Tanah dasar adalah pondasi bagi perkerasan jalan, dimana tanah dasar menerima beban kendaraan yang di salurkan dari perkerasan jalan. Tanah dasar yang daya dukungnya rendah dapat diperbaiki dengan metode stabilisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan fly ash dan kapur terhadap stabilisasi tanah lempung ekspansif. Studi penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental di Laboratorium Mekanika Tanah, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sultan Agung Semarang. Pengujian yang dilakukan antara lain pengujian karakteristik fisik dan mekanik. Pengujian karakteristik fisik meliputi uji batas kosistensi tanah, berat jenis, Sieve analysis & Hydrometer dan untuk pengujian mekanis meliputi pengujian uji proctor standart, Direct shear, CBR (California Bearing Ratio). Hasil pengujian tanah asli diperoleh jenis tanah di lokasi pengujian adalah tanah lempung ekspansif. Hal ini dapat dilihat dari uji Indeks Plastisitas (IP) sebesar 28,30% termasuk kategori tanah potensi mengembang sedang – tinggi (Chen, 1975). Hasil uji stabilisasi dengan penambahan fly ash dan kapur yaitu uji Atterberg Limit diketahui indeks plastisitas (IP) terendah 8,88% pada campuran 15% fly ash dan 5% kapur. Hasil uji Direct Shear, nilai kohesi tertinggi (c) dan sudut geser dalam (φ) paling tinggi sebesar 0,203 kg/cm2 dan 21,84° pada campuran sampel 25% fly ash dan 5% kapur. Penambahan fly ash dan Kapur juga dapat menaikan nilai CBR sebesar 18,50% pada campuran 25% fly ash dan 5% kapur. Dari penambahan fly ash dan kapur dapat diketahui semakin banyak penambahan bahan campuran dapat meningkatkan daya dukung tanah.Kata Kunci: Lempung Ekspansif, Stabilisasi, Fly ash, Kapur