Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perceptions of Adolescent Health Care Services in The Era Society 5.0 for Darussalam Health Vocational School Students Marchamah, Dwi Nur Siti; Dewi, Restu Ayu Eka Pustika; Ersalina, Fadhila Rahma
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 10, No 2 (2024): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i2.20500

Abstract

Adolescent care health services program are less equitable and optimal. Increasing human resources in the health sector, and health facilities are also needed to support this program. The research aims to determine the perceptions of adolescent healthcare services in the era Society 5.0. This type of research is quantitative descriptive, with a cross-sectional design. Sampling using the Slovin formula was 88 people. Data collection uses a questionnaire. The research results revealed that health workers have good knowledge about various adolescent problems, can help adolescents solve their health problems, and have a pleasant attitude when dealing with or serving adolescents. The health center provides a room to ensure adolescents’ privacy, health workers will be able to recognize all the problems adolescents are experiencing, adolescents will feel comfortable, and adolescents can be served quickly. The community health center's suggestions can increase efforts to develop adolescent care health service programs through online service websites so that implementation targets are met in schools. Apart from that, adolescent empowerment efforts are also needed to support the success of the program.
Edukasi Mental Health Awareness melalui Screening Kesehatan pada Gen Z sebagai Upaya Promotif Lestari, Catur Retno; Marchamah, Dwi Nur Siti; Dewi, Restu Ayu Eka Pustika; Rachmadani, Almira Nathania
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i1.17765

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan suatu tahap perkembangan yang sangat rentan mengalami permasalahan. Permasalahan ini dapat memengaruhi mental health remaja. Edukasi diperlukan untuk bisa mendeteksi secara dini masalah mental health, sehingga dapat mengetahui tindakan yang akan diambil ketika remaja mengalami masalah mental health. Berupa ceramah, diskusi, tanya jawab, dan mental health screening menggunakan kuesioner Self Reporting Questionnaire (SRQ  20) yang diberikan pada saat pretest dan postest. Peserta dalam kegiatan ini adalah siswa di SMK Kesehatan Darussalam. Pengujian secara statistik untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah dilakukan edukasi kesehatan tentang mental health awareness. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mengindikasikan seseorang mengalami gejala mental health. Remaja antusias untuk mengajukan pertanyaan terkait dengan proses terjadinya gangguan mental health dan cara melakukan deteksi dini. Edukasi kesehatan tentang mental health awareness sebelum dan sesudah kegiatan berpengaruh terhadap pengetahuan remaja. Pencegahan mental health di sekolah dapat dilakukan dengan memberikan upaya promotif, pemantauan dan intervensi lebih lanjut bekerjasama dengan berbagai lintas program dan lintas sektor terkait. Kata Kunci: Awareness, Mental Health, Promotif, Screening  ABSTRACT Adolescence is a stage of development that is very vulnerable to experiencing problems. This problem can affect teenagers mental health. Education is needed to be able to detect mental health problems early so that we can know what actions to take when teenagers experience mental health problems. In the form of lectures, discussions, questions and answers, and mental health screening using the Self Reporting Questionnaire (SRQ 20) questionnaire given at pretest and posttest. Participants in this activity were students at the SMK Kesehatan Darussalam. Statistical testing to determine the effect before and after health education regarding mental health awareness. This community service activity indicates that someone is experiencing mental health symptoms. Teenagers are enthusiastic about asking questions related to the process of mental health disorders and how to carry out early detection. Health education about mental health awareness before and after activities influences teenagers knowledge. Prevention of mental health in schools can be done by providing further promotive, monitoring, and intervention efforts in collaboration with various related programs and sectors. Keywords: Awareness, Mental Health, Promotive, Screening
Edukasi dan Pemeriksaan Hemoglobin Sebagai Gerakan Sehat tanpa Anemia pada Siswa SMK Nurul Islami Semarang Elawati, Nunung Eni; Lestari, Catur Retno; Dewi, Restu Ayu Eka Pustika; Syaifulloh, Moh; Nahdah, Athifah Ari
Manggali Vol 3 No 1 (2023): Manggali
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/manggali.v3i1.2428

Abstract

Remaja merupakan tahap transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa, yang ditandai dengan pertumbuhan fisik yang cepat, sehingga membutuhkan asupan gizi yang memadai termasuk zat besi. Asupan zat besi yang kurang dapat menimbulkan anemia pada remaja. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan edukasi dan pemeriksaan hemoglobin serta pengukuran antropometri kepada remaja di SMK Nurul Islami Semarang mengenai anemia dan upaya pencegahan anemia pada remaja. Pengabdian ini dilakukan dengan metode sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) serta pengecekan kadar Hemoglobin dan antropometri pada siswa-siswi SMK Nurul Islami Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh 35 siswa. Hasil pengabdian menujukkan bahwa siswa SMK Nurul Islami Semarang tidak terindikasi anemia, dengan rata-rata siswa memiliki kadar hemoglobin normal sebanyak memiliki rata-rata kadar hemoglobin normal sebanyak 30 orang (85,71%),yang didukung dengan rata-rata IMT siswa berstatus gizi baik (65,71%), dengan ukuran LILA normal sebanyak 27 orang (77,14%) meskipun beberapa memiliki tekanan darah rendah yaitu sebanyak 24 orang (68,57%). Dengan adanya pengecekan kadar hemoglobin dan antropometri pada kegiatan pengabdian ini siswa siswi menjadi lebih memahami pentingnya pencegahan anemia dengan mengonsumsi tablet penambah darah dan makanan yang bergizi dengan didukung aktivitas fisik.
Peningkatan Kesadaran Donor Darah Bagi Masyarakat Sebagai Gaya Hidup Untuk Mewujudkan Generasi Sehat Marchamah, Dwi Nur Siti; Dewi, Restu Ayu Eka Pustika; Lestari, Catur Retno; Amanda, Ervina Rika
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 4 No 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v4i3.1943

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar turut aktif dalam pelaksanaan kegiatan donor darah sebagai gaya hidup untuk mewujudkan generasi sehat. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajahmungkur Kota Semarang. Tahap pertama adalah persiapan, yaitu melakukan anamnesa identitas peserta serta skrining riwayat kesehatan melalui wawancara. Tahap kedua yaitu peserta melewati beberapa pemeriksaan karena harus memenuhi kriteria. Tahap ketiga tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ivet memberikan sosialisasi yaitu donor darah sebagai gaya hidup untuk mewujudkan generasi sehat. Tahap keempat yaitu pelaksanaan donor darah. Tahap kelima yaitu mengukur tingkat kesadaran peserta melalui kuesioner. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta paling banyak yaitu remaja akhir (17-25 tahun) sebanyak 44 orang (71%), lulusan dari pendidikan tingkat SMA sebanyak 51 orang (82,3%), status sebagai pelajar sebanyak 43 orang (69,4%), dan tingkat kesadaran peserta donor darah kategori sedang sebanyak 45 orang (72,6%).