Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENERAPAN BAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM ETIKA BISNIS AKUNTAN PUBLIK Nur Farhanah Kurnianingsih; Sri Endang Wahzuwy; Septia Rizqi Nur Abni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1218

Abstract

Penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam etika bisnis akuntan publik memiliki peranan yang sangat penting dalam menciptakan komunikasi yang jelas, profesional, dan transparan. Sebagai profesi yang berhubungan langsung dengan informasi keuangan, perpajakan, serta aspek penting lainnya, akuntan publik dituntut untuk menyampaikan laporan dan informasi secara akurat dan dapat dipahami oleh berbagai pihak. Penggunaan bahasa yang tepat dalam komunikasi tertulis dan lisan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam membangun hubungan yang baik antara akuntan publik dengan klien, otoritas pajak, serta publik. Etika bisnis dalam akuntan publik menuntut adanya integritas, transparansi, dan objektivitas. Oleh karena itu, penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi bagian integral dari etika profesi. Dengan menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah yang benar, akuntan publik dapat menghindari kesalahpahaman yang bisa merugikan klien dan pihak lain yang terlibat. Selain itu, bahasa yang jelas dan tepat juga berfungsi untuk membangun citra profesional, meningkatkan kepercayaan klien, serta memastikan bahwa informasi yang disampaikan memiliki kredibilitas yang tinggi. Penerapan bahasa yang baik dalam etika bisnis akuntan publik juga mencakup kemampuan untuk menyusun laporan keuangan yang mudah dipahami dan sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Dalam dunia yang semakin terhubung dan transparan, komunikasi yang efektif dan akurat menjadi elemen yang sangat vital dalam menjaga reputasi dan integritas profesi. Artikel ini membahas bagaimana penerapan bahasa Indonesia yang baik dan benar dapat mendukung akuntan publik dalam menjalankan tugasnya dengan lebih profesional dan beretika, serta memperkuat hubungan dengan klien dan pihak terkait lainnya. Melalui pemahaman yang baik tentang kaidah bahasa, akuntan publik dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan memastikan kepatuhan terhadap standar etika profesi.
KONTRIBUSI BAHASA INDONESIA DALAM MEMAJUKAN SEKTOR PARIWISATA Septia Rizqi Nur Abni; Dwina Artie Joelly; Natasya Rosiani Bessy; Novanda Rahma Ayumi Savira
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1272

Abstract

Bahasa Indonesia memainkan peran strategis dalam memajukan sektor pariwisata sebagai alat komunikasi yang menjembatani wisatawan dengan masyarakat lokal. Pentingnya komunikasi yang efektif dalam mendukung pengalaman wisatawan, promosi budaya, dan pengembangan destinasi pariwisata di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi Bahasa Indonesia dalam meningkatkan kualitas layanan, mempromosikan budaya lokal, dan mendorong pertumbuhan ekonomi pariwisata. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka, dengan mengkaji berbagai literatur terkait pemanfaatan Bahasa Indonesia dalam industri pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia mendukung sektor pariwisata melalui berbagai cara, seperti penyediaan informasi yang jelas dalam promosi wisata, pelatihan bagi pemandu wisata, dan peningkatan komunikasi antara pelaku pariwisata dengan wisatawan. Pembahasan mengungkapkan bahwa pemanfaatan Bahasa Indonesia yang efektif dapat meningkatkan kepuasan wisatawan, memperkuat apresiasi mereka terhadap budaya lokal, serta mendorong mereka untuk merekomendasikan destinasi tersebut kepada orang lain. Selain itu, penggunaan Bahasa Indonesia juga berperan dalam melestarikan budaya melalui penyampaian nilai-nilai tradisi kepada wisatawan
STRATEGI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA DALAMPROMOSI PARIWISATA DI ERA DIGITAL Septia Rizqi Nur Abni; Fiola Oktafiana Ronda Utari; Larasayu Sakti Azzahra; Virda Anindya
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1335

Abstract

Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor pariwisata. Promosi pariwisata yang sebelumnya dilakukan secara konvensional kini beralih ke media digital, yang memanfaatkan teknologi sebagai sarana utama untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Perubahan ini menuntut penggunaan bahasa yang tidak hanya informatif tetapi juga menarik, persuasif, dan sesuai dengan karakteristik platform digital. Dalam konteks ini, Bahasa Indonesia memiliki peran strategis sebagai alat komunikasi utama untuk memperkenalkan destinasi wisata kepada masyarakat lokal maupun global. Penulisan artikel ini bertujuan untuk merumuskan strategi penggunaan Bahasa Indonesia yang efektif dalam promosi pariwisata di era digital. Bahasa tidak lagi hanya menjadi medium penyampaian informasi, tetapi juga elemen penting dalam membangun citra positif destinasi wisata. Pemilihan kata, gaya bahasa, serta penyesuaian dengan norma kebahasaan dan budaya lokal menjadi kunci keberhasilan konten digital yang mampu menarik perhatian wisatawan. Selain itu, strategi ini juga mempertimbangkan perbedaan karakteristik platform digital, seperti media sosial, situs web, blog, hingga aplikasi berbasis wisata, yang masing-masing memiliki cara komunikasi yang khas. Metode penelitian dalam artikel ini melibatkan analisis terhadap praktik promosi digital yang ada, kajian teori kebahasaan, serta pendekatan budaya untuk memastikan konten promosi relevan dan tepat sasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan nilai budaya lokal mampu meningkatkan daya tarik konten promosi, memperkuat branding destinasi, serta menciptakan koneksi emosional dengan audiens. Dengan penerapan strategi bahasa yang terarah, diharapkan promosi pariwisata Indonesia dapat bersaing di tingkat global, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di era digital. Rekomendasi praktis juga diberikan bagi para pengelola pariwisata untuk memaksimalkan potensi promosi digital dengan menggunakan Bahasa Indonesia sebagai media utama yang efektif dan inovatif
MEMBANGUN NARASI WISATA YANG AUTENTIK  DENGAN BAHASA INDONESIA DI  KOTA PAHLAWAN SURABAYA Yanna Abelia Sari; Aisusya Nikci Yesi Januarti; Muhammad Fauzi Priyo S.; Septia Rizqi Nur Abni
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 12 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Desember
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i12.1382

Abstract

Surabaya, kota dengan sejarah panjang dan semangat juang yang kuat, menyimpan potensi wisata luar biasa yang belum termanfaatkan secara maksimal. Persaingan ketat dalam industri pariwisata modern mengharuskan strategi inovatif untuk mengangkat daya tarik Surabaya. Artikel ini mengkaji pentingnya membangun narasi wisata autentik berbasis bahasa Indonesia,  dengan tujuan memperkenalkan keindahan Surabaya dan memperkuat identitas budaya dan bahasanya.  Strategi kunci yang diusung adalah integrasi elemen lokal, khususnya dialek Suroboyoan, untuk menciptakan narasi unik dan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara.  Penggunaan dialek Suroboyoan akan memberikan sentuhan personal dan otentik, membedakan Surabaya dari destinasi wisata lain.  Selain itu,  narasi akan  mengarahkan perhatian pada kisah-kisah perjuangan heroik, seperti Pertempuran 10 November,  menampilkan situs-situs bersejarah seperti Gedung International,  dan  menonjolkan tradisi masyarakat lokal, misalnya seni rupa, kuliner, dan kesenian tradisional.  Dengan memadukan elemen sejarah, budaya, dan bahasa lokal, narasi wisata ini diharapkan tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga berperan vital dalam melestarikan dan mempromosikan kekayaan Kota Surabaya, sekaligus memperkuat identitas wisatanya di kancah pariwisata global.  Pendekatan ini diyakini mampu menciptakan daya saing yang unggul dan berkelanjutan bagi Surabaya di pasar wisata.