Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rekonstruksionisme Dalam Pendidikan Islam: Membangun Pendidikan Yang Responsif Terhadap Tantangan Zaman Nurshafitri; Yesha Arista Sulistiawati; Herlini Puspika Sari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 3 (2025): Pendidikan Agama Islam
Publisher : Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rekonstruksionisme dalam pendidikan Islam adalah sebuah metode yang bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang mampu merespons perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi di era modern. Metode ini menekankan pentingnya penyesuaian kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan zaman, namun tetap mempertahankan nilai-nilai inti Islam. Pendidikan Islam berbasis rekonstruksionisme mengharuskan adanya sinergi antara ajaran agama dengan pemikiran kritis, pemahaman teknologi, serta keterampilan abad 21, untuk mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan global. Melalui perpaduan spiritualitas Islam dan keterampilan modern, metode ini berfokus pada pembentukan generasi yang tidak hanya memiliki karakter yang kuat, tetapi juga mampu berinovasi, beradaptasi, dan bersaing di tingkat dunia. Rekonstruksionisme dalam pendidikan Islam menjadi pendekatan penting untuk mencetak lulusan yang siap menghadapi perubahan zaman, tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai agama. AbstractReconstructionism in Islamic education is a method that aims to create an education system that is able to respond to social, economic and technological changes in the modern era. This method emphasizes the importance of adapting the curriculum to suit the needs of the times, but still maintains core Islamic values. Islamic education based on reconstructionism requires a synergy between religious teachings with critical thinking, understanding technology, and 21st century skills, to prepare students to face global challenges. Through a combination of Islamic spirituality and modern skills, this method focuses on forming a generation that not only has strong character, but is also able to innovate, adapt and compete at the world level. Reconstructionism in Islamic education is an important approach to produce graduates who are ready to face changing times, without losing identity and religious values.
Strategi Pembelajaran  Inklusif Dalam Pendidikan Islam : Tantangan dan Solusi Nurshafitri; Rini Andriani; Herlini Puspika Sari
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 1 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/g6jcyh63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran inklusif dalam konteks pendidikan Islam, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan solusi yang relevan dalam implementasinya. Pendidikan inklusif merupakan pendekatan yang memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus, untuk memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas tanpa diskriminasi. Dalam perspektif Islam, prinsip inklusivitas sejalan dengan nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan penghargaan terhadap keberagaman. Namun, penerapan strategi ini di lembaga pendidikan Islam masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan pemahaman guru, kurangnya pelatihan, minimnya fasilitas pendukung, serta resistensi budaya dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan sebagai metode utama untuk menganalisis literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi yang efektif mencakup pelatihan guru secara berkelanjutan, pengembangan kurikulum yang adaptif, penyediaan lingkungan belajar yang ramah disabilitas, serta penguatan sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Dengan strategi yang tepat, pendidikan Islam inklusif dapat diwujudkan sebagai bentuk nyata implementasi nilai-nilai Islam yang humanis dan universal. AbstractThis study aims to examine inclusive learning strategies in the context of Islamic education, and to identify various challenges and relevant solutions in its implementation. Inclusive education is an approach that provides equal opportunities for all students, including those with special needs, to obtain quality education services without discrimination. From an Islamic perspective, the principle of inclusivity is in line with the values of justice, compassion, and respect for diversity. However, the implementation of this strategy in Islamic educational institutions still faces a number of obstacles, including limited teacher understanding, lack of training, minimal supporting facilities, and cultural and social resistance. This study uses a qualitative approach with literature studies as the main method to analyze related literature. The results of the study indicate that effective strategies include ongoing teacher training, adaptive curriculum development, provision of disability-friendly learning environments, and strengthening synergy between schools, parents, and the community. With the right strategy, inclusive Islamic education can be realized as a real form of implementing humanistic and universal Islamic values.