Yudhantara, Dearisa Surya
Faculty Of Medicine Universitas Brawijaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

APLIKASI ANALISIS TRANSAKSIONAL BERFOKUS PENGASUHAN ANAK PADA PASANGAN DENGAN MASALAH RELASI PERKAWINAN Yudhantara, Dearisa Surya; Sudiyanto, Aris; Maharatih, Gst Ayu
Majalah Kesehatan FKUB Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.035 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.005.02.7

Abstract

 Masalah relasi pada pasangan dapat mempengaruhi timbulnya masalah pada pengasuhan anak. Orangtua dengan masalah relasi akan menyebabkan gangguan pada pola asuh anak yang akan menyebabkan beberapa maslah pada anak seperti psikopatologi, gangguan perilaku, dan penurunan prestasi akademik. Peneltian ini adalah penelitian kualitatif berbentuk studi kasus dan aplikasi modul psikoterapi analisis transaksional pada pasangan dengan masalah relasi perkawinan berfokus pada pengasuhan anak. Studi ini melibatkan 3 pasangan Pada pelaksanaan psikoterapi analisis transaksional dengan setting terapi pasangan ini, dua klien dapat mengikuti hingga selesai, sedangkan satu klien tidak menyelesaikan proses psikoterapi. Terdapat perbaikan pada pola pengasuhan anak pada 2 pasangan klien yang mengikuti proses psikoterapi analisis transaksional hingga selesai. Perbaikan pola pengasuhan anak seiring dengan perbaikan relasi pada pasangan. Perbaikan ini berkaitan dengan bertambahnya waktu untuk anak, lebih banyak kasih sayang, dan afeksi kepada anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aplikasi modul psikoterapi analisis transaksional pada pasangan dengan masalah relasi perkawinan dapat memperbaiki relasi, menambah keintiman pasangan, dan memperbaiki psikopatologi. Perbaikan relasi perkawinan turut memperbaiki pengasuhan anak.  
BORDERLINE PERSONALITY DISORDER DURING COVID-19 PANDEMIC Dearisa Surya Yudhantara; Ratri Istiqomah
Journal of Psychiatry Psychology and Behavioral Research Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Departemen Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.107 KB) | DOI: 10.21776/ub.jppbr.2021.002.02.5

Abstract

Individuals with pre-existing mental problems are more likely to relapse or experience a recurrence of symptoms during The COVID-19 pandemic. This vulnerability can also manifest in those who suffer from Borderline Personality Disorders (BPD). Pandemic conditions significantly restrict people's social interaction for an extended period of time, resulting in severe restrictions on daily living routines and social isolation. When social interaction is restricted, emotional dysregulation and difficulty reading others' emotional expressions may lead borderline patients to anticipate subtle emotional expressions of fear or anxiety in their significant others, eliciting intense reactions such as outbursts of anger, increased irritability, and impulsive behaviors. Patients with personality disorders are more likely to experience crisis during a pandemic, which can result in self-inflicted injury or suicide. Psychotherapeutic interventions to support individuals with BPD who seek secondary mental health care include Dialectical Behavior Therapy (DBT), Mentalization-Based Therapy (MBT), and Schema-Focused Therapy (SFT), in addition to other briefer skills-based group therapy sessions, many of which have been made difficult to obtain since the COVID-19 pandemic began. Dialectical Behavioral Therapy (DBT) is one of the most effective psychotherapies for borderline personality disorder (BPD). With the adoption of social distancing and the elimination of face-to-face activities, there are challenges to DBT. DBT delivered via telemedicine and telehealth are pragmatic alternatives that have had varying degrees of success during this pandemic.