Wihayanti, Titik
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimasi Manajemen Pengetahuan di Perpustakaan Kementan: Pendekatan Framework Terpadu Wihayanti, Titik; Kartini, Ani; Adillah, Muhammad Fauzan Nur; Lubis, Muharman
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 7, No 1.1 (2024)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v7i1.6840

Abstract

Perpustakaan Kementan memiliki peran penting dalam mendukung sektor pertanianan melalui penyediaan akses terhadap pengetahuan dan informasi yang relevan. Namun dalam penerapannya berbagai kendala ditemukan seperti keterbatan pemanfaatan teknologi, belum terbentuknya budaya berbagi pengetahuan, dan keterbatasan mekanisme pengelolaan pengetahuan yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah framework terpadu untuk mengoptimalkan manajemen pengetahuan di Perpustakaan Kementan. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur yang komprehensif untuk mengidentifikasi kebutuhan pengelolaan pengetahuan di perpustakaan Kementan. Framework yang dikembangkan mengacu pada pada Knowledge Management Framework for University Libraries (de Bem et al. 2016) dan disesuaikan dengan kebutuhan spesifik Perpustakaan Kementan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan komunikasi antar unit kerja, pengembangan sistem pengelolaan pengetahuan yang terstruktur, dan integrasi teknologi informasi adalah langkah-langkah kunci untuk mengatasi tantangan yang ada. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam literatur manajemen pengetahuan dan praktis, serta dapat menjadi panduan bagi perpustakaan lain dalam menghadapi tantangan serupa. Kata kunci: framework manajemen pengetahuan, manajemen pengetahuan perpustakaan, perpustakaan Kementan
Perbandingan Kinerja Algoritma YOLOv5 dan YOLOv8 Pada Deteksi Kecurangan Ujian Berbasis Foto Cahyo, Whika; Fatichah, Chastine; Wihayanti, Titik
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 dan peralihan pembelajaran ke sistem daring menciptakan tantangan baru dalam pengawasan ujian. Sebuah studi sistematis menemukan bahwa tingkat kecurangan dalam ujian daring melonjak hingga 55% selama pandemi sehingga hal ini mendorong dibutuhkannya sistem pengawasan ujian yang adaptif dan cerdas melalui pemanfaatan teknologi deteksi objek menggunakan YOLO. Sejumlah penelitian terdahulu telah mengimplementasikan YOLOv5 dan YOLOv8 dalam sistem pengawasan ujian dan melaporkan performa yang tinggi pada berbagai skenario deteksi kecurangan. Namun hingga saat ini masih terbatas penelitian yang secara langsung membandingkan kinerja dua algoritma ini untuk konteks kecurangan ujian sehingga klaim keunggulan masing-masing belum sepenuhnya didukung oleh analisis komparatif yang terstandarisasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis perbandingan kinerja kinerja algoritma YOLOv5 dan YOLOv8 dalam mendeteksi indikasi kecurangan ujian berbasis foto. Perbandingannya didasarkan pada hasil metrik evaluasi kuantitatif yaitu precision, recall, dan mean Average Precision (mAP) setelah kedua model diuji dengan dataset dan jumlah epoch yang sama. Hasil penelitian menunjukan kedua model memliki perbedaan karakteristik kinerja, di mana YOLOv5 unggul pada nilai precision dan mAP, sehingga lebih akurat dan sesuai untuk sistem pengawasan ujian dengan tingkat kesalahan deteksi rendah, sementara model YOLOv8 memiliki nilai recall lebih tinggi, khususnya pada kelas cheating, yang menunjukkan sensitivitas deteksi lebih baik dan lebih sesuai untuk sistem proctoring yang menekankan kelengkapan deteksi kecurangan. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa dasar rekomendasi implementatif bagi pengembangan sistem proctoring otomatis sesuai kebutuhan operasional, apakah menekankan minimisasi kesalahan deteksi atau kelengkapan identifikasi kecurangan