Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rancang Bangun Kompor Induksi Menggunakan Zero voltage switching Low Power Lestari, Rizca Tri; Al-Azhar, Gillang; Sungkono, Sungkono
Metrotech (Journal of Mechanical and Electrical Technology) Vol 4 No 1: Januari 2025
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi, UNIRA Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/metrotech.v4i1.5323

Abstract

Kompor induksi dinilai dapat mengurangi penggunaan energi fosil yang berlebih. Dalam penelitian ini menggunakan zero voltage switching yang digunakan sebagai driver transformator flyback yang mengubah arus listrik DC menjadi arus AC berfrekuensi tinngi. Dengan menggunakan sensor suhu PT100 yang terhubung dengan Arduino UNO untuk membaca besaran suhu yang diinginkan dan dikontrol dengan metode kontrol PID. Untuk mencapai nilai setpoint yang diinginkan maka digunakan kontrol PID dimana untuk menentukan parameter nilai Kp, Ki, dan Kd digunakan metode Ziegler-Nichols 1 dan Trial and error dengan nilai Kp, Ki, dan Kd dari metode Ziegler-Nichols 1 sebagai nilai acuan. Dari hasil 2 pengujian metode didapatkan selisih nilai yang sedikit dimana metode trial and error dan didapatkan respon yang paling baik yaitu trial and error menghasilkan respon sistem nilai delay Time (Td) = 90s, rise Time (Tr) = 363s, setting Time (Ts) = 429s dan error steady state = 1,4% dengan nilai dengan nilai Kp = 32,6 Ki = 0,80 dan Kd = 350.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA BANYUMARO RIVER TUBING Siradjuddin, Indrazno; Nurwicaksana, Wahyu Aulia; Riskitasari, Septyana; Al-Azhar, Gillang
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37136

Abstract

Abstrak: Wisata Banyumaro River Tubing di Kabupaten Malang, merupakan destinasi wisata berbasis komunitas yang dihadapkan pada tantangan terkait sistem keselamatan, manajemen operasional, dan efektivitas promosi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui implementasi teknologi digital sebagai strategi penguatan daya saing wisata dan peningkatan keselamatan pengunjung. Metode pelaksanaan ini menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang dikombinasikan dengan metode eksperimental penerapan teknologi dalam penerapan sistem monitoring digital berbasis Internet of Things (IoT) serta penguatan manajemen layanan wisata. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi lapangan, angket pre-test dan post-test, serta wawancara dengan mitra, dengan indikator keberhasilan meliputi peningkatan akurasi informasi keselamatan, efisiensi operasional, dan kepuasan pengunjung. Penerapan teknologi berhasil meningkatkan akurasi informasi kelayakan jalur pengarungan dari 50% menjadi 95% dan efisiensi operasional dari 70% menjadi 98%. Selain itu, tingkat kepuasan pengunjung meningkat dari 90% menjadi 100% melalui ketersediaan informasi keselamatan secara real time yang mendorong rasa aman saat berwisata. Secara keseluruhan, integrasi teknologi digital meningkatkan kapasitas mitra dalam manajemen layanan dan pemasaran digital sekaligus memperkuat keselamatan, profesionalisme, daya saing, serta keberlanjutan ekonomi wisata alam berbasis komunitas.Abstract: The Banyumaro River Tubing Tourism in Malang Regency is a community-based tourism destination facing challenges related to safety systems, operational management, and promotional effectiveness. This community service activity aims to enhance community empowerment through the implementation of digital technology as a strategy to strengthen tourism competitiveness and improve visitor safety. This implementation method uses a Participatory Rural Appraisal (PRA) approach combined with experimental methods of technology application in the implementation of an Internet of Things (IoT)-based digital monitoring system and strengthening tourism service management. Activity evaluation was carried out through field observations, pre-test and post-test questionnaires, and interviews with partners, with success indicators including increasing the accuracy of safety information, operational efficiency, and visitor satisfaction. The application of technology successfully increased the accuracy of rafting route feasibility information from 50% to 95% and operational efficiency from 70% to 98%. In addition, the level of visitor satisfaction increased from 90% to 100% through the availability of real-time safety information that promotes a sense of security while traveling. Overall, the integration of digital technology increases the capacity of partners in service management and digital marketing while strengthening the safety, professionalism, competitiveness, and economic sustainability of community-based nature tourism.