p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal An-Nur
Wahid, Annur
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tahir Ibnu Asyur dan Manhajnya dalam Penafsiran Al-Qur’an Wahid, Annur
Jurnal An-Nur Vol 13, No 2 (2024): Jurnal An-Nur Desember 2024
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v13i2.28179

Abstract

Thahir Ibnu Asyur merupakan salah seorang penafsir di era kontemporer. Kitab tafsirnya Al-Tahrir wa Al-Tanwir menjadi perhatian kerana di kenal unik dan mendalam dalam aspek kebahasaannya. Kajian terhadap beliau dan kitab tafsinya tersebut menjadi penting untuk mengetahui bagaimana biografi biografi beliau dan bagaimana manhajnya dalam penafsiran Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan jenis kepustakaan denagan menganalisis sumber utamanya kitab Al-Tahrir wa Al-Tanwir dan sumber pendukung dari tulisan yang berkaitan dengannya. Dari penelitian ini didapati hasil bahwa Tahir Ibnu Asyur menggunakan metode tahlili dengan kecenderungan tafsir bi al-ra’yi karena terlihat dari pendekatan sistematisnya dalam menguraikan ayat demi ayat sesuai urutan mushaf. Ibnu 'Asyur memperinci makna kata, kedudukan, uslub (gaya bahasa Arab), dan aspek-aspek lainnya secara mendalam.
Kedudukan Harta bersama dalam Rumah Tangga Perspektif Alquran Wahid, Annur
Jurnal An-Nur Vol 13, No 1 (2024): Jurnal An-Nur Juni 2024
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v13i1.28180

Abstract

Judul penelitian ini adalah “Kedudukan Harta Bersama Dalam Rumah Tangga Perspektif Alquran”. Isu harta harta bersama seringkali menjadi topik hangat di tengah masyarakat kita. Hal ini tentunya menarik perhatian media, terutama ketika melibatkan kasus perceraian di antara beberapa artis yang berakhir dengan perselisihan terkait pembagian harta bersama mereka. Kasus-kasus perceraian yang terkait dengan pembagian harta bersama di kalangan artis atau pejabat seringkali menjadi sorotan media massa. Para ahli hukum Islam sendiri memiliki pandangan yang berbeda tentang dasar hukum harta bersama atau harta gono gini ini. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa Islam dalam nashnya Alqur’an dan hadis tidak mengatur terkait dengan gono gini atau harta bersama ini, jadi itu sepenuhnya terserah mereka yang memiliki harta saja. Beberapa ahli hukum Islam lainnya mengatakan Islam tidak mungkin hanya mengatur kekayaan atau properti umum pada hal-hal kecil saja, tetapi islam telah mengatur semuanya secara rinci dan ditentukan landasan hukumnya. Dengan demikian dipahami bahwa dimungkinkan bahwa harta bersama ini juga telah diatur dalam syariat. Rumusan masalah permasalahan dalam penelitian ini adalah adalah pemecahan masalah tentang bagaimana Alqur’an memandang masalah harta bersama ini. Bagaimana pula jalan keluar terbaik yang bisa kita ambil dengan merujuk pada konsep Alqur’an sehingga terciptanya aturan yang adil sesuai dengan tuntunan Alqur’an yang suci. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reaserch) yang bersifat kualitatif. Dari penelitian ini didapati hasil bahwa Al-Qur’an sendiri tidak secara spesifik menyebutkan tentang istilah harta bersama dalam keluarga. Namun, di Indonesia, para pakar hukum Islam menganggap harta bersama sebagai syirkah (syirkah abdan). Jika terjadi perselisihan dalam pembagian harta bersama, hukum Islam menawarkan solusi Al-shulhu (perdamaian) dan musyawarah kekeluargaan untuk mencari jalan keluar yang saling menguntungkan dan penuh keridhaan. Di sisi lain, dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, harta bersama dibagi dua antara suami dan istri setelah perceraian.
Rekonsilisasi Praktik Sholat: Muhammadiyah dan Nahdhotul Ulama dalam Dinamika Nusantara Rozi, Khoirul; Hasbi, Ridwan; Nur, Afrizal; Wahid, Annur
Jurnal An-Nur Vol 13, No 1 (2024): Jurnal An-Nur Juni 2024
Publisher : UIN SUSKA RIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/an-nur.v13i1.28178

Abstract

Umat Islam di nusantara terkenal dengan kemajmukannya dalam banyak aspek, persoalan agama bukan persoalan biasa tapi berkaitan dengan sebuah praktik yang dapat memicu disharmonis. Tulisan ini  merupakan sebuah studi pustaka yang berdasarkan pada observasi dan literatur rivew. Demi terwujudnya kerukunan dalam praktik ibadah tanpa sikut menyikut suatu kelompok terhadap kelompok lainya . rekonsilisasi antara dua muhammadiyah dan nahdhotul ulama (NU) merupakan dorongan dari cinta terhadap sesama berlandaskan ungkapan alquran bahwa korelasi sesama mukmin adalah ukhuwwah.