Ocsanda, Devina
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prasasti Plosorejo sebagai Data Baru Masa Sindok dalam Sejarah Indonesia Kuno: Kajian Struktur dan Penanggalan: Prasasti Plosorejo sebagai Data Baru Masa Sindok dalam Sejarah Indonesia Kuno: Kajian Struktur dan Penanggalan Ocsanda, Devina
Berkala Arkeologi Vol. 44 No. 2 (2024)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jba.2024.6055

Abstract

The Plosorejo inscription, which has been established as a cultural heritage at the district/city level, has not yet been published in its complete edition. The research on Plosorejo Inscription resulted several new findings that can contribute to the addition of data in ancient Indonesian history. This research is an epigraphic research or text-aided archaeology with text as the main focus to reconstruct ancient Indonesian history. This paper presents the results of script translation, structure analysis, and dating analysis. The result of this research shows that Plosorejo Inscription has two parts, which are Plosorejo A and B Inscriptions. The structure of the inscription shows an indication that the inscription has two dates that begin two different decrees regarding sīma that are interrelated. The date that is still legible in the Plosorejo inscription, 852 Ś/930 AD, is the date that begins the Plosorejo B inscription. The inscription was published in that year or even earlier. Based on the dating component, the figure of Sri Maharaja whose name is no longer legible refers to Siṇḍok. Therefore, the Plosorejo Inscription can be placed to the early inscriptions of the Siṇḍok Period
Upaya memaknai kembali Banyu Penguripan: Kearifan lokal masyarakat Kudus sebagai strategi penyediaan air bersih berkelanjutan Ocsanda, Devina; Ardianto, Tiyo; Munir, Adelin Gusman; Aisyah, Nurma; Sartini, Sartini
Patra Widya: Seri Penerbitan Penelitian Sejarah dan Budaya. Vol. 25 No. 2 (2024)
Publisher : Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52829/pw.526

Abstract

Masjid Menara Kudus di bawah kepengurusan Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus membangun sebuah narasi besar mengenai Banyu Penguripan yang lekat dengan ajaran Sunan Kudus. Di luar narasi tersebut, masyarakat mengenal konsep air sebagai kunci kehidupan merespons kebutuhan mutlak akan air. Krisis air bersih menjadi masalah tingkat global yang sangat mendesak untuk diselesaikan. Riset mengenai Banyu Penguripan pada Masyarakat Kabupaten Kudus bertujuan untuk melihat strategi penyediaan air bersih berkelanjutan berbasis kearifan lokal. Riset ini merupakan riset deskriptif kualitatif dengan menggunakan kerangka teoretis ekologi spiritual sebagai landasan analisis. Riset ini menghasilkan tiga temuan penting. Banyu Penguripan yang dikenal masyarakat Kudus memiliki historisitas terkait sinkretisme kepercayaan terhadap danyang, dewi, dan tokoh penyebar Islam (dalam Masa Pra-Islam, Masa Islam Awal, dan Masa Islam Lanjut). Dalam kerangka ekologi spiritual, Banyu Penguripan memengaruhi masyarakat dalam berinteraksi dengan lingkungan dalam dimensi sakral. Banyu Penguripan dapat dipandang sebagai kearifan lokal yang mengajarkan cara konservasi air.