Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

MEROKOK DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Nash-Nash Antara Haram Dan Makruh) Rezi, Muhamad; Sasmiarti, Sasmiarti
Alhurriyah Vol 3 No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v3i1.534

Abstract

Rokok pada awalnya berupa tembakau yang dibakar dan dihisap melalui sebuah pipa. Kegiatan ini awalnya dilakukan pada saat berkumpulnya beberapa suku untuk mempererat hubungan antar suku yang berbeda. Di Indonesia, merokok sudah menjadi hal yang biasa secara turun temurun. Pada artikel ini, penulis akan mencoba untuk mengkaji hukum tentang merokok. Karena fenomena yang kita saksikan saat ini dirasa sudah cukup untuk membuktikan bahwa rokok sudah menjadi kebutuhan sebagian masyarakat indonesia saat ini dan ada juga yang memakainya sebagai sampingan saja. Berangkat dari berbagai dalil yang telah dipaparkan sebelumnya baik dari Alquran maupun Hadis serta beberapa pendapat Ulama tentang dalil-dalil tersebut, maka penulis menyimpulkan bahwa hukum merokok bersifat kasuistis. Adakalanya dapat dikatakan haram dan adakalanya bersifat makruh tanzih.
MEROKOK DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (Studi Nash-Nash Antara Haram Dan Makruh) Rezi, Muhamad; Sasmiarti, Sasmiarti
Alhurriyah Vol 3 No 1 (2018): Januari-Juni 2018
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/alhurriyah.v3i1.534

Abstract

Rokok pada awalnya berupa tembakau yang dibakar dan dihisap melalui sebuah pipa. Kegiatan ini awalnya dilakukan pada saat berkumpulnya beberapa suku untuk mempererat hubungan antar suku yang berbeda. Di Indonesia, merokok sudah menjadi hal yang biasa secara turun temurun. Pada artikel ini, penulis akan mencoba untuk mengkaji hukum tentang merokok. Karena fenomena yang kita saksikan saat ini dirasa sudah cukup untuk membuktikan bahwa rokok sudah menjadi kebutuhan sebagian masyarakat indonesia saat ini dan ada juga yang memakainya sebagai sampingan saja. Berangkat dari berbagai dalil yang telah dipaparkan sebelumnya baik dari Alquran maupun Hadis serta beberapa pendapat Ulama tentang dalil-dalil tersebut, maka penulis menyimpulkan bahwa hukum merokok bersifat kasuistis. Adakalanya dapat dikatakan haram dan adakalanya bersifat makruh tanzih.
BAKAIN DUO: Reaffirming The Symbols, Identity, And Sharia-Based Modesty (ʿAwrah) In The Attire Of Bundo Kanduang In Minangkabau Sasmiarti, Sasmiarti; Busyro, Busyro; Manap, Norhoneydayatie Abdul
Hukum Islam Vol 25, No 2 (2025): ISLAMIC LAW
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/hi.v25i2.38258

Abstract

Studies on women's aurat in Islam often focus on universal normative-theological approaches, thus ignoring the dynamics of locality and cultural symbolism. In Minangkabau, the traditional dress bakain duo worn by Bundo Kanduang contains complex symbolic meanings, but has not been interpreted in the frame of aurat verses. This research aims to reinterpret the bakain duo symbol as an articulation of identity, sharia, and culture in Minangkabau Muslim society. Using a qualitative approach and semiotic analysis, this study dialogues classical and contemporary interpretations of the aurat verses with local cultural narratives. The main literature includes works of Qur'anic tafsir, gender studies in Islam, and Minangkabau symbolic anthropology. The results of the discussion show that bakain duo is not only a symbol of traditional modesty, but also an expression of local interpretation of the Shari'ah of aurat that functions as a marker of female identity. The conclusion of this research emphasizes that local cultural symbols can be a medium of contextual interpretation.