Irfandi, Irfandi
Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, Indonesia

Published : 23 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

ANALISIS TINGKAT KESEGARAN JASMANI SISWA YANG BERANGKAT PULANG SEKOLAH JALAN KAKI DAN NAIK SEPEDA Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.473 KB)

Abstract

Physical fitness is the ability to perform daily activities without incurring significant fatigue and still have the energy to cope with the extra workload. Physical Freshness components include: strength, endurance, flexibility, speed, agility, coordination, balance, accuracy. This study uses a quantitative approach with descriptive methods. The sample in this study the number of 32 students who walk and ride bicycles. The research instrument was Tests Physical Freshness Indonesia (TKJI). Data were analyzed using mean and percentage. Results from this study is that physical fitness test on by boys that go to and from school on foot average value generated 15.89 medium category. Students daughter to and from school on foot average value generated 16.33 less category. While the male student who go to and from school by bicycle average value generated 17.63 medium categories. Students daughter to and from school by bicycle average value generated 17.29 less category. Concluded that physical fitness test results in students classified as less although there is one of two students who have a good level of physical fitness is average students who ride a bike, so for all eighth grade students of SMA Negeri 1 Banda Aceh will raise the recommended physical activity especially cycling when to and from school that can increase physical fitness. Abstrak The physical fitness adalah kemampuan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti dan masih memiliki tenaga untuk mengatasi beban kerja tambahan. Komponen Kesegaran Jasmani meliputi: kekuatan, daya tahan, kelentukan, kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, ketepatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini dengan jumlah 32 siswa yang jalan kaki dan naik sepeda. Instrumen penelitian adalah Tes Kesegaran Jasmani Indonesia (TKJI). Teknik analisis data menggunakan mean dan prosentase. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa tes kesegaran jasmani pada siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 15,89 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah jalan kaki nilai rata-rata yang dihasilkan 16,33 kategori kurang. Sedangkan siswa putra yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,63 kategori sedang. Siswa putri yang berangkat dan pulang sekolah naik sepeda nilai rata-rata yang dihasilkan 17,29 kategori kurang. Simpulan bahwa hasil tes kesegaran jasmani pada siswa tergolong kurang meskipun ada satu dua siswa yang memiliki tingkat kesegaran jasmani baik yang rata-rata adalah siswa yang naik sepeda, sehingga untuk semua siswa kelas XII SMA Negeri 1 Banda Aceh disarankan agar lebih memperbanyak aktivitas fisik terutama bersepeda ketika berangkat dan pulang sekolah supaya kesegaran jasmani dapat meningkat. Kata Kunci: survey, kesegaran jasmani, kecepatan, kekuatan, daya ledak, daya tahan
ANALISIS INDEKS PEMBANGUNAN OLAHRAGA WARGA KOTA BANDA ACEH DAN ACEH BESAR Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.732 KB)

Abstract

The purpose of this research is to analyze the Sports Development Index of the Residents of the City of Banda Aceh and Aceh Besar, which are divided into Four (4) Subdistricts which are scattered: Kuta Radja Subdistrict, Kuta Alam District, Syiah Kuala District, and Baitussalam District, using regression dependent variable Sports Development Index. The study was tested using data in 2015, 2016, 2017 and 2018. There were several variables tested, the data was processed using the panel method including: human resources (District of KutaRadja 40), (District of Kuta Alam 34), and ( Syiah Kuala District as many as 18). While green open spaces: (Kuta Radja District 11,651 m2), (Kuta Alam District 15,476 m2), (Syiah Kuala District 7,985 m2) and District Baitussalam (17,985 m2)). Meanwhile the overall level of community participation shows the figures: (Kuta Radja Subdistrict 1321), (Kuta Alam Subdistrict 1784), (Syiah Kuala District 723) and (District 1933). So, from the results of this research indicate that the Sports Development Index of the citizens of Banda Aceh and Aceh Besar cities spread in four sub-districts in the three domains is still relatively low when compared to several other large cities in Indonesia. Abstrak Tujuan riset ini untuk menganalisis Indeks Pembangunan Olahraga Warga Kota Banda Aceh dan Aceh Besar, yang terbagikedalamEmpat (4) Kecamatan yang tersebar diantaranya: Kecamatan Kuta Radja, Kecamatan Kuta Alam, Kecamatan Syiah Kuala, dan Kecamatan Baitussalam, yakni dengan menggunakan regresi panel data variabel dependen Indeks Pembangunan Olahraga. Penelitian yang diuji dengan menggunakan data pada tahun 2015, 2016, 2017dan 2018. Terdapat beberapa variabel yang diuji, data diolah yakni dengan menggunakan metode panel diantaranya: sumber daya manusia (Kecamatan KutaRadja40), (Kecamatan Kuta Alam34), dan (Kecamatan Syiah Kuala sebanyak 18). Sementara ruang terbuka hijau: (Kecamatan Kuta Radja11, 651 m2), (Kecamatan Kuta Alam 15,476 m2), (Kecamatan Syiah Kuala 7,985 m2) dan Kecamatan Baitussalam (17,985 m2)). Sementara itu juga angka tingkat partisipasi masyarakat secara keseluruhan menunjukkan pada angka: (Kecamatan Kuta Radja 1321), (Kecamatan Kuta Alam 1784), (Kecamatan Syiah Kuala 723) dan (Kecamatan 1933). Maka, dari hasil riset ini menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Olahraga Warga Kota Banda Acehdan Aceh Besar yang tersebar di empat kecamatan dalam tiga ranah tersebut masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan beberapa Kota besar lainnya yang ada di Indonesia. Kata Kunci: Pembangunan, olahraga, partisipasi, rendah
EVALUASI MODEL MODIFIKASI KETERAMPILAN DASAR BERMAIN SEPAKBOLA USIA10-17 TAHUN PADA SEKOLAH SEPAK BOLA BINTANG MUDA BANDA ACEH Irfandi Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.031 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v6i2.903

Abstract

Research aims to know the basic skill level of playing the age of 10-17 years at the Football School (SSB) of the young star of Banda Aceh. " This research is classified in descriptive research. The population used in this study was that of the Young Football School (SSB) Bintang Banda Aceh numbered 26. Data collection techniques at the age of 10-17 years with basic skill Test playing football are: Pass the ball (passing), dribble, and the ball (heading), Shoot the ball (shooting), throw in, touch the ball (running with the ball). Data is processed using statistics by calculating the average and percentage values. The overall research results gained in this study were 4% being a good category of catagories, 77% were in both categories and 19% in medium category. The conclusion in this research is the skill level of playing football athletes SSB young star Banda Aceh aged 10-12 years is good. It is expected to coach to further steer the athlete during practice and apply a strategy practice pattern so that each regular game performs. To the athlete of the Youth School (SSB) The young star is expected to be more pocus in practice, especially in terms of playing football skills. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keterampilan dasar bermain sepakbola usia 10-17 tahun pada Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Muda Banda Aceh.” Penelitian ini digolongkan dalam penelitian deskriptif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua atlet Sekolah Sepak Bola(SSB)Bintang Muda Banda Aceh berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data pada usia 10-17 tahun dengan tes keterampilan dasar bermain sepakbola yaitu: mengoper bola (passing), menggiring bola (driblling), menyundul bola (heading), menembak bola (shooting), lemparan kedalam (throw in), sentuhan terhadap bola (running with the ball.Data diolah dengan menggunakan statistik dengan menghitung nilai rata-rata dan presentase. Hasil penelitian keseluruhan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 4% berada katagori baik sekali, 77% berada pada kategori baik dan 19% dalam kategori sedang. Adapun kesimpulan dalam penelitian ini adalah tingkaat keterampilan bermain sepak bola atlet SSB Bintang Muda Banda Aceh usia 10-12 tahun tergolong baik. Diharapkan kepada pelatih untuk lebih mengarahkan atlet pada saat latihan dan menerapkan pola latihan strategi sehingga setiap melakoni pertandingan biasa menerapkannya. Kepada atlet Sekolah Sepak Bola (SSB) Bintang Muda diharapkan lebih pokus dalam latihan,terutama dalam hal keterampilan bermain sepak bola. Kata kunci : Evaluasi, Keterampilan Dasar, Sepakbola
ANALISIS EVALUASI MANAJEMEN PELATIHAN KLUB OLAHRAGA ATLETIK NOMOR LARI, LOMPAT DAN LEMPAR BINAAN DISPORA PROVINSI ACEH Zikrur Rahmat; Irfandi Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 6 No. 2 (2019)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.469 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v6i2.904

Abstract

The purpose of this study was to analization the management of Athletic sports club training, especially the numbers for the run, jump and throw of the Aceh Dispora, and specifically aimed at assessing the extent of the development of existing Athletic sports clubs in each District / City under the guidance of the Aceh Dispora, in the study this research is Sabang, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Simeulue and Aceh Singkil. The method used is a qualitative research method, which only assesses the feasibility of developing the management of Athletic sports clubs. The results obtained showed that: 1) facilitating the management / management of athletic sports, especially the numbers of running, jumping and throwing the Aceh Dispora Patronage in each Regency / City, 2) creating a management evaluation plan for Athletic sports club training, especially running numbers, lompat dan lempar Binas Dispora in Aceh Province, including all Dispora in each District / City that overshadow Athletic sports activities, 3) make monthly, weekly and daily training programs, 4) apply rules to be more disciplined, directed and motivated in practice, 5) can organize well about scheduling, determine the place of training especially the existing Dispora Aceh Athletic Sports Club in each Regency / City. The results of the research and discussion show that the process of managing athletes in Aceh Athletic Sports clubs in the regions is still relatively low, this is because the management, management, recruitment and financing processes are still classified as less / still in the process of improving towards more advanced. Abstrak Tujuan kajian penelitian ini adalah untuk menganalisis manajemen pelatihan klub olahraga Atletik khususnya nomor lari, lompat dan lempar Binaan Dispora Aceh, dan secara khusus bertujuan untuk menilai sejauh mana perkembangan pengelolaan klub olahraga Atletik yang ada disetiap Kabupaten/Kota dibawah Binaan Dispora Aceh, dalam kajian penelitian ini yakni Sabang, Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Jaya, Simeulue dan Aceh Singkil. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dimana hanya menilai, melihat kelayakan perkembangan manajemen pengelolaan klub olahraga Atletik. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa:1) mempermudah dalam pengelolaan/kepengurusan olahraga atletik khususnya nomor lari, lompat dan lempar Binaan Dispora Aceh yang ada di setiap Kabupaten/Kota, 2) membuat suatu rancangan evaluasi manajemen pengelolaan pelatihan klub olahraga Atletik khususnya nomor lari, lompat dan lempar Binaan Dispora di Propinsi Aceh, termasuk semua Dispora yang ada di setiap Kabupaten/Kota yang menaungi untuk membina kegiatan olahraga Atletik, 3) membuat program latihan bulanan, mingguan, dan harian, 4) menerapkan aturan agar lebih disiplin, terarah dan termotivasi dalam berlatih, 5) dapat mengorganisasikan dengan baik tentang penjadwalan, penentuan tempat latihan terutama klub olahraga atletik Binaan Dispora Aceh yang ada disetiap Kabupaten/Kota. Hasil penelitian dan pembahasannya menunjukkan bahwa proses pengelolaan klub olahraga Atlet Atletik Aceh yang ada didaerah masih tergolong rendah, hal ini dikarenakanproses manajemen, pengelolaan, proses perekrutan dan pembiayaan masih juga tergolong kurang/masih dalam tahapan pembenahan menuju kearah yang lebih maju. Kata Kunci: Evaluasi, Manajemen, Binaan, dan Atletik
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK SERVIS BAWAH, SERVIS ATAS DAN CEKIS DALAM BOLAVOLI Irfandi; Sugiyanto; Agus Kristiyanto
Jurnal Penjaskesrek Vol. 2 No. 2 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.216 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun berbagai macam draft desain model latihan teknik, serta menyusun dalam pembuatan produk awal, melaksanakan uji kelompok kecil, uji kelompok besar, dan melaksanakan uji efektivitas produk, sehingga memperoleh hasil berupa peningkatan kualitas latihan serta penguasaan teknik atlet, terutama servis atas, servis bawah dan cekis dalam permainan bolavoli pada atlet putri tingkat menengah (Intermediate) klub Bolavolli di Kota Sigli. Penelitian pengembangan atau yang lebih dikenal dengan research and development dilaksanakan di klub Bolavolli di Kota Sigli. Subyek penelitian yang digunakan adalah atlet putra tingkat menengah yang berjumlah 22 atlet dari Klub Bolavoli PLN Pidie, dan 22 atlet dari Klub Bolavoli Metro-Sigli dan Klub Bolavoli Corolla (Sigli Volleyball Club). Tahap uji kelompok kecil dilaksanakan di Klub Bolavoli PLN Pidie, kemudian dilanjutkan dengan uji kelompok besar yang dilaksanakan di Klub Bolavoli Metro-Sigli. Sedangkan pelaksanaan tahap uji efektivitas produk dilaksanakan di Klub Bolavoli Metro-Sigli dan Klub Bolavoli Corolla (Sigli Volleyball Club). Hasil penguasaan model latihan keterampilan teknik servis atas, servis bawah dan cekis yang diperoleh berdasarkan dari: 1) Rekapitulasi data hasil persentase quesioner dan validasi oleh sejumlah ahli yang diperoleh dengan rata-rata skor sebesar 67% dan 73%, dan itu termasuk pada kategori yang cukup valid, artinya produk model latihan keterampilan teknik servis atas, servis bawah dan cekis sehingga dapat digunakan dan diterapkan sebagai pedoman model latihan pada Klub Bolavolli atlet putri tingkat menengah (Intermediate). Data persentase hasil model yang diuji cobakan pada kelompok kecil diperoleh dari penguasaan model latihan keterampilan teknik atlet yakni sebesar 81,10%, yang berarti valid digunakan, dan kelompok besar diperoleh penguasaan model latihan teknik servis atas dan servis bawah dalam bolavolli adalah sebesar 85,34% artinya produk valid digunakan, sehingga dapat dimaknai jika model yang dikembangkan secara real mampu memberikan hasil, dan konstribusi yang sangat luar biasa akurat terutama dalam penguasaan model latihan teknik servis atas, servis bawah dan cekis dalam bolavoli. Dengan demikian, memaknai hasil pengembangan sosok model terhadap kelompok yang diberikan treatment, dalam hal ini terdapat suatu perbedaan yang signifikan antara kelompok sebelum diberikan treatment jika di bandingkan dengan kelompok setelah diberikan treatment. Berdasarkan data hasil pretest-postest atlet menunjukkan sejumlah hasil penguasaan terhadap model latihan keterampilan teknik adalah sebesar 62,27%, kemudian setelah dilaksanakan produk model (proses pemberian treatment) maka terjadinya efek peningkatan yang sangat signifikan terhadap penguasaan produk model latihan keterampilan teknik dengan memperoleh hasil sebesar 67,27%.
EVALUASI NILAI – NILAI GERAK DAN LAGU DAPAT MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS SISWA SMA NEGERI 9 KOTA BANDA Zikrur Rahmat; Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.716 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v7i1.1007

Abstract

The problem so far is where there is still no increase in fine motor skills of SMA Negeri 9 Banda Aceh City students. Through the use of the method of motion and song, it is assumed that the fine motor skills of SMA Negeri 9 Banda Aceh City students, in the 2019/2020 school year, then at the end of the second cycle it is known that there has been an increase in class average of 34.66%, ie from the average test initial conditions 60 to 75. While the level of completeness of student learning at the end of the second cycle has reached 92% with a percent increase from cycle I of 34.61% compared to pre-cycle which only reached 34.13%. Non-test observations also showed that student activity increased more in cycle I and cycle II when compared to pre cycle. Thus most of the students of class XI-1 of SMA Negeri 9 Banda Aceh City have experienced an increase in learning outcomes in physical education material that is improving fine motor skills of SMA Negeri 9 Banda Aceh City, Academic Year 2019/2020. Abstrak Permasalahan selama ini adalah dimana masih belum meningkatnya kemampuan motorik halus siswa SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh. Melalui penggunaan metode gerak dan lagu dianggap dapat kemampuan motorik halus siswa SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh, tahun ajaran 2019/2020, kemudian pada tahap akhir siklus II diketahui telah terjadi peningkatan rata-rata kelas 34,66 %, yaitu dari rata- rata tes kondisi awal 60 menjadi 75. Sedangkan tingkat ketuntasan belajar siswa pada akhir siklus II telah mencapai 92% dengan persen peningkatan dari siklus I sebesar 34,61% dibandingkan dengan pra siklus yang hanya mencapai 34,13%. Hasil pengamatan non tes juga menunjukkan aktivitas siswa lebih meningkat pada siklus I dan siklus II jika dibandingkan dengan pra siklus. Dengan demikian sebagian besar siswa kelas XI-1 SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh telah mengalami peningkatan hasil belajar pada materi pendidikan jasmani yaitu meningkatkan kemampuan motorik halus siswa SMA Negeri 9 Kota Banda Aceh, Tahun Ajaran 2019/ 2020. Kata Kunci: Kemampuan Motorik Halus, Gerak Dan Lagu
ANALISIS PELAKSANAAN MANAJEMEN PEMUSATAN PENDIDIKAN DAN LATIHAN OLAHRAGA BAGI PUSAT PEMBINAAN LATIHAN MAHASISWA (PPLM) CABANG OLAHRAGA TARUNG DERAJAT KOTA BANDA ACEH Munzir; Irfandi
Jurnal Penjaskesrek Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.237 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v7i1.1010

Abstract

This study aims to: (1) Determine the organizational structure of the Banda Aceh City Training Center (PPLM) fighting class (2) Know the stages of the process carried out in the recruitment of athletes at the Banda Aceh City Level Training Center for Students Training (3) Knowing management of facilities and infrastructure in supporting the achievements of athletes of the Center for Student Training Development (PPLM) fighting the Banda Aceh City. (4) Knowing the implementation of financial management in the Center for the Training of Student Training (PPLM) fighting the Banda Aceh City degree. (5) Knowing the implementation of the management training of the Tarung College Student Training Development Center (PPLM). The study was conducted at the Central Training Center for Student Training (PPLM) fighting in the city of Banda Aceh. This research uses descriptive qualitative method. The unit of analysis is the Central Training Center for Student Training (PPLM) fighting in the city of Banda Aceh. (1) Organizational Structure of the Center for Training of Students Training (PPLM) fighting in the city of Banda Aceh has been good which already has elements of the organization that continues to strive to facilitate athletes to excel. (2) The process of recruiting athletes has been carried out well because it is very selective and in accordance with the criteria / marking as determined by the standards of the Ministry of Youth and Sports of the Republic of Indonesia (3) The implementation of facilities and infrastructure management is not good, this is because the supporting media for PPLM athlete facilities is not yet complete and only utilize what is there. (4) The implementation of financial management has been carried out well because it is in accordance with their respective portions. (5) The implementation of training management in the Tarung College Student Training Development Center (PPLM) has been going well. Considering the allocation of funds from the APBN and ABPD which is limited to each year, so that management only maximizes in accordance with the allocation of existing funds. Abstrak Penelitian ini bertujuan: (1) Mengetahui struktur organisasi Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh (2) Mengetahui proses tahapan yang dilakukan dalam perekrutan atlet di Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh (3) Mengetahui manajemen sarana dan prasarana dalam mendukung prestasi atlet Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh. (4) Mengetahui pelaksanaan manajemen keuangan di Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh. (5) Mengetahui pelaksanaan manajemen latihan Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan di Balai Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif kualitatif. Unit analisisnya adalah Balai Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh. (1) Struktur Organisasi Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh sudah sudah baik dimana sudah memiliki unsur-unsur organisasi yang terus berupaya memfasilitasi atlet untuk berprestasi. (2) Proses perekrutan atlet sudah dilaksanakan dengan baik karena sangat selektif dan sudah sesuai dengan kriteria/ bencmarking sebagaimana yang ditentukan oleh standar Kemenpora Republik Indonesia (3) Pelaksanaan manajemen sarana dan prasarana kurang baik, hal ini dikarenakan media pendukung fasilitas atlet PPLM belum lengkap sepenuhnya dan hanya memanfaatkan apa yang ada saja. (4) Pelaksanaan manajemen keuangan telah dilaksanakan dengan baik karena sudah sesuai dengan porsinya masing-masing. (5) Pelaksanaan manajemen latihan di Pusat Pembinaan Latihan Mahasiswa (PPLM) tarung derajat Kota Banda Aceh sudah berjalan dengan baik. Mengingat alokasi dana dari APBN dan ABPD yang terbatas pada setiap tahunnya, sehingga pengelolaan hanya memaksimalkan sesuai dengan alokasi dana yang ada. Kata Kunci: Pelaksanaan Manajemen PPLM, Struktur Organisasi, Perekrutan Atlet, Manajemen Sarana Prasarana Manajemen Keuangan Dan Latihan
ANALISIS KETERAMPILAN MEMANAH BAGI MAHASISWA UIN, SERAMBI DAN UBUDIYAH DI STKIP BINA BANGSA GETSEMPENA BANDA ACEH Irfandi; Zikrur Rahmat
Jurnal Penjaskesrek Vol. 7 No. 1 (2020)
Publisher : Program Studi Pendidikan Jasmani, FKIP Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.548 KB) | DOI: 10.46244/penjaskesrek.v7i1.1012

Abstract

The purpose of this article is to increase strength, speed, accuracy, endurance, and coordination and balance are crucial in producing good and correct archery basic techniques, so as to produce good archery accuracy. In line with that, we think that in order to get the automation and effectiveness of arm muscle strength, arrow speed in order to reach the target in archery, in this case it is necessary to have regular and directed physical training, this is felt to be more effectively done through devotion activities carried out by the student . But in its application the field is actually different, isotonic training, which is a form of exercise with shortened and elongated muscle contractions, in this case the chosen form of exercise is bow pulling training, whereas isometric training is a form of training that contracts with no shortening or elongation, in this case the form of exercise used is to hold the arc pressure (balance). The system of implementing the two forms of training is adjusted to the training program that has been planned and established for the achievement of the peak achievements of UIN, Serambi and Ubudiyah students at the STKIP BBG Banda Aceh. The aim is to improve skills, accuracy, right on target when archery, so in this case the solution offered in this service is to conduct training activities based on daily, weekly and monthly training programs. Abstrak Tujuan artikel ini adalah untuk meningkatkan kekuatan, kecepatan, ketepatan, daya tahan, dan koordinasi serta keseimbangan sangat menentukan dalam menghasilkan teknik dasar memanah yang baik dan benar, sehingga menghasilkan ketepatan memanah yang baik. Sejalan dengan itu, kami berpikir bahwa untuk mendapatkan otomatisasi dan efektivitas kekuatan otot lengan, kecepatan anak panah demi mencapai target dalam memanah, maka dalam hal ini perlu latihan fisik secara rutin dan terarah, hal ini dirasa lebih efektif dilakukan melalui kegiatan pengabdian yang dilakukan mahasiswa tersebut. Namun dalam aplikasinya dilapangan justru berbeda, latihan isotonik yaitu suatu bentuk latihan dengan konstraksi otot memendek dan memanjang dalam hal ini bentuk latihan yang dipilih adalah latihan menarik busur, sedangkan latihan isometrik merupakan suatu bentuk latihan yang berkontraksi dengan tidak terjadi pemendekan atau pemanjangan, dalam hal ini bentuk latihan yang dipergunakan adalah menahan tekanan busur (keseimbangan). Sistem pelaksanaan kedua bentuk latihan disesuaikan dengan program latihan yang telah direncanakan dan ditetapkan untuk pencapaian prestasi puncak mahasiswa UIN, Serambi dan Ubudiyah di STKIP BBG Banda Aceh. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan, ketepatan, tepat sasaran saat memanah, maka dalam hal ini solusi yang ditawarkan dalam pengabdian ini adalah dengan melakukan kegiatan pelatihan berpedoman pada program latihan harian, mingguan dan bulanan. Kata Kunci: Keterampilan, Memanah, Mahasiswa.
PENGEMBANGAN MODEL MANAJEMEN EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PEMANFAATAN SISTEM ICT TINGKAT SEKOLAH DASAR SE-KOTA BANDA ACEH Irfandi; Hazal Fitri
Jurnal Visipena Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LP2M) STKIP Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.695 KB) | DOI: 10.46244/visipena.v9i1.432

Abstract

The general purpose of this research is to design the development of a suitable learning evaluation management model in the utilization of ICT system at elementary school level in Banda Aceh City, to develop a model of evaluation evaluation management such as what is suitable in the utilization of ICT system of elementary school level Se- City of Banda Aceh. The method used in this research is research development (research and development version of Borg and Gall, 1983). The expected benefit in this study is that all teachers who teach at elementary level can use / utilize ICT system in learning process, this is for improvement of education quality at that level. Abstrak Adapun yang menjadi tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mendesain pengembangan model manajemen evaluasi pembelajaran yang cocok dalam pemanfaatan sistem ICT tingkat Sekolah Dasar Se- Kota Banda Aceh, mengembangkan sosok model manajemen evaluasi pembelajaran seperti apakah yang cocok dalam pemanfaatan sistem ICT tingkat Sekolah Dasar Se- Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development versi Borg and Gall, 1983). Manfaat yang diharapkan dalam penelitian ini dimana semua guru yang mengajar pada jenjang sekolah dasar dapat menggunakan/memanfaatkan system ICT dalam proses pembelajaran, hal ini demi peningkatan kualitas pendidikan pada jenjang tersebut. Kata Kunci: Pengembangan, Manajemen, Evaluasi, dan Sistem ICT
Peran Olahraga Sebagai Strategi Peningkatan Komunikasi dan Elektabilitas Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh Irfandi Fandi; Zikrur Rahmat
JURNAL HURRIAH: Jurnal Evaluasi Pendidikan dan Penelitian Vol. 2 No. 3 (2021): Jurnal Hurriah
Publisher : Yayasan Hurriah, Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

English: This research study aims to determine the Pattern of Achievement Development of Taekwondo Athletes at the Aceh Sports Talent High School (SMAKOR) regarding the knowledge and personal trainers who handle athletes towards high achievement, the condition of athletes which includes physical, talent and motivation in branch athletes. Taekwondo sports at the Aceh Sports Talent High School (SMAKOR), a supporting facility for improving the achievements of athletes in the Taekwondo sport at the Aceh Sports Talent High School (SMAKOR) the role of School/Education for athletes with achievements in sports. which includes this study using a descriptive qualitative approach with the Countenance evaluation model from Robert E. Stake. The subjects of this study were administrators, coaches and athletes in Taekwondo at the Aceh Sports Talent High School (SMAKOR). Data collection techniques in this study were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is data triangulation, namely by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study are: The antecedents, background and planning of the coaching program in Taekwondo at the Aceh Sports Talent High School (SMAKOR) are clear and well organized. Transactions, recruitment of coaches and athletes have gone well, the implementation of the coaching program is good enough according to the scheduled training program, the facilities and infrastructure are not good and some are not standardized nationally, the funds have not run well enough to meet the needs of athletes, consumption has not gone well enough to meet the needs of athletes. meet the needs of athletes, coordination has gone well, the welfare provided to coaches and athletes has not been maximized. The outcome is that the athletes' achievements in several sports have been good but not stable and some have not even received significant achievements. Conclusion: The antecedents, background and planning of the coaching program are good and clear. Transactions, recruitment of coaches and athletes have gone well, the implementation of the coaching program is quite good, facilities and infrastructure are not good, funds are not good, consumption is not good, and the welfare provided to coaches and athletes is not optimal. Outcome, the achievements of Taekwondo athletes at the Aceh Sports Talent High School (SMAKOR) in several sports have been good but not stable and some have not even received significant achievements. Bahasa: Penelitian ini dilatar belakangi oleh peran dan konstribusi anggota dewan dalam meningkatkan elektabilitasnya dimata masyarakat terutama bidang olahraga dimana, masyarakat sangat meninginkan adanya penyelenggaraan event olahraga pada setiap tahunnya oleh para anggota dewan, sebab yang menjadi pokok permasalahan selama ini kebanyakan anggota dewan tidak pernah merespon, mempedulikan para pendukungnya semasa pemilihan umum, pemilihan anggota dewan. Tujuan penelitian yakni untuk meningkatkan elektabilitas para anggota dewan dan strategi peningkatan komunikasi dan elektabilitas politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh. Metode yang digunakan pendekatan kualitatif, pemilihan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode survey dikarenakan dalam melakukan tindakan ditujukan kepada subyek penelitian, peneliti mengutamakan dan mengungkapkan makna dalam proses kegiatan penelitian. Hasil penelitian para anggota dewan harus senantiasa memperhatikan dan memberi perhatian lebih kepada para anak muda, pemerhati olahraga dan masyarakat dimana mereka memang sudah layak dan seyogyanya mendapatkan kesempatan lebih dalam penyelenggaraanevent pada cabang olahraga tertentu, sebab dengan adanya penyelenaggaraan event padaberbagai ajang dan cabang olahraga tertentu maka dengan sendirinya akan meningkatkanelektabilitas dan pamor anggota dewan itu sendiri. Dengan mendukung sejumlah eventperlombaan dalam penyelenggaraan berbagai aktivitas tersebut maka Anggota DPRK BandaAceh ini akan lebih terpandang, dipercaya oleh sejumlah kalangan masyarakat sehingga harapannya kedepan akan lebih mudah untuk menduduki posisi yang sama atau pun naikjabatannya sebagai wakil rakyat.