Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Inovasi Global

Hubungan Kecemasan Dengan Psychological Well-Being Warga Binaan Lapas Wanita Kaelas Iib Kota Kupang Edo, Ariel G. Ratu; Panis, Marleny P.; Mage, Mernon Y. C.; Ruliati, Luh Putu
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 11 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i11.462

Abstract

Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut dan khawatir yang berhubungan dengan tekanan dan ketidakpastian, sedangkan psychological well-being meliputi enam dimensi utama: penerimaan diri, hubungan positif dengan orang lain, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kecemasan dengan psychological well-being pada narapidana wanita di Lapas Kelas IIB Kota Kupang. Kecemasan merupakan kondisi psikologis yang ditandai dengan rasa takut dan khawatir yang berhubungan dengan tekanan dan ketidakpastian, sedangkan kesejahteraan psikologis meliputi dimensi penerimaan diri, hubungan positif, otonomi, penguasaan lingkungan, tujuan hidup, dan pertumbuhan pribadi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan total sampling seluruh warga binaan sebanyak 77 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, dan analisis menggunakan korelasi Spearman’s rho untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang lemah namun signifikan antara kecemasan dan kesejahteraan psikologis dengan koefisien korelasi 0,237 dan nilai signifikansi 0,038 (p<0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa narapidana bisa memiliki kesejahteraan psikologis yang tetap baik meskipun mengalami kecemasan dalam menjalani masa tahanan, yang dipengaruhi oleh mekanisme penyesuaian diri, dukungan sosial, dan pembinaan di lapas. Studi ini menegaskan bahwa aspek psikologis seperti pertumbuhan pribadi dan tujuan hidup berperan penting dalam menjaga kesejahteraan psikologis narapidana di tengah tekanan dan kecemasan yang ada.
Persepsi Warga Negara Indonesia EKS Timor Leste Terhadap Stigma Sosial di Kabupaten Belu Kefi, Adrianus Rano; Wijaya, R. Pasifikus Ch.; Panis, Marleny P.; Lerik, M. Dinah Ch.
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i12.471

Abstract

Conflict is a situation when two or more parties try to hinder each other's achievement of their goals due to differences in opinions, values, and demands. The history of political and social conflicts experienced by East Timor until it became the state of Timor Leste has left a lasting social impact, especially for Indonesian citizens (WNI) who are former Timor Leste refugees. One of these impacts is in the form of the emergence of negative stigma in the local community. This study aims to find out and understand the form of stigma experienced by ex-Timorese citizens and the social factors behind it. The research method used is a qualitative approach with a descriptive design. The participants in this study are five ex-Timorese citizens who are domiciled in Belu Regency. The data collection technique was carried out through in-depth interviews to explore the subjective experiences of participants related to their social interactions with the local community. The results of the study show that ex-Timorese citizens still often receive negative labeling from local residents, such as being considered different, less trusted, and associated with past conflicts. This stigma affects the social life of participants, including in terms of social acceptance, relationships between citizens, and a sense of security in the community. This study confirms that negative stigma arises due to differences in social identity and post-conflict social construction. Therefore, social education efforts and strengthening community integration are needed to reduce stigma and encourage more inclusive social cohesion.