Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HADIS DI MADINAH (DARI MASA KELAHIRAN HINGGA PEMBUKUANNYA) Syaifulloh Arif; Ikwamul Qolbi; Fatichatus Sya’diyah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1165

Abstract

Kota Madinah merupakan salah satu kota yang disebut sebagai pusat peradaban hadis. di kota inilah hadis tumbuh pesat mulai dari masa Rasululallah, sahabat, dan ta>bi`i>n hingga seterusnya sebagaimana pertumbuhan agama islam di kota tersebut. Masa Rasulullah disebut sebagai masa pertumbuhan atau kelahiran hadis. Sebab saat itu hadis terus bermunculan seiring dengan sabda Rasulullah dan perbuatan beliau yang kemudian diikuti oleh para sahabatnya. Oleh karena itu, Tulisan ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses kajian, periwayatan, serta upaya umat muslim untuk memelihara hadis di Madinah semenjak masa kelahiran hadis yaitu pada saat Rasulullah masih hidup dan masih aktif memberikan fatwa kepada umat muslim, yang kemudian fatwa tersebut menjadi cikal bakal lahirnya hadis. sampai kepada masa kodifikasinya pada masa khalifah `Umar ibn ` Abd al-`Azi>z yang berinisiatif untuk melakukan kodifikasi hadis sehingga beliau memberikan perintah kepada gubernur Madinah, Abu> Bakar ibn Muh}ammad yang juga merupakan ulama dan perawi hadis. Penelitian ini merupakan penelitian library research (kajian kepustakaan) yang mana kami menggunakan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Tulisan ini sampai pada temuan bahwa kajian dan upaya pemeliharaan terhadap keauntentikan suatu hadis di Madinah sudah ada semenjak masa Rasulullah, hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa riwayat yang mengatakan bahwa Rasulullah menggelar suatu majelis yang dihadiri oleh hampir semua sahabat kemudian sahabat menghafal semua yang disampaikan oleh beliau, dan beberapa dari mereka melakukan mura>ja`ah dan mudha>karah baik itu dilakukan secara pribadi ataupun dilakukan bersama dengan sahabat yang lain. Bahkan ada juga yang mendiktekan (membaca ulang hafalannya) secara langsung kepada Rasulullah saw. Selain itu, ada sebagian sahabat yang menulis apa yang mereka dengar dari Rasulullah meskipun sempat ada larangan dari beliau.
KUATNYA ILMU HADIST KHURASAN (DENGAN LAHIRNYA ULAMA HADIST TERKEMUKA) As’adussholihin; Ahmad Fauzan Ali Afsa; Fatichatus Sya’diyah
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1435

Abstract

Dalam hukum islam rujukan setelah Al-Furqan ialah hadist atau sunnah. Menurut jumhur ulama, kedudukan hadist bila ditinjau dari statusnya sebagai hujjah serta pedoman umat Islam  yang menempati kedudukan kedua setelah Al-Furqan. Hal ini bisa terjadi terutama ditinjau dari sifatnya Al-Furqan yang qaṭ`ī (pasti), sementara Sunnah yang bukan mutawatir sifatnya bersifat zanni (relatif). Perkembangan hadist sangatlah pesat baik di tempat kelahirannya (madinah) serta keberbagai kota yang telah ditahlukkan islam. Ajaibnya perkembangan khazanah ilmu hadist masih membumi sampai sekarang sehingga para perawi yang me-manuskripkan hadist-hadist yang awalnya hanya di hafal menjadi sangat terkenal dan menjadi bahan perbincangan bagi pengkaji hadist. Oleh karena itu artikel ini dibuat untuk mengungkap kentalnya khazanah keilmuan hadist yang awalnya berkembang di Madinah sehingga bisa menyebar ke berbagai kota yang ditahlukkan oleh islam seperti: Kuffah, Basrah, Syam, Maghribi, Andalusia, Yaman dan Kurasan.  Artikel ini berfokus terhadap kota Khurasan yang merupakan salah satu pusat peradan  hadist setelah kota Madinah dan lainnya, yang hal ini ditandai dengan lahirnya berbagai ulma’ besar hadist pada abad 3 Hijriyah akhir sampai 4 Hijryah awal, sehingga namnya masih di sebut sampai sekarang.  Artikel  ini dibuat dengan penelitian keperpustakaan atau library research (kajian kepustakaan) disertai dengan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Sehingga hasil dari artikel yang berada di tangan pembaca ini menjabarkan tentang sejarah masuknya islam ke kota Khurasan serta kentalnya ilmu hadist, sehingga melahirkan imam-imam besar seperti: imam Al-Bukhari, imam Muslim, Al-darami, serta Al-Hakim, Muhammad ibn Yusuf Al-Firyabi. Yang kesemuanya itu adalah hasil dari kiatnya para sahabat serta tabi’in yang menjaga akan ke-autentikan hadist.