Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Manajemen Life Skill dalam Meningkatkan Kesehatan Jiwa Remaja Sulistiowati, Ni Made Dian; Aryasuadnyana, I Nyoman Krisnanda; Supiana Wati, I Dewa Ayu Nyoman Trisna; Linardi, Feren; Maharani, Ni Komang Putri Bintang
Jurnal Peduli Masyarakat Vol 6 No 3 (2024): Jurnal Peduli Masyarakat: September 2024
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jpm.v6i3.4470

Abstract

Masalah kesehatan jiwa sudah menjadi masalah dunia yang tersebar pada usia 18 tahun keatas sehingga memerlukan deteksi sedini mungkin pada masa anak-anak dan remaja agar penanganan yang tepat untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Desa Gunaksa merupakan desa yang berada di Kabupaten Klungkung yang memiliki permasalahan kesehatan remaja cukup banyak namun untuk masalah mental belum dilakukan penanganan ataupun upaya pencegahan dari pihak desa maupun pihak puskesmas setempat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada remaja di Desa Gunaksa agar memahami pentingnya kesehatan mental, dan factor risiko yang memengaruhi kesehatan mental. Sebanyak 40 remaja Gunaksa mengikuti workshop selama 2 kali pertemuan selama 2 minggu dengan menggunakan metode diskusi kasus dan role play dimana remaja diminta untuk menuliskan respon terhadap pengalaman yang sesuai dengan kasus yang didiskusikan. Selama proses kegiatan remaja mengekspresikan pengalamannya yang bervariasi mulai dari menyenangkan hingga tidak menyenangkan. Didapatkan hasil bahwa terdapat peningkjatan pengetahuan dan kemampuan sebesar 1.47 setelah dilakukan workshop pada remaja. Peningkatan pemahaman dan kemampuan remaja diharapkan dapat dibagikan kepada remaja lainnya dalam bentuk kegiatan terstruktur secara kontinu yang dapat dilakukan pada remaja desa Gunaksa lainnya.
Factors Influencing the Risk of Internet Addiction Disorders in Adolescents in Indonesia Maharani, Ni Komang Putri Bintang
International Journal Education and Computer Studies (IJECS) Vol. 5 No. 2 (2025): JULY
Publisher : Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijecs.v5i2.5042

Abstract

Internet addiction represents a behavioral disturbance marked by an uncontrollable urge to access the internet, often to the extent that it disrupts daily routines and social interactions. The rapid expansion of internet access in Indonesia has made adolescents increasingly susceptible to problematic usage patterns, raising concerns about the long-term impact on their psychological and social well-being. This literature review aims to map out the underlying factors that contribute to the risk of Internet Addiction Disorder (IAD) among Indonesian adolescents. Sources were identified using the keywords “Internet Addiction Disorder” and “Kecanduan Internet” on Google Scholar and Garuda. The analysis reveals that the risk of internet addiction in adolescents is shaped by a combination of internal and external influences. Internal factors include aspects such as self-control, self-regulation, academic stress, and self-esteem. Meanwhile, external factors involve parenting style, peer environment, prosocial behavior, and participation in religious activities. The presence of low self-control and poor self-regulation often correlates with a greater tendency toward excessive internet use, especially when accompanied by high academic pressure or a lack of supportive social structures. On the other hand, positive parenting, strong social bonds, and engagement in community or religious activities appear to provide a protective buffer. Understanding these interconnected factors is essential for developing targeted prevention and intervention strategies that address both personal vulnerabilities and environmental triggers. The insights from this review may assist educators, parents, and policymakers in fostering healthier digital habits among adolescents.
Krisis Figur Ayah: Dampak Fatherless pada Perkembangan Individu Maharani, Ni Komang Putri Bintang
Jurnal Psikologi Perseptual Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Psikologi Perseptual
Publisher : Fakultas of Psychology, Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/perseptual.v10i2.15226

Abstract

Fatherlessness is the absence of the father's role both physically and psychologically. The claim that Indonesia ranks third as a fatherless country yet to be scientifically substantiated. However, based on the data collected, topic of fatherless deserves attention. Some of the reasons are 1) The high divorce rate in Indonesia, 2) Rigid division of parenting roles, so the dominance of care is held by mothers, 3) The high number of early marriages so young men are not ready to carry out father’s role. This study aims to examine the impact of fatherlessness on individual development in Indonesia. The research method used literature review with the search terms “Fatherless” and “Father-Absence” on Google Scholar and Garuda search engines from August – December 2024. The results of the assessment show that there is an impact of fatherless from children to adults. The impact of fatherlessness on children includes: 1) Low self-control, 2) Low subjective well-being. The impact of fatherless on adolescents includes: 1) Avoidant attachment style, 2) Behavioral problems, 3) Depression. Finally, the impact of fatherless on adult individuals are: 1) Low emotional well-being, 2) Behavioral disturbance, 3) Romantic relationship problems. Further in-depth research is needed to understand the cultural implications of fatherless. Fatherless merupakan kondisi ketiadaan peran ayah dalam kehidupan anak, baik secara fisik maupun secara psikologis. Klaim bahwa Indonesia menempati urutan ketiga sebagai negara fatherless belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Akan tetapi, berdasarkan data, topik mengenai krisis figur ayah dalam keluarga patut menjadi perhatian. Beberapa alasan yang melatarbelakangi kondisi ini adalah 1) Tingginya angka perceraian di Indonesia, 2) Adanya pembagian peran yang kaku antara ibu dan ayah sehingga dominansi pengasuhan dipegang oleh ibu, 3) Tingginya angka pernikahan dini sehingga remaja laki-laki belum siap menjalankan peran sebagai ayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak dari fatherless terhadap perkembangan individu dari anak-anak hingga dewasa di Indonesia. Metode penelitian menggunakan literature review dengan kata kunci “Fatherless” dan “Father-Absence” pada mesin pencari Google Scholar dan Garuda selama Agustus – Desember 2024. Hasil pengkajian yang dilakukan menunjukkan bahwa fatherless memiliki dampak bagi individu dari usia anak-anak hingga dewasa. Adapun dampak dari fatherless terhadap anak-anak meliputi: 1) Low self-control, 2) Low subjective well-being. Dampak fatherless terhadap remaja meliputi: 1) Avoidant attachment style, 2) Behavioral Problem, 3) Depression. Terakhir, dampak dari fatherless terhadap individu dewasa yaitu: 1) Low emotional well-being, 2) Behavioral disturbance, 3) Romantic relationship problem. Perlu adanya kajian yang lebih mendalam mengenai implikasi budaya pada dampak fatherless.