Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengabdian Masyarakat kerjasama Mitra DUDI UMKM Pengolahan daur ulang limbah serat daun Nanas menjadi produk Tekstil terbarukan. Dewi Suliyanthini; Florentina Br Ginting; Sevira Dwi Cahya; Afkhar Miftah Annur Haibah
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Community Service Cooperation Scheme with the business world and industry to process pineapple fiber waste into renewable textile products, Al Fiber UMKM in Subang Regency, West Java, with participants in the gen-Z youth activities so that they have scientific insight and skills in turning pineapple leaf waste into renewable textile products that can be used as fashion products so that it can be used as a creative economy business opportunity. Subang is the city that produces the most pineapples, so pineapple leaf waste can be reprocessed into textiles for fashion products. The results of the service activities of the Alpha generation teenagers are very happy, enthusiastic and motivated to take part in training on processing pineapple leaf waste which is extracted into fiber and spun into yarn to the process of making fabric with a non-machine loom (ATBM), which can then be used as fashion products such as bags, clothing, and fashion accessories. Keywords: Pineapple leaf recycling, Renewable textiles, creative economy . Abstrak Pengabdian Masyarakat skema kerjasama dengan dunia usaha dan industry pengolahan limbah serat Nanas menjadi produk tekstil terbarukan, UMKM Al Fiber di Kabupaten Subang Jawa Barat, dengan peserta kegiatan remaja gen-Z agar memiliki wawasan keilmuan dan keterampilan pada pengoalahan limbah daun nanas menjadi produk tekstil terbarukan yang dapat digunakan sebagai produk fashion sehingga dapat dijadikan peluang bisnis ekonomi kreatif. Subang merupakan kota penghasil buah nanas terbanyak, sehingga limbah daun nanas dapat diolah kembali menjadi tekstil untuk produk fashion. Hasil kegiatan pengabdian para remaja generasi Alpha sangat senang, antusias dan termotivasi untuk mengikuti pelatihan pengolahan limbah daun nanas yang di ekstraksi menjadi serat dan dipintal menjadi benang sampai pada proses pembuatan kain dengan alat tenun bukan mesin (ATBM), yang kemudian dapat dijadikan produk fashion seperti tas, busana, dan pelengkap busana. Kata kunci : Daur Ulang daun Nanas, Tekstil terbarukan, Ekonomi Kreatif
E-Modul Berbasis Flipbook pada Mata Pelajaran Teknologi Menjahit Materi Kampuh Busana Aurelia Putri; Florentina Br Ginting; Vera Utami Gede Putri
Jurnal Pembelajaran Inovatif Vol. 9 No. 1 (2026): Jurnal Pembelajaran Inovatif
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JPI.091.08

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa e-modul kampuh busana berbasis flipbook yang layak digunakan dalam proses pembelajaran pada mata pelajaran Teknologi Menjahit di SMK Tata Busana. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan yang digunakan adalah model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate), namun dibatasi hanya sampai tahap Develop. Kelayakan E-Modul sebagai media pembelajaran dinilai berdasarkan Karakteristik E-modul dengan aspek self instructional, self contained, stand alone, adaptive, dan user friendly serta dinilai berdasarkan Penilaian Media Pembelajaran dengan aspek rekayasa perangkat lunak dan komunikasi visual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul kampuh busana berbasis flipbook memperoleh persentase sebesar 92,78% pada aspek Karakteristik E-Modul dan 99,53% pada aspek Penilaian Media Pembelajaran. Sehingga e-modul dinyatakan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran digital pada mata pelajaran Teknologi Menjahit untuk meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap materi kampuh busana.