Krisis moral yang melanda masyarakat modern menunjukkan lemahnya landasan etis yang bersifat transendental. Globalisasi, kemajuan teknologi, dan relativisme nilai telah mendorong pergeseran standar baik dan buruk yang bergantung pada rasionalitas dan konsensus sosial. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji akhlak dalam perspektif Islam sebagai jalan lurus moralitas yang mampu memberikan arah dan konsistensi nilai dalam kehidupan individu, sosial, dan peradaban. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research). Sumber data primer berasal dari al-Qur’an dan hadis, sedangkan sumber sekunder meliputi buku, jurnal, dan karya ilmiah yang membahas akhlak, moralitas, dan etika sekuler. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis kritis untuk membandingkan konsep akhlak Islam dengan moralitas sekuler. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak Islam memiliki keunggulan sebagai moralitas transendental yang bersumber dari wahyu, sehingga mampu menjaga konsistensi nilai baik dan buruk serta mencegah relativisme moral. Akhlak berimplikasi langsung pada pembentukan kepribadian individu yang berintegritas, penciptaan tatanan sosial yang adil dan harmonis, serta pembangunan peradaban yang bermartabat dan berkelanjutan. Dengan demikian, akhlak sebagai jalan lurus moralitas merupakan fondasi fundamental yang relevan dan mendesak untuk diaktualisasikan dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern.