Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Water Inquiry in Geography Education: A Comparative Analysis of Analytical Thinking Enhancement in Hydrosphere Dynamics among Indonesian High School Students Nissa, Ummah Afiyatun; Hawa, Nabila Nurul
Future Space: Studies in Geo-Education Vol. 1 No. 1 (2024): Future Space: Studies in Geo-Education
Publisher : CV Bumi Spasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69877/fssge.v1i1.10

Abstract

Analytical thinking skills, characterised by complex reasoning and the creation of meaningful learning processes, are crucial for students to master in the evolving educational landscape. Despite the widespread application of inquiry-based learning methods, there needs to be more research exploring the specific effectiveness of the Water Inquiry Learning Model within the context of geography education, particularly in the domain of hydrosphere dynamics. This study aimed to ascertain the influence of the Water Inquiry Learning Model on the analytical thinking abilities of 10th-grade students at SMA Negeri 2 Batu, Malang, Indonesia. Utilising a proper experimental design with a pretest-posttest control group setup, two classes were observed: X-7 (experimental) and X-8 (control). Findings revealed a superior gain score of 72% for class X-7 compared to 45% for class X-8, signifying a significant enhancement in the experimental group's analytical thinking capabilities. These results underscore the powerful impact of the Water Inquiry Learning Model on students' analytical thinking skills. Nonetheless, a deeper understanding and adaptation of the model by students are imperative. Future implementations should provide detailed instructions regarding using biomonitoring cards, a component that may further amplify learning outcomes.
Mapping Maqāṣid Sharia Models in Islamic Economics: A Scoping Review of Literature (2018-2022) Muttaqin, Aris Anwaril; Samsudin, Muhammad Adib; Salleh, Ahmad Dahlan; Ahmad, Azlin Alisa; Hawa, Nabila Nurul
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 15 No. 1 (2025): April
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2025.15.1.66-82

Abstract

Maqāṣid Sharia is a foundational epistemological framework for developing Islamic economics. Despite increasing scholarly attention, prior studies have inadequately mapped the diversity of Maqāṣid Sharia models employed in the discipline. This study aims to address that gap through a scoping literature review of publications from 2018 to 2022 indexed in Scopus and Web of Science, identifying the primary models applied by researchers. The analysis reveals four dominant conceptualizations: maṣlaḥah and mafsadah, kulliyāt al-khams, contemporary maqāṣid, and ḥifẓ al-māl. While the overarching term "Maqāṣid Sharia" is prevalent, the application of its methodological elements—particularly the maqāṣid framework (al-suba‘iyyah al-taṣawwuriyyah)—remains underutilized. This study contributes significantly to the global discourse by offering a structured map of Maqāṣid-based models in Islamic economics, thereby enhancing theoretical clarity and bridging methodological gaps. It recommends further exploration of the Maqāṣid methodology to enrich the development of Islamic economic theory, especially in areas such as economic epistemology, Islamic finance, the halal industry, and Islamic fintech. Future research should incorporate diverse language sources and extended databases to ensure broader analytical representation and to support a more globally integrated approach to Maqāṣid-oriented Islamic economic development.
Peran Media Digital dalam Pembelajaran IPS di SMP pada Era Transformasi Pendidikan Hidayah, Fadhilatul; Hawa, Nabila Nurul
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 9 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.9.1.2026.8326

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan untuk menyediakan landasan ilmiah dalam mengoptimalkan integrasi teknologi digital guna menjawab tantangan pembelajaran IPS di era transformasi pendidikan.Penelitian ini bertujuan mengkaji peran media digital dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada era transformasi pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk mensintesis hasil penelitian empiris yang dipublikasikan pada periode 2021–2026 melalui penelusuran Google Scholar dengan kata kunci yang relevan. Hasil pencarian awal menghasilkan puluhan ribu artikel yang kemudian diseleksi secara bertahap menjadi 300 artikel berdasarkan judul, 100 artikel berdasarkan abstrak, dan 20 artikel akhir (±20%) yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu artikel penelitian empiris, dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, dan tersedia dalam akses teks lengkap. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa media digital memiliki peran pedagogis yang signifikan dalam lima domain utama, yaitu visualisasi konsep dan pembelajaran spasial-temporal, interaktivitas dan simulasi, kolaborasi digital dan pengembangan keterampilan abad ke-21, literasi digital dan etika penggunaan media, serta asesmen digital berbasis data. Sebagian besar studi menunjukkan bahwa penggunaan media digital yang dirancang secara pedagogis dan disertai scaffolding guru mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman konseptual siswa. Namun demikian, implementasi media digital masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, kesenjangan akses teknologi, kesiapan kompetensi guru, serta integrasi bahan ajar digital dengan kurikulum. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan pembelajaran yang sistematis, penguatan kapasitas guru, serta dukungan kebijakan untuk memastikan pemanfaatan media digital yang efektif dan berkelanjutan dalam pembelajaran IPS.