Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN STRATEGIS MAHASISWA DALAM PENCEGAHAN DAN PENANGANAN PERUNDUNGAN DI LINGKUNGAN KAMPUS Pare, Prisko Yanuarius.D; Lejo, Maria Eleonora; Abdullah, Jumriati; Ito, Yohana Elma.S
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 9, No 2 (2024): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v9i2.4153

Abstract

Secara konseptual bully atau bullying adalah suatu tindakan atau perbuatan yang dilakukan oleh manusia, baik secara individu maupun kolektif yang merupakan serangan berulang secara fisik, psikologis, sosial, ataupun verbal, yang dilakukan dalam posisi kekuatan yang secara situasional didefinisikan untuk keuntungan atau kepuasan mereka sendiri. Bagi para pelaku tindakan bullying, mereka akan merasa lebih berkuasa atau lebih kuat dari anak-anak lainnya bila mereka berhasil menindas anak lainnya. Pengertian pada kata bullying merupakan istilah yang masih baru dalam perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia. Menurut Ken Rigby, perundungan (bullying) adalah sebuah hasrat untuk menyakiti orang lain. Aksi ini dilakukan secara langsung oleh seseorang atau kelompok yang lebih kuat, tidak bertanggung jawab, biasanya berulang, dan dilakukan dengan senang Baru- baru ini banyak terjadi kasus bullying di Masyarakat khususnya di kalangan anak remaja. Seolah – olah bullying dianggap sebagai hal yang biasa dan menjadikan sebuah trend yang ingin terlihat gagah ketika pelaku bullying ini bisa melakukan tindakan bully terhadap orang lain. Padahal dampaknya sangat luar biasa bahaya. Bullying adalah perilaku agresif yang berulang, disengaja, dan memiliki tujuan untuk menyakiti, merendahkan, atau mendominasi orang lain secara emosional, fisik, atau mental. Tindakan bullying bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti di sekolah, tempat kerja, lingkungan online (cyberbullying), atau di tempat umum. Tindakan perundungan menjadi kasus yang perlu di berikan perhatian khusus di Lembaga Pendidikan tinggi. Maraknya dan tingginya kasus perundungan tentunya memberikan sinyal khusus kepada kementrian untuk segera mengeluarkan peraturan yang mengatur tentang pencegahan dan penanganan tindakan perundungan di lingkungan perguruan tinggi. Para pelaku perlu di tindak tegas sehingga dapat memberikan efek jera sesuai ketentuan hokum yang berlaku. Di tingkat perguruan tinggi peran serta mahasiswa secara aktif juga dapat mendorong upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan melalui kegiatan sosialisasi, workshop, atau seminar tentang tindakan perundungan. Kata kunci: perundungan, Perguruan tinggi, mahasiswa, aturan hukum
PENDAMPINGAN EDUKASI POLA ASUH EFEKTIF BERBASIS PROGAM PARENTING BAGI ORANG TUA DI KELURAHAN MATALOKO UNTUK MEMBENTUK KARAKTER ANAK Juita, Angelina Kurnia; Nafsia, Andi; Pare, Prisko Yanuarius Djawaria; Lejo, Maria Eleonora
Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 4 No. 4 (2025): Devote: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 2025
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/devote.v4i4.5038

Abstract

This parenting-based educational mentoring program is being implemented as an effort to increase the knowledge, skills, and awareness of parents in Mataloko Village, Golewa District, Ngada Regency in implementing appropriate and effective parenting patterns for their children. The mentoring activities are carried out through the delivery of materials, discussions, and direct practice related to effective parenting patterns for the formation of children's character, emphasizing the importance of positive communication, consistent discipline, and providing role models in the character-building process. Through this program, parents are guided to understand their important role as the first and primary educators in the family, as well as how daily parenting patterns directly impact the development of children's character. The results of the activity indicate that parenting mentoring can improve parents' understanding of effective and appropriate parenting strategies for children. Parents become better able to manage emotions, build closeness with their children, and implement rules that support the formation of positive character traits such as responsibility, independence, and discipline. This program also provides a space for reflection for parents to re-evaluate their parenting practices. Therefore, the educational mentoring activities on effective parenting are expected to be a concrete step in strengthening the quality of parenting in Mataloko Village, Golewa District, Ngada Regency, so as to create a generation of children with good character and ready to face future challenges.
DIGITAL PARENTING: PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK PRIVASI DAN EKSPLOITASI ANAK DI MEDIA SOSIAL OLEH ORANG TUA Djawaria.P, Prisko Yanuarius; Fono, Yasinta Maria; Lejo, Maria Eleonora; Kigo, Yohanes Adventino
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6451

Abstract

Fenomena sharenting di mana orang tua secara masif membagikan aktivitas anak di media sosial telah menciptakan celah baru dalam pelanggaran hak anak di era digital. Meskipun dilakukan dengan motif dokumentasi atau kasih sayang, tindakan ini sering kali mengabaikan hak privasi anak dan berpotensi mengarah pada eksploitasi ekonomi maupun seksual oleh pihak ketiga, bahkan oleh orang tua sendiri.Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi perlindungan hukum terhadap hak privasi anak dalam praktik digital parenting dan mengkaji batasan hukum terkait tindakan orang tua yang dapat dikategorikan sebagai bentuk eksploitasi anak di platform digital. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan,  dan pendekatan konseptual. data sekunder diperoleh melalui analisis terhadap Undang-Undang Perlindungan Anak, Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), serta instrumen internasional seperti Konvensi Hak Anak . Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka hukum saat ini masih memiliki kekosongan aturan yang spesifik mengenai batasan privasi anak dalam kendali orang tua di media sosial. Secara hukum, orang tua memiliki kewajiban untuk melindungi anak, namun hak tersebut tidak bersifat absolut jika melanggar hak privasi dan integritas anak. Penelitian ini menyimpulkan perlunya penguatan regulasi yang mengatur literasi digital bagi orang tua serta mekanisme pengawasan hukum terhadap konten yang mengeksploitasi identitas anak demi kepentingan popularitas. Kata kunci: Digital Parenting, Perlindungan Anak, Hak Privasi, Eksploitasi Media Sosial, Sharenting.