Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlakuan Cairan Nutrisi AB Mix terhadap Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Hidroponik Aidil Fitri, Siti Nurul; Monica, Abel; Safitri, Alia; Tua Sitinjak, Rizky Hot; Putri, Jenika
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fitri, S. N. A., Monica, A., Safitri, A, Putri, J., & Sitinjak, R. H. T. (2024). AB mix nutrient salution treatment for hydroponic pakchoy (Brassica rapa L) plants. In: Herlinda S et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 156–163). Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).The demand for pakcoy vegetables among the public is increasing because people are starting to realize their nutritional needs, but in Indonesia the amount of agricultural land per capita is still relatively low. The purpose of this observation is to find out how many ml of AB Mix nutrition is appropriate for pakcoy (Brassica rapa L) plants. The observation method used a Randomized Block Design with each treatment repeated three times. The system used in this observation is a wick hydroponic system.In the first observation, the plants did not show too much change. In the second observation, plant height, number of leaves, and symptoms began to show changes because the plants had absorbed enough nutrients or absorbed excessive nutrients. In the third observation the plants experienced many changes, one of which was the 220 ml dose treatment, the plants died because they absorbed too many nutrients, and experienced toxicity.Different dose treatments will make plant height, and the number of leaves, increase or wilt, even die. The highest observed pakcoy plant height in 3 observations was 18 cm, the number of leaves observed in 3 observations was 11 leaves at most, while for symptoms, at a dose of 220 ml the most severe symptoms, namely experiencing toxicity due to excess nutrients absorbed by plants causing pakcoy plants to die.The best nutrition for pakcoy plants is 110 ml, giving the right dose will affect the development of these plants, such as plant height, number of leaves, or symptoms that appear when lacking or excess nutrients.
Hadis Nabi tentang Amanah dan Khianat sebagai Dasar Pendidikan Anti Korupsi Reza, Muhammad; Safitri, Alia; Fazliah, Nurul; Nadhirah, Cut; Aini, Zahratul
Scientific Journal for Nation Building Vol. 1 No. 2 (2025): Scientific Journal for Nation Building
Publisher : Yayasan Nanggroe Aceh Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Korupsi merupakan salah satu bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang berdampak destruktif bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan politik bangsa. Dalam konteks pembangunan karakter bangsa, pendidikan anti korupsi menjadi langkah strategis yang harus dibangun atas dasar nilai moral dan spiritual. Penelitian ini mengkaji hadis-hadis Nabi Muhammad SAW yang membahas amanah dan khianat, sebagai fondasi etika dalam pendidikan anti korupsi. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan analisis tematik terhadap hadis-hadis sahih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai amanah sangat ditekankan dalam Islam, sementara khianat dikategorikan sebagai ciri kemunafikan. Dengan mengintegrasikan nilai-nilai ini ke dalam pendidikan, khususnya pendidikan agama Islam, dapat dibentuk generasi yang jujur dan bertanggung jawab sebagai benteng terhadap budaya korupsi. Artikel ini membahas pentingnya nilai amanah dan larangan terhadap khianat dalam pendidikan Islam, berdasarkan hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Amanah dianggap sebagai indikator utama keimanan seseorang, sedangkan khianat merupakan sifat yang sangat dikecam. Melalui pendekatan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, artikel ini mengajak pendidik dan peserta didik untuk menanamkan sikap amanah dalam setiap aspek kehidupan. Dengan memahami dan menerapkan ajaran ini, diharapkan dapat tercipta generasi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.