemuan majelis umum sangat penting untuk memastikan bahwa koperasi akuntabel, transparan dan mampu mengambil keputusan yang baik. Dengan menggunakan studi kasus dan metode kualitatif, pengabdian ini melakukan wawancara mendalam terhadap pimpinan koperasi, anggota koperasi, dan perwakilan koperasi serta dinas usaha kecil dan menengah Nusa Tenggara Barat. Observasi dan analisis dokumen adalah metode lain yang digunakan untuk mengumpulkan data. Temuan menunjukkan bahwa NTB terlibat dalam meningkatkan partisipasi anggota melalui berbagai program dan kegiatan, seperti meningkatkan kesadaran akan pentingnya RAT, memberikan pelatihan pengelolaan koperasi, dan memberikan dukungan kepada anggota aktif. Namun pengabdian ini juga mengungkap banyak hambatan yang dihadapi, antara lain keterbatasan sumber daya, kurangnya informasi anggota, dan kendala struktural. Rekomendasi diberikan untuk meningkatkan strategi komunikasi, meningkatkan kerjasama antar departemen dan koperasi, dan meningkatkan teknologi informasi untuk memberikan dukungan yang lebih baik kepada anggota.
Socialization of Making Liquid Organic Fertilizer from Mango Leaves and Palm Sugar to Improve Community Knowledge and Skills Mardiah, Faijah; Rijal, Muhammad; Astuti, Lidya; Rosmiani, Ni Nengah; Sahputri, Masri Yanti; Tri Yunarni, Baiq Reinalda
Ihsanniat: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2024): Ihsanniat
Publisher : LP3M STAI At-Tahdzib Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61181/ihsanniat.v1i1.444

Abstract

The agricultural sector is a key element in Indonesia's economic development, but the excessive use of chemical fertilizers has led to a decrease in soil fertility and an increase in production costs. This research aims to improve the knowledge and skills of the people of Bentek Village through socialization of the manufacture of liquid organic fertilizer (LOF) made from mango leaves and palm sugar as an environmentally friendly solution. The research method used is a qualitative descriptive approach with a case study of socialization of LOF making in Bentek Village, Gangga District, North Lombok Regency. The results of the study show that the application of liquid organic fertilizer is able to increase agricultural productivity with rice yields increasing by 12% and vegetables by up to 15%, as well as reducing production costs by up to 25%. In addition, the use of LOF improves soil quality with the addition of organic matter by 10-15% and water retention by up to 18%, which contributes to the sustainability of agriculture in the village. This socialization program not only has a positive impact on farmers, but also increases the interest of the younger generation to be involved in environmentally friendly agriculture. The socialization of liquid organic fertilizer technology has succeeded in providing significant economic and environmental benefits, reducing dependence on chemical fertilizers, and strengthening the economic resilience of the community. Ongoing support from the government and related institutions is urgently needed to ensure the sustainability of this program and expand its implementation.