Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RESTORATIVE JUSTICE TERHADAP PELAKU DALAM PENANGANAN TINDAK PIDANA ANAK DI INDONESIA Gabi Kariza Ilhami; Juwita Damayanti Sihotang; Arief Anshori; Rahmad Alief Pharmadi
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 11 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i11.789

Abstract

Tindak pidana yang melibatkan anak sebagai pelaku menjadi perhatian khusus dalam sistem peradilan pidana di Indonesia. Penulisan pada artikel ini berfokus membahas peran Restorative Justice (Keadilan Restoratif) dalam penanganan tindak pidana anak di Indonesia, yang berfokus pada pemulihan hubungan antara pelaku, korban, dan masyarakat, serta rehabilitasi anak pelaku untuk reintegrasi sosial. Penerapan konsep ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, yang berupaya menghindari hukuman penjara sebagai pilihan utama. Meskipun Restorative Justice memiliki potensi untuk meningkatkan perlindungan hak anak, penerapannya masih menghadapi tantangan seperti pemahaman yang terbatas dari penegak hukum, kurangnya sumber daya, dan resistensi dari korban serta masyarakat. Keunggulan pendekatan ini, termasuk pemulihan hubungan sosial dan partisipasi aktif semua pihak, menunjukkan pentingnya Restorative Justice dalam menangani tindak pidana anak. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi, disarankan pelatihan bagi penegak hukum, peningkatan dukungan masyarakat, dan penyediaan infrastruktur yang memadai, sehingga Restorative Justice dapat menjadi solusi yang lebih baik dalam penanganan tindak pidana anak di Indonesia.
ANALISIS IMPLEMENTASI HAK-HAK TAHANAN DI RUTAN KELAS I SURABAYA DALAM PERSPEKTIF SISTEM PEMASYARAKATAN Juwita Damayanti Sihotang; Krisniati Br.Damanik
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/7qvbje57

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi hak-hak tahanan di Rutan Kelas I Surabaya dalam perspektif Sistem Pemasyarakatan, yang menekankan pada penghormatan hak asasi manusia (HAM). Menggunakan metode yuridis empiris (studi normatif dan observasi lapangan), penelitian ini menelaah kesenjangan antara amanat regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 , dengan praktik pemenuhan hak dasar di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rutan Kelas I Surabaya telah berupaya memenuhi hak-hak tahanan, termasuk pelayanan kesehatan, makanan, ibadah, komunikasi, bantuan hukum, pembinaan, dan keamanan. Namun, upaya tersebut terhambat secara signifikan oleh faktor struktural, terutama overkapasitas. Overkapasitas ini memperburuk kualitas sanitasi, meningkatkan risiko penyakit, membuat pelayanan kesehatan tidak optimal (termasuk kekurangan obat), membatasi ruang ibadah dan kunjungan, serta mengurangi efektivitas pembinaan dan keamanan. Selain itu, keterbatasan anggaran untuk makanan dan kebutuhan dasar , serta kekurangan sumber daya manusia (tenaga medis, pembimbing, instruktur) , menjadi hambatan nyata dalam mencapai standar pelayanan minimal. Diperlukan perbaikan kelembagaan, peningkatan alokasi anggaran, dan kebijakan de-congestion untuk mengoptimalkan pemenuhan hak-hak dasar tahanan.