Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Flavonoid Total Fraksi N-Heksan Ekstrak Biji Labu Kuning (Cucurbita moschata) Secara Spektrofotometri UV-VIS: Analysis of Total Flavonoids in the N-Hexane Fraction of Pumpkin Seed Extract (Cucurbita moschata) by UV-VIS Spectrophotometry Sunnah, Istianatus; Aprilliana Ramadhani, Melati; Mardiyanti, Devi
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 6 No. 2 (2024): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v6i2.501

Abstract

Infertility is one of the main health problems in Indonesia experienced by women with a percentage of 20-35%. One of the supporting therapies for infertility is the use of medicinal plants. One part of the plant that has many benefits in herbal medicine is pumpkin seeds (Cucurbita moschata). Pumpkin seeds contain flavonoid compounds, namely phytoestrogen isoflavones, which have similar properties to estrogen in the body. The purpose of this study was to analyze the total flavonoid content of pumpkin seeds as an initial stage in their activity as a fertility agent in women. The extraction method used was maceration using 96% ethanol, then the evaporation process was carried out, and the final stage was fractionation using ethyl acetate and n-hexane. Quantitative flavonoid tests were carried out on the n-hexane fraction using the UV-Vis spectrophotometry method. The results of the qualitative test of the n-hexane fraction of pumpkin seed extract were positive for flavonoids. Quantitative tests of the n-hexane fraction of pumpkin seed extract with 3 replications obtained total flavonoid levels, respectively, were 27.77; 27.15; and 27.36 mgQE/g. Pumpkin seeds contain non-polar flavonoids. The n-hexane fraction of pumpkin seed extract contains flavonoids with an average total flavonoid content of 27.43±0.32 mgQE/g.   ABSTRAK Infertilitas merupakan salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia yang dialami oleh wanita dengan persentase 20-35%. Salah satu terapi penunjang pada infertilitas dengan pemanfaatan tumbuhan yang berkhasiat obat. Salah satu bagian tumbuhan yang memiliki banyak manfaat dalam pengobatan herbal adalah biji labu kuning (Cucurbita moschata). Biji labu kuning mengandung senyawa golongan flavonoid yaitu isoflavon fitoestrogen yang memiliki kemiripan sifat dengan estrogen di dalam tubuh. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis kadar total flavonoid biji labu kuning sebagai tahapan awal dalam aktivitasnya sebagai agen fertilitas pada wanita. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian dilakukan proses evaporasi, dan tahapan akhir dilakukan fraksinasi dengan menggunakan etil asetat dan n-heksan. Uji kuantitatif flavonoid dilakukan pada fraksi n-heksan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil uji kualitatif fraksi n-heksan ekstrak biji labu kuning adalah positif mengandung flavonoid. Uji kuantitatif fraksi n-heksan ekstrak biji labu kuning dengan 3 kali replikasi didapatkan kadar flavonoid total berturut-turut adalah 27,77; 27,15; dan 27,36 mgQE/g. Biji labu kuning memiliki kandungan flavonoid non polar. Fraksi n-heksan ekstrak biji labu kuning mengandung flavonoid dengan kadar flavonoid total rata-rata 27,43±0,32 mgQE/g.
Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Bunga Telang dan Madu Sebagai Produk Minuman Kaya Antioksidan di Desa Joho: Pengabdian Sulastri; Santoso, Arif; Chamidah Kumalasari, Nurul; Noviya Fuzianingsih, Eka; Laila Vifta, Rissa; Aprilliana Ramadhani, Melati
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6141

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea) merupakan tanaman bunga yang banyak tumbuh di pekarangan warga desa Joho, Tulungagung. Tanaman ini memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan tubuh salah satunya yaitu sebagai sumber antioksidan. Bunga telang dan madu dicampur dan diolah menjadi minuman kaya antioksidan yang memiliki banyak manfaat. Kegiatan pengabdian dilaksanakan untuk memberikan pedampingan dalam usaha pemanfaatan bunga telang dan memberikan edukasi kepada warga sekitar agar dapat mengolah dan memanfaatkan bunga telang secara optimal. Kegiatan yang dilakukan meliputi pemberian sosialisasi kepada warga mengenai manfaat bunga telang sampai menjadi teh bunga telang dan memberikan edukasi cara pembuatan minuman dari teh bunga telang dari penyeduhan hingga minuman jadi. Pelaksanaan kegiatan pengabdian menghasilkan adanya peningkatan yang terukur dalam pemahaman pengetahuan warga mengenai khasiat dan manfaat bunga telang sebagai minuman kaya antioksidan dari cara penanaman hingga pengolahan menjadi teh bunga telang, menghasilkan minat dalam upaya pembudidayaan bunga telang dan munculnya inisiatif untuk dapat mempromosikan hasil produk sediaan teh bunga telang sehingga dapat memberikan manfaat dari segi kesehatan dan sosial-ekonomi.