Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Pengaruh Acceptance And Commitment Therapy Terhadap Gejala Dan Kemampuan Klien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Sulistiowati, Ni Made Dian; Keliat, Budi Anna; Wardani, Ice Yulia
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.537 KB)

Abstract

Sebanyak 70% gangguan jiwa di Indonesia merupakan skizofrenia dimana memiliki gejala perilaku kekerasan. RSMM Bogor merupakan rumah sakit jiwa yang sudah menerapkan MPKP pada tiap ruang rawatnya. Klien yang dirawat sudah mendapatkan terapi keperawatan dan juga terapi secara medis. Terapi keperawatan yang diberikan berupa terapi generalis dan terapi spesialis. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) merupakan suatu terapi baru yang menggunakan prinsip penerimaan terhadap suatu masalah dan komitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT terhadap gejala dan kemampuan klien dengan resiko perilaku kekerasan yang dirawat diRumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan penurunan gejala perilaku kekerasan secara bermakna pada kelompok yang mendapatkan terapi ACT dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan terapi ACT (p value < 0,05). Kemampuan ACT memiliki hubungan terhadap gejala perilaku kekerasan dimana didapatkan bila kemampuan ACT meningkat maka terjadi penurunan gejala perilaku kekerasan. ACT direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai terapi keperawatan jiwa yang dapat diberikan pada klien resiko perilaku kekerasan.
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Sulistiowati, Ni Made Dian; Prapti, Ni Ketut Guru; Sawitri, Ni Komang Ari; Utami, Putu Ayu Sani; Astuti, Ika Widi; Saputra, Kadek
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.516 KB)

Abstract

Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, memiliki koping yang efektif, konsep diri positif dan emosi yang stabil. Kurangnya pemahaman keluarga tentang bagaimana cara merawat akan menjadi salah satu masalah nantinya dalam memberikan support kepada pasien saat berada dirumah. Kesembuhan pasien salah satunya adalah dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik asalkan pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika di masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah dengan menjelaskan kepada masing-masing keluarga tentang bagaimana cara merawat pasien dirumah serta mengidentifikasi kesulitan keluarga dalam melakukan perawatan pasien dirumah dapat memberikan pengetahuan sehingga kemampuan keluarga dalam merawat menjadi baik. Hasil yang didapatkan kemampuan keluarga mengalami peningkatan sebesar 10.01 pada kognitif dan 8.12 pada psikomotor keluarga setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara merawat keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan sehingga keluarga dapat membantu menjaga kondisi pasien dan mensupport pasien agar dapat menggunakan sumber daya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya agar tetap stabil dan tidak terjadi kekambuhan.
PENGARUH PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA TERHADAP PERSEPSI KADER DALAM MERAWAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Indrawati, Putu Ari; Sulistiowati, Ni Made Dian; Nurhesti, Putu Oka Yuli
Jurnal Keperawatan Jiwa Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Jurnal Keperawatan Jiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.508 KB)

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu penyimpangan proses pikir, alam perasaan, dan prilaku seseorang, yang disebabkan oleh gangguan pada fungsi sosial, psikologis, genetik, fisik/kimiawi, atau biologis. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam merawat orang dengan gangguan jiwa adalah pemberian psikofarmaka dan penanganan secara psikologis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Saat ini masih terdapat stigma psikiatri negatif di masyarakat, oleh karena itu hal yang harus dibenahi adalah persepsi yang salah mengenai gangguan jiwa tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membentuk kader kesehatan jiwa yang secara sukarela mau berpartisipasi dalam manajemen kasus gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Kader merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mulai secara swadaya melakukan pencegahan terkait masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasy experiment, dan merupakan studi komparatif, dengan design penelitian pre post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 orang didapat dari teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik didapatkan nilai z = -4,568, dengan p value = 0,000, (p<α (0,05)), dengan demikian didapat hasil pelatihan kader kesehatan jiwa berpengaruh terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Kata kunci: Pelatihan kader, Persepsi kader, Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa. ANALYZE THE INFLUENCE OF CADRE FOR MENTAL ILLNESS TRAINING ON CADRE PERCEPTION FOR CARING PEOPLE WITH MENTAL ILLNESS ABSTRACTMental illness is an abnormality of thinking, emotion, and behavior process which is caused by social, psychological, genetics, phisical, or biological function disorders. Drug-induced could change in mood, thinking, and behavior process. Psychological treatments are kind of methods which can be used to treat someone who has experienced mental illness. It can be done by health worker, family, and society.  Negative psychyatry stigma still goes wide nowadays and this wrong perception related to mental illness should be cleared. One way that we can do is to create cadre for mental illness. The cadre is voluntarily participated for managing mental illness cases on society. Cadre is one of society empowerments so that expected the society begin to prevent health problems by self-supporting. This study aims to analyze the influence of cadre for mental illness training on cadre perception for caring people with mental illness. This study was a comparative study with quantitative approach. This study was quasi experiment with pre and post test design. There were 27 samples that collected by porposive sampling technique. The results of this study based on statistic test were obtained value of z = -4,568, with p value = 0,000, (p<α (0,05)). Based on the above findings, it can be concluded that there are significant impact of cadre mental illness training on cadre perception for caring. Keywords:  Cadre training, Cadre perception, Mental illness care.
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN EMOSIONAL, PSIKOLOGI DAN SOSIAL PADA KESEHATAN JIWA REMAJA Sulistiowati, Ni Made Dian; Keliat, Budi Anna; Besral, Besral; Wakhid, Abdul
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 8 No 2 (2018): Oktober
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.506 KB) | DOI: 10.32583/pskm.8.2.2018.116-122

Abstract

&nbsp; Masa remaja terjadi perubahan yang dapat menimbulkan masalah jika tidak adanya koping yang adaptif yang dimiliki remaja. Hal ini tentunya perlu diikuti dengan dukungan sistem yang baik pada remaja sehingga remaja mampu tetap memiliki kesehatan jiwa yang baik dan mampu menggunakan koping yang sesuai dalam menyelesaikan masalah yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif korelatif dengan desaincross-sectional untuk mengetahui sejauh mana hubungan dukungan sosial terhadap kesehatan jiwa remaja melalui kesejahteraan emosional, psikologis dan sosial. Sampel sebanyak 135 siswa kelas 7 dan 8 yang berada di SMP swasta dan negeri di Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar yang dipilih melalui teknik stratified random sampling. Responden mengisi kuesioner tentang dukungan sosial (CASSS) dan kesehatan jiwa (MHC-SF). Hasil yang didapatkan diolah secara statistik menggunakan uji chi square. Didapatkan kesejahteraan psikologi remaja sebagian besar dipengaruhi oleh dukungan sosial teman sekelas dan sekolah, sedangkan kesejahteraan sosial remaja dipengaruhi oleh dukungan sosial orang tua, guru, teman sekelas dan sekolah (p&lt;0.005). Adapun faktor yang paling berkontribusi dalam kesehatan jiwa remaja adalah dukungan sosial orang tua (OR : 5,2; p&lt;0.005).Diperlukan peran serta antara orangtua, guru, teman sebaya dalam membantu remaja memahami perubahan yang terjadi pada dirinya sehingga mampu menggunakan koping adaptif ketika masalah terjadi. &nbsp; Kata kunci :Kesehatan jiwa, remaja, dukungan sosial DESCRIPTION OF SOCIAL SUPPORT TOWARD EMOTIONAL, PSYCHOLOGY AND SOCIAL WELLBEINGAMONG ADOLESCENT?S MENTAL HEALTH &nbsp; ABSTRACT Adolescents with low adaptive coping are potentially having difficulties facing changes in teenage years. These adolescents are needed solid support systems to maintain mental health well-being during their difficult time. The supports&nbsp; help them using adaptive coping properly to deal with the problems.&nbsp; This study is a descriptive study using cross sectional design aimed to explore social support system effect on mental health status on emotional, psychological and social well-being.&nbsp; There were 135 students of&nbsp; grade 7th and 8th at junior high schools in Denpasar participated in this study. The participants filled up Social Support Questionnaire (CASSS) and Mental Health Questionnaire (MHC-SF). Data was analysed using Chi Square. The result shows that adolescents? phychological well-being is influenced by social supports from friends and school, while their social well-being is affected by social supports fulfilled from their parents, teachers, friends, and school (p&lt;0.005). The strongest contributing factor of adolescent mental health status is parental support socially (OR : 5,2; p&lt;0.005). It is concluded that the role of parents, teachers, and peers is significant in supporting adolecents on choosing adaptive coping to deal with potential difficulties in teenage years. &nbsp;Keywords: mental health, adolescence, social support&nbsp;
KESEHATAN SEKSUAL DAN REPRODUKSI SERTA FASILITAS KESEHATAN DI LOKASI PROSTITUSI: COMMUNITY BASED PARTICIPATORY RESEARCH DENGAN PHOTOVOICE PADA PEKERJA SEKSUAL DI GUNUNG LAWU, BALI Lestari, Made Diah; Sulistiowati, Ni Made Dian; Natalya, Ni Putu
Jurnal Psikologi Vol 15, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.02 KB) | DOI: 10.14710/jpu.15.1.77-91

Abstract

Sex workers are victims of prostitution because prostitution endangers their physical, social, and psychological health; therefore, a movement/action that empowers the community in protecting the physical, social, and psychological health of sex workers is needed. This study tries to see the views of sex workers on reproductive health and the support of health facilities in their community. The research subjects were female sex workers who work within the scope of localization (complexes) in Bali. The research approach used was a community - based participatory research (CBPR) using the photovoice method as a media to answer the research questions. Participants were 11 sex workers and social workers in Gunung Lawu. The data were analyzed using a participatory analysis and coding system. The results show stigma and discrimination were still exsist. Reproductive health is important for sex workers, but they realize that the control of their health conditions is on the external side namely the customers, pimps, and the availability of health facilities in their environment. Unfortunately, health facilities are also still limited.
Pemberdayaan Keluarga Melalui Pemberian Pendidikan Kesehatan Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Gangguan Jiwa Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Ketut Guru Prapti; Ni Komang Ari Sawitri; Putu Ayu Sani Utami; Ika Widi Astuti; Kadek Saputra
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 3, No 2 (2015): November 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.516 KB) | DOI: 10.26714/jkj.3.2.2015.57-60

Abstract

Kesehatan jiwa bisa dikatakan sebagai suatu kondisi sehat baik emosional, psikologis, dan juga social yang ditunjukkan dalam hubungan interpersonal yang memuaskan antara individu dengan individu lainnya, memiliki koping yang efektif, konsep diri positif dan emosi yang stabil. Kurangnya pemahaman keluarga tentang bagaimana cara merawat akan menjadi salah satu masalah nantinya dalam memberikan support kepada pasien saat berada dirumah. Kesembuhan pasien salah satunya adalah dari support keluarga dimana dengan adanya pemahaman keluarga bahwa orang dengan gangguan jiwa dapat hidup dengan baik asalkan pasien dapat mengontrol perilaku dan emosinya dengan baik maka pasien dapat menjalani hidup dengan baik dan produktif ketika di masyarakat. Pemberian pendidikan kesehatan pada keluarga dalam merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa dirumah dengan menjelaskan kepada masing-masing keluarga tentang bagaimana cara merawat pasien dirumah serta mengidentifikasi kesulitan keluarga dalam melakukan perawatan pasien dirumah dapat memberikan pengetahuan sehingga kemampuan keluarga dalam merawat menjadi baik. Hasil yang didapatkan kemampuan keluarga mengalami peningkatan sebesar 10.01 pada kognitif dan 8.12 pada psikomotor keluarga setelah dilakukan pemberian pendidikan kesehatan tentang bagaimana cara merawat keluarga dengan gangguan jiwa dirumah. Diharapkan kegiatan pendidikan kesehatan ini dapat memberikan motivasi dan pengetahuan sehingga keluarga dapat membantu menjaga kondisi pasien dan mensupport pasien agar dapat menggunakan sumber daya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya agar tetap stabil dan tidak terjadi kekambuhan.
PENGARUH PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA TERHADAP PERSEPSI KADER DALAM MERAWAT ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Putu Ari Indrawati; Ni Made Dian Sulistiowati; Putu Oka Yuli Nurhesti
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 6, No 2 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.508 KB) | DOI: 10.26714/jkj.6.2.2018.71-75

Abstract

Gangguan jiwa adalah suatu penyimpangan proses pikir, alam perasaan, dan prilaku seseorang, yang disebabkan oleh gangguan pada fungsi sosial, psikologis, genetik, fisik/kimiawi, atau biologis. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam merawat orang dengan gangguan jiwa adalah pemberian psikofarmaka dan penanganan secara psikologis yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, keluarga, dan masyarakat. Saat ini masih terdapat stigma psikiatri negatif di masyarakat, oleh karena itu hal yang harus dibenahi adalah persepsi yang salah mengenai gangguan jiwa tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membentuk kader kesehatan jiwa yang secara sukarela mau berpartisipasi dalam manajemen kasus gangguan jiwa yang ada di masyarakat. Kader merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sehingga masyarakat mulai secara swadaya melakukan pencegahan terkait masalah kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan kader kesehatan jiwa terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis quasy experiment, dan merupakan studi komparatif, dengan design penelitian pre post-test design. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 27 orang didapat dari teknik sampling purposive sampling. Hasil penelitian berdasarkan uji statistik didapatkan nilai z = -4,568, dengan p value = 0,000, (p<α (0,05)), dengan demikian didapat hasil pelatihan kader kesehatan jiwa berpengaruh terhadap persepsi kader dalam merawat orang dengan gangguan jiwa. Kata kunci: Pelatihan kader, Persepsi kader, Merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa. ANALYZE THE INFLUENCE OF CADRE FOR MENTAL ILLNESS TRAINING ON CADRE PERCEPTION FOR CARING PEOPLE WITH MENTAL ILLNESS ABSTRACTMental illness is an abnormality of thinking, emotion, and behavior process which is caused by social, psychological, genetics, phisical, or biological function disorders. Drug-induced could change in mood, thinking, and behavior process. Psychological treatments are kind of methods which can be used to treat someone who has experienced mental illness. It can be done by health worker, family, and society.  Negative psychyatry stigma still goes wide nowadays and this wrong perception related to mental illness should be cleared. One way that we can do is to create cadre for mental illness. The cadre is voluntarily participated for managing mental illness cases on society. Cadre is one of society empowerments so that expected the society begin to prevent health problems by self-supporting. This study aims to analyze the influence of cadre for mental illness training on cadre perception for caring people with mental illness. This study was a comparative study with quantitative approach. This study was quasi experiment with pre and post test design. There were 27 samples that collected by porposive sampling technique. The results of this study based on statistic test were obtained value of z = -4,568, with p value = 0,000, (p<α (0,05)). Based on the above findings, it can be concluded that there are significant impact of cadre mental illness training on cadre perception for caring. Keywords:  Cadre training, Cadre perception, Mental illness care.
Pengaruh Acceptance And Commitment Therapy Terhadap Gejala Dan Kemampuan Klien Dengan Resiko Perilaku Kekerasan Ni Made Dian Sulistiowati; Budi Anna Keliat; Ice Yulia Wardani
Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Vol 2, No 1 (2014): Mei 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.537 KB) | DOI: 10.26714/jkj.2.1.2014.51-57

Abstract

Sebanyak 70% gangguan jiwa di Indonesia merupakan skizofrenia dimana memiliki gejala perilaku kekerasan. RSMM Bogor merupakan rumah sakit jiwa yang sudah menerapkan MPKP pada tiap ruang rawatnya. Klien yang dirawat sudah mendapatkan terapi keperawatan dan juga terapi secara medis. Terapi keperawatan yang diberikan berupa terapi generalis dan terapi spesialis. Acceptance and Commitment Therapy (ACT) merupakan suatu terapi baru yang menggunakan prinsip penerimaan terhadap suatu masalah dan komitmen untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh ACT terhadap gejala dan kemampuan klien dengan resiko perilaku kekerasan yang dirawat diRumah Sakit Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor. Desain penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan jumlah sampel sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan penurunan gejala perilaku kekerasan secara bermakna pada kelompok yang mendapatkan terapi ACT dibandingkan dengan kelompok yang tidak mendapatkan terapi ACT (p value < 0,05). Kemampuan ACT memiliki hubungan terhadap gejala perilaku kekerasan dimana didapatkan bila kemampuan ACT meningkat maka terjadi penurunan gejala perilaku kekerasan. ACT direkomendasikan untuk dikembangkan sebagai terapi keperawatan jiwa yang dapat diberikan pada klien resiko perilaku kekerasan.
HUBUNGAN ANTARA PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT STATUS MENTAL PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA (ODGJ) Kadek Verlyanita Septiarini; Ni Made Dian Sulistiowati; Desak Made Widyanthari
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 1 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.528 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v1i2.148

Abstract

THE CORRELATION BETWEEN FULFILLMENT OF SPIRITUAL NEEDS AND MENTAL STATUS LEVEL IN PEOPLE WITH PSYCHIATRIC DISORDER (ODGJ) ABSTRACTThe fulfillment of spiritual needs was required by the people with Psychiatric Diorder (ODGJ), considering the spiritual needs are very important in the change of mental status. This study was aimed to finding out the correlation between Fulfillment of Spiritual Needs and Mental Status Level in people  with Psychiatric Disorder (ODGJ) at Wilayah Kerja Puskesmas II Denpasar Timur. This was a quantitative study that applies cross -sectional method. The sample for this study is 69 respondents by using purposive sampling technique. The data are analyzed by using Spearman-Rho. The instruments which are used for collecting data of this study are a questionnaire about spiritual fulfillment and Mini Mental State Examination (MMSE) questionnaires.The results showed the number of loading spiritual needs either as much as 46 respondents or 66.7%. Meanwhile, most of the respondet has a high level of mental status that is 37 respondents or 53.6%. The result of the analysis shows that there is a correlation between fulfillment of spiritual needs and Mental Status Level on ODGJ with p value 0.000 with positive correlation 0,863 and positive direction. Based on the findings above, it is advisable to the nurse to make programs related to the spiritual such as routine joint prayer and ODGJ peguyuban which is spiritual meaning. 
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA Kadek Putra Sanchaya; Ni Made Dian Sulistiowati; Ni Putu Emy Darma Yanti
Jurnal Ilmu Keperawatan Jiwa Vol. 1 No. 2 (2018): November 2018
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.914 KB) | DOI: 10.32584/jikj.v1i2.151

Abstract

THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT AND THE QUALITY OF LIFE OF PEOPLE WITH MENTAL DISORDERS  ABSTRACTMental disorder is one of the most serious health problems. Families have to spend more time to provide care to People with Mental Disorders at home. People with Mental Disorders (ODGJ) usually have problems with quality of life. The study aimed to determine the relationship between family support and the quality of life of People with Mental Disorders / ODGJ. This research is a quantitative research by using cross-sectional design with correlative analytic method. The sample of the research were 39 people selected by non probability sampling technique of purposive sampling. Data collection of respondent characteristics was conducted by using questionnaire of respondent characteristics. The level of family support was assessed by using family support questionnaires proposed by Friedman and the quality of life of the respondents was measured using the SQLS questionnaires. The findings showed that good and moderate family supports have the same percentage of 35.9%, while the results of the quality of life score showed that the majority of respondents had good quality of life (82.1%). Based on the analysis by using Spearman-Rank test, there is a significant correlation between family support and quality of life of respondents with p = 0,000 (p <0,05) and strong correlation value of 0.618 and positive correlation direction which means if family support increases then the quality of life of respondents will increase and vice versa. The future researchers are expected to exercise control over other factors that may affect the quality of life of People with Mental Disorders (ODGJ).
Co-Authors Abdul Wakhid Akemat, Akemat Alit Putra Purnama Andari, Made Ayu Aryasuadnyana, I Nyoman Krisnanda Astutik, Windu Ayu Okvitawanli Berlina, Butet Besral Budi Anna Keliat Cendani, Ni Ketut Ari Citra Kartini, Ida Ayu Made Darsana, Wayan Desak Made Widyanthari Dewi, Putu Diah Wilya Dewi, Putu Siska Febriyanti, Putu Sri Hadi Nugraha, I Dewa Gede I Gusti Agung Ayu Adinda Wulandari I Gusti Agung Kumala Dewi I Gusti Ayu Ngurah Feranayanti Wulansari I Ketut Dian Lanang Triana I Wayan Wahyu Pratama Ice Yulia Wardani Ika Widi Astuti Ika Widi Astuti, Ika Widi Imelisa, Rahmi Indah Mei Rahajeng Indrawati, Putu Ari Kadek Ayu Mas Jayanti Kadek Eka Swedarma Kadek Putra Sanchaya Kadek Saputra Kadek Saputra, Kadek Kadek Verlyanita Septiarini Karin, Putu Ayu Emmy Savitri Kharan Deva, Komang Yoga Komang Menik Sri Krisnawati Krisnayanti, Made Diah Apsari Kumala, Wayan Ayu Linardi, Feren Luh Putu Nopriani Made Diah Lestari Made Oka Ari kamayani, Made Oka Ari Maharani, Ni Komang Putri Bintang Meliantini, Ni Putu Dewi Murtiningsih Murtiningsih Natalya, Ni Komang Trisna Maha Natalya, Ni Komang Trisna Maha Ni Ketut Ari Cendani Ni Ketut Guru Prapti Ni Komang Ari Sawitri Ni Luh Made Dwi Padma Sari Ni Made Listya Dewi Ni Made Putri Rahayu Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Emy Darma Yanti Ni Putu Kresnayanti Ni Putu Manik Tara Bidari Gangga Mahaswari Ni Putu Natalya, Ni Putu Nyoman Agus Jagat Raya Pramesemara, I Gusti Ngurah Pratiwi, Ni Putu Ari Trisna Puspita Dewi, I Dewa Ayu Dwika Puspita Dewi, Ni Kadek Santi Putu Ari Indrawati Putu Ayu Adhelia Syachran Putu Ayu Emmy Savitri Karin Putu Ayu Sani Utami Putu Diah Wilya Dewi Putu Oka Yuli Nurhesti Putu Sri Febriyanti Putu Sri Febriyanti Sang Ayu. Eka Putri Wahyuni Seprina, Putu Suarningsih, Ni Kadek Ayu Supiana Wati, I Dewa Ayu Nyoman Trisna Tengku Riza Zarzani N Trisna Wardani, Ni Made Ayu Wahyuni, Sang Ayu Eka Putri Wayan Nata Septiadi Wayan Nata Septiadi Windaningtyas Marmer, Lucky Wisnawa, I Nyoman Dharma Wulandari, Ni Putu Anyka