Mamesah, Juliaeta A B
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KARAKTERISTIK STOMATA DAN BENTUK-BENTUK AKTIVITAS PEMANFAATAN MANGROVE SEBAGAI DASAR PENGELOLAAN EKOSISTEM MANGROVE DI PERAIRAN DESA WAIHERU DAN DESA LEAHARI Simatauw, Annielisye; Tupan, Charlotha I; Mamesah, Juliaeta A B
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 20 No 2 (2024): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol20issue2page165-178

Abstract

Mangrove stomata play an important role in the process of photosynthesis and transpiration. Environmental pressure on mangrove forests results in a decrease in the function and important role of mangrove stomata for the environment. The purpose of this study was to analyze the density, number, type and distribution of mangrove leaf stomata; analyze the effect of temperature, salinity, pH, DO and light intensity parameters on the density, number of types and distribution of stomata; identify forms of mangrove ecosystem utilization activities; and formulate mangrove ecosystem management strategies in the waters of Waiheru Village and Leahari Village. This research took place in February-May 2024 in the waters of Waiheru Village and Leahari Village. The methods used were observation and interview methods. Mangrove leaves were analyzed at the Pattimura University Masela Block Support Integrated Laboratory, while the forms of use and management directions were analyzed descriptively qualitatively. The results showed that the stomatal density of the three species was in the high category. Anomocytic stomata type and scattered stomata distribution in the three species. Water parameters in the waters of Waiheru Village and Leahari Village are 31℃ and 32℃ for temperature, 20‰ and 21‰ for salinity, 8.3 and 8.1 for pH, 1.88 and 6.07 mg/l for DO. Water quality parameters affect stomatal density but not the pH parameter. Community activities in Waiheru Village were identified in the form of building tourist attractions, selling mangrove seedlings, mooring boats, marine fish farming and fishing. Activities in Leahari Village include mooring boats, bameti and fishing. Formulated 8 directions for mangrove ecosystem management in Waiheru Village, and 6 directions for mangrove ecosystem management in Leahari Village. ABSTRAK Stomata mangrove berperan penting dalam proses fotosintesis dan transpirasi. Tekanan lingkungan terhadap hutan mangrove mengakibatkan penurunan fungsi dan peran penting stomata mangrove bagi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kerapatan, jumlah, tipe dan distribusi stomata daun mangrove; menganalisis pengaruh parameter suhu, salinitas, pH, DO dan intensitas cahaya terhadap kerapatan, jumlah tipe dan distribusi stomata; mengidentifikasi bentuk-bentuk aktivitas pemanfaatan ekosistem mangrove; dan merumuskan strategi pengelolaan ekosistem mangrove di Perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari. Penelitian ini berlangsung pada Februari-Mei 2024 di perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan wawancara. Daun mangrove dianalisa di Laboratoriuim Terpadu Pendukung Blok Masela Universitas Pattimura, sedangkan bentuk-bentuk pemanfaatan dan arahan pengelolaan dianalisa secara deskriptif kualitiatif. Hasil penelitian menunjukkan kerapatan stomata ketiga spesies termasuk dalam kategori tinggi. Tipe stomata anomositik dan distribusi stomata yang tersebar pada ketiga spesies. Parameter perairan di Perairan Desa Waiheru dan Desa Leahari masing-masing yaitu untuk suhu 31 dan 32 , nilai salinitas 20‰ dan 21‰, nilai pH 8,3 dan 8,1, nilai DO 1,88 dan 6,07 mg/l. Parameter kualitas perairan mempengaruhi kerapatan stomata namun tidak untuk parameter pH. Teridentifikasi aktivitas masyarakat di Desa Waiheru berupa membangun tempat wisata, menjual bibit mangrove, menambat perahu, budidaya ikan laut dan penangkapan ikan. Aktivitas di Desa Leahari berupa menambat perahu, bameti dan penangkapan ikan. Dirumuskan 8 arahan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Waiheru, dan 6 arahan pengelolaan ekosistem mangrove di Desa Leahari. Kata Kunci: Stomata, mangrove, pemanfaatan, Desa Waiheru, Desa Leahari
ANALISIS MACTOR PADA HUBUNGAN ANTAR-AKTOR DALAM PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI DI PERAIRAN PULAU AY DAN PULAU RHUN PROVINSI MALUKU Ishak, Armin; Lopulalan, Yoisye; Mamesah, Juliaeta A B
TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan Vol 21 No 2 (2025): TRITON: Jurnal Manajemen Sumberdaya Perairan
Publisher : Departement of Aquatic Resources Management, Fisheries and Marine Science Faculty, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/TRITONvol21issue2page135-148

Abstract

The management of the Marine Protected Areas around Ay Island and Rhun Island requires a robust multi-stakeholder governance approach to ensure ecological sustainability while supporting local community well-being. The purpose of this study is to analyze the relationship between actors and their orientation towards the strategic objectives of conservation area management on Ay Island and Rhun Island. This study applies the MACTOR method to analyze actor influence and dependence, goal preferences, levels of competitiveness, potential conflicts, collaboration opportunities, and actor–objective interactions within the governance system. The data was obtained through questionnaires distributed to 40 stakeholders from provincial government agencies, local governments, and NGOs, other relevant institutions. The results indicate that the key actors with the highest influence include the Maluku Provincial Marine and Fisheries Office, the Marine and Fisheries Branch Office of Island Cluster VI, the CTC, the EcoNusa Foundation, Pokmaswas-Ay, Pokmaswas-Rhun, and MCC. These actors hold strategic roles as decision-makers, technical support providers, and facilitators of cross-institutional coordination. Goal preferences emphasize enhanced community involvement as the top priority, followed by sustainable resource management and strengthened governance. Highly competitive actors exhibit strong legitimacy, capacity, and working networks, while others face limitations in authority and resources. Actor relationships are generally harmonious, with strong potential for collaboration, particularly among the provincial DKP, the Island Cluster VI Branch Office, CTC, EcoNusa, MCC, and Banda Naira University. Actor–objective interactions show strong alignment, indicating opportunities for policy integration, improved coordination, and reinforced multi-stakeholder collaboration to advance more effective and sustainable conservation management. ABSTRAK Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Pulau Ay dan Pulau Rhun membutuhkan pendekatan tata kelola multi-stakeholder yang kuat untuk memastikan keberlanjutan ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat lokal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antaraktor dan orientasi terhadap tujuan strategis pengelolaan kawasan konservasi Pulau Ay dan Pulau Rhun. Penelitian ini menggunakan metode MACTOR (Matrix of Alliances and Conflicts: Tactics, Objectives, and Recommendations) untuk menganalisis pengaruh dan ketergantungan antar-aktor, preferensi tujuan, tingkat daya saing, potensi konflik, peluang kolaborasi, serta interaksi aktor dengan tujuan dalam pengelolaan kawasan. Data diperoleh melalui kuesioner yang dibagikan kepada 40 stakeholder yang berasal dari instansi pemerintah provinsi, pemerintah lokal, LSM, lembaga terkait lainnya. Hasil menunjukkan bahwa aktor kunci dengan pengaruh tertinggi mencakup Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Gugus Pulau VI, Yayasan CTC, Yayasan EcoNusa, Pokmaswas-Ay, Pokmaswas-Rhun, dan MCC. Aktor-aktor ini memiliki peran strategis sebagai pengambil keputusan, penyedia dukungan teknis, dan fasilitator koordinasi lintas lembaga. Preferensi tujuan menempatkan peningkatan keterlibatan masyarakat sebagai prioritas utama, diikuti pengelolaan sumberdaya berkelanjutan dan penguatan tata kelola. Aktor dengan daya saing tinggi memiliki legitimasi, kapasitas, dan jejaring kerja yang kuat, sementara aktor lainnya menghadapi keterbatasan kewenangan dan sumberdaya. Hubungan antar-aktor bersifat harmonis dengan potensi kolaborasi tinggi, terutama di antara DKP Provinsi Maluku, Cabang Dinas Gugus Pulau VI, CTC, EcoNusa, MCC, dan Universitas Banda Naira. Interaksi aktor dengan tujuan strategis menunjukkan kedekatan kuat yang membuka peluang integrasi kebijakan, peningkatan koordinasi, dan penguatan kolaborasi multi-stakeholder menuju pengelolaan konservasi yang lebih efektif dan berkelanjutan. Kata Kunci: Kawasan konservasi perairan, MACTOR, tata kelola multi-stakeholder, Pulau Ay, Pulau Rhun