Various studies show that globalization and technological advances have an impact on the decline in the religiosity of the younger generation. To overcome this, Al Azhar 16 Semarang Islamic High School implemented the Tahsinul Ibadah Program as an effort to revitalize students' Islamic character through systematic worship habits. This study aims to analyze the implementation of the program and its impact on changes in student behavior, using a qualitative case study approach and data collection through observation, interviews, and documentation. The subjects consisted of PAI teachers, vice principal, and six active students from various grade levels. The results showed that the program succeeded in internalizing Islamic values through routine activities such as compulsory prayers in congregation, sunnah prayers, tahsin and tahfidz Al-Qur'an, recitation of the three-language pledge, and religious interactions between teachers and students. Positive changes are seen in the aspects of religiosity, discipline, and responsibility of students. The main contribution of this study is an integrative school culture-based Islamic character building model, which can be adapted by other Islamic education institutions. The sustainability of the program requires collaboration with parents as well as local context adjustment. Abstrak Berbagai studi menunjukkan bahwa globalisasi dan kemajuan teknologi berdampak pada menurunnya religiusitas generasi muda. Untuk mengatasi hal ini, SMA Islam Al Azhar 16 Semarang menerapkan Program Tahsinul Ibadah sebagai upaya merevitalisasi karakter Islami siswa melalui pembiasaan ibadah secara sistematis. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program tersebut dan dampaknya terhadap perubahan perilaku siswa, dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus serta pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek terdiri dari guru PAI, wakil kepala sekolah, dan enam siswa aktif dari berbagai tingkat kelas. Hasil menunjukkan bahwa program berhasil menginternalisasi nilai-nilai Islami melalui kegiatan rutin seperti sholat wajib berjamaah, sholat sunnah, tahsin dan tahfidz Al-Qur’an, pembacaan ikrar tiga bahasa, serta interaksi religius antara guru dan siswa. Perubahan positif terlihat dalam aspek religiusitas, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa. Kontribusi utama studi ini adalah model pembentukan karakter Islami berbasis budaya sekolah yang integratif, yang dapat diadaptasi oleh lembaga pendidikan Islam lain. Keberlanjutan program memerlukan kolaborasi dengan orang tua serta penyesuaian konteks lokal.