Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS NILAI DEMOKRASI DAN MODERASI BERAGAMA DALAM BINGKAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA Nas, Wadzibah
Journal of Career Development Vol 2, No 2 (2024): Journal Of Career Development
Publisher : Career Development Center Division at Amkop Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/jcd.v2i2.147

Abstract

Kegiatan sosialisasi nilai-nilai Pancasila dan wawasan kebangsaan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya peran demokrasi dan moderasi beragama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Gowa dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Narasumber memberikan penjelasan terkait prinsip-prinsip demokrasi, pentingnya partisipasi politik, serta sikap moderasi dalam beragama agar tercipta harmoni sosial. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga amanah, toleransi, dan keadilan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, terutama menjelang Pemilu 2024. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan masyarakat yang kritis, toleran, dan bertanggung jawab.Kata kunci: Pancasila, Demokrasi, Moderasi Beragama, Wawasan Kebangsaan, Sosialisasi, Partisipasi Politik, Harmoni Sosial
Pengaruh Pendidikan Dan Pelatihan (Diklat) Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (Asn) Pada Kantor Kelurahan Di Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep Nas, Wadzibah; S, St.Sukmawati.; Nurdiana, Nurdiana; Toto, Herenal Daeng; Marsa, Abdurrahman Hadi,
SEIKO : Journal of Management & Business Vol 6, No 2.1 (2023)
Publisher : Program Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/sejaman.v6i2.5939

Abstract

Pengaruh Pendidikan dan Pelatihan terhadap Pretasi Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada kantor Kelurahan di Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) untuk mengetahui pengaruh pendidikan terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor kelurahan di Kecamatan Minasetene Kabupaten Pangkep, (2) untuk mengetahui pengaruh pelatihan terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor kelurahan di Kecamatan Minasetene Kabupaten Pangkep, (3) untuk mengetahui pengaruh pendidikan dan pelatihan secara simultan terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor kelurahan di Kecamatan Minasetene Kabupaten Pangkep. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif. Untuk menjawab hipotesis maka digunakan uji instrumen terdiri dari uji validitas dan uji reliabilitas. Uji regresi terdiri dari analisis regresi linear berganda, koefisien korelasi (r) dan koefisien determinasi (r2). Dan uji hipotesis terdiri dari uji parsial (uji t), dan uji simultan (uji f). Seluruh metode analisis diolah menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pendidikan memperoleh nilai thitung sebesar 3,391 > ttabel sebesar 2,018, maka pendidikan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai. variabel pendidikan memperoleh nilai signifikan sebesar 0,002 < 0,05, maka pendidikan berpengaruh secara singnifikan terhadap kinerja pegawai, maka pendidikan berpengaruh secara parsial, positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Variabel pelatihan nilai thitung sebesar 3,087 > ttabel sebesar 2,018, maka pelatihan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai. Variabel pelatihan memperoleh nilai signifikan sebesar 0,004 < 0,05, maka pelatihan berpengaruh secara singnifikan terhadap prestasi kerja pegawai, maka pelatihan berpengaruh secara parsial, positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai. Berdasarkan hasil uji f, menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan memperoleh nilai fhitung sebesar 12,483 > ftabel sebesar 3,21, maka pendidikan dan pelatihan secara simultan berpengaruh terhadap prestasi kerja pegawai sedangkan nilai signifikan yang diperoleh sebesar 0,000 < 0,05, maka pendidikan dan pelatihan terdapat hubungan yang signifikan terhadap prestasi kerja pegawai, maka pendidikan dan pelatihan berpengaruh secara simultan, positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor Kelurahan di Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep. Kata Kunci: Pelatihan, Pendidikan, Prestasi Kerja
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Transformasional Dan Kedisiplinan Terhadap Kualitas Kerja Pegawai Pada Puskesmas Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros Toto, Herenal Daeng; Nas, Wadzibah; Sukmawat, St.; Nurdiana, Nurdiana
Economics and Digital Business Review Vol. 5 No. 1 (2024): Agustus - January
Publisher : STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/ecotal.v5i1.1181

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah (1) Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional terhadap kualitas kerja pegawai pada Puskesmas Kecamatan Tompubulu Kabupaten Maros, (2) Untuk mengetahui pengaruh kedisiplinan terhadap kualitas kerja pegawai pada Puskesmas Kecamatan Tompubulu Kabupaten Maros, dan (3) Untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan transformasional dan kedisiplinan terhadap kualitas kerja pegawai pada Puskesmas Kecamatan Tompubulu Kabupaten Maros. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitaf untuk menjawab hipotesis dalam penelitian ini. Dalam menjawab hipotesis maka digunakan metode deskripstif, uji instrumen terdiri dari uji validitas dan reliabiitas, uji asumsi klasik terdiri dari uji normalitas, multikolonieritas dan heteroskedastisitas, uji regresi terdiri dari analisis regresi linier berganda, koefisien korelasi dan determinasi dan uji hipotesis terdiri dari uji persial dan simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa hipotesis X1 adalah sebesar ttabel sebesar 1,98827. Dari hasil perhitungan dengan program SPSS pada tabel diatas, maka dapat diketahui bahwa nilai hipotesis X1 adalah sebesar t hitung 2,289 >t tabel 1,98827 dengan nilai signifikan menunjukkan 0,025 < Sig 0,05 makakesimpulannya hipotesis X1 diterima atau terbukti yaitu gaya kemepimpinan transformasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja. Kemudian hipotesis X2 adalah t hitung 2,741 > t table 1,98827 ini artinya bahwa hipotesis yang diajukan diterima. Sedangkan nilai signifikansipun menunjukkan 0,007 > SIg 0,05 dengan kesimpulan bahwa hipotesis X2 yang diajukan pada penelitian ini diterima atau terbukti kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja. Kemudian pada hipotesis ketiga yaitu F hitung sebesar 10,154 > nilai F tabel sebesar 3,11. Kemudian nilai sig 0,000 maka kesimpulannya adalah bahwa hipotesis terbukti gaya kepemimpinan transformasional dan kedisiplinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas kerja
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Iklim Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai di Mediasi oleh Organizational Citizenship Behaviour Nugroho, Erwin; Lestari, Etty Puji; Nas, Wadzibah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/02dewg28

Abstract

Penelitian ini menggunakan Social Exchange Theory untuk menganalisis peran mediasi Organizational Citizenship Behaviour (OCB) dalam hubungan antara Kepemimpinan Transformasional (KT) dan Iklim Organisasi (IO) terhadap Kinerja Pegawai (KP) pada sektor publik transportasi udara. Penelitian melibatkan 90 responden ASN yang terdiri dari 73 PNS dan 17 PPPK, dengan teknik sensus. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berbasis skala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan SEM-PLS (SmartPLS 3.2.9). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KT dan IO memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap KP. Selain itu, OCB terbukti berperan sebagai mediator parsial, memperkuat pengaruh KT dan IO terhadap KP. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepemimpinan yang inspiratif dan iklim organisasi yang mendukung dapat menumbuhkan perilaku ekstra-peran seperti inisiatif, kesukarelaan, dan sikap saling membantu, yang akhirnya meningkatkan kinerja individu dan efektivitas organisasi. This study applies Social Exchange Theory to analyze the mediating role of Organizational Citizenship Behaviour (OCB) in the relationship between Transformational Leadership (TL) and Organizational Climate (OC) on Employee Performance (EP) in the public sector of air transportation. The study involved 90 ASN respondents, consisting of 73 civil servants (PNS) and 17 government employees with employment agreements (PPPK), using a census technique. Data were collected through an online questionnaire based on a 5-point Likert scale and analyzed using SEM-PLS (SmartPLS 3.2.9). The results showed that TL and OC had a positive and significant effect on EP. Furthermore, OCB was found to act as a partial mediator, strengthening the direct influence of TL and OC on EP. These findings suggest that inspirational leadership and a supportive organizational climate can foster extra-role behaviors such as initiative, voluntarism, and helping attitudes, which ultimately enhance individual performance and organizational effectiveness.
Pengaruh Kompetensi Digital Dan Dukungan Organisasi Terhadap Kinerja Pegawai Dengan Work- Life Balance Sebagai Variabel Moderasi Busa, Agnes; Hidayah, Zainur; Nas, Wadzibah
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/j9wtk370

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kompetensi Digital dan Dukungan Organisasi terhadap Kinerja Pegawai dengan Work-Life Balance sebagai variabel moderasi pada Bidang Data Statistik Kriminal dan Teknologi Informasi Kejaksaan Tinggi Papua Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan kompetensi digital pegawai dalam pengelolaan data kriminal serta pentingnya dukungan organisasi dan keseimbangan kerja–kehidupan untuk menjaga kinerja yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 98 pegawai sebagai sampel. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji pengaruh langsung dan pengaruh moderasi antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai sebelum variabel moderasi dimasukkan. Dukungan organisasi juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada model awal. Selanjutnya, work-life balance terbukti memoderasi pengaruh kompetensi digital terhadap kinerja pegawai, di mana pengaruh kompetensi digital menjadi signifikan hanya ketika pegawai memiliki tingkat work-life balance yang baik. Work-life balance juga memoderasi pengaruh dukungan organisasi terhadap kinerja, ditunjukkan dengan signifikansi interaksi X2*Z serta hilangnya pengaruh langsung dukungan organisasi setelah variabel moderator dimasukkan. Dengan demikian, work-life balance berperan sebagai moderator penting yang memperkuat hubungan kompetensi digital dan dukungan organisasi terhadap kinerja pegawai. This study aims to analyze the influence of Digital Competence and Organizational Support on Employee Performance, with Work–Life Balance as a moderating variable, at the Criminal Statistical Data and Information Technology Division of the High Prosecutor’s Office in West Papua. This research is motivated by the increasing demand for digital skills among employees in managing criminal statistical data, as well as the necessity of organizational support and work–life balance to maintain optimal performance. A quantitative approach was employed using a survey method, with questionnaires distributed to 98 employees as respondents. Data were analyzed using multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA) to examine direct effects and moderating effects among variables. The results indicate that digital competence has a positive and significant effect on employee performance prior to the inclusion of the moderating variable. Organizational support also demonstrates a positive and significant effect on performance in the initial model. Furthermore, work–life balance significantly moderates the relationship between digital competence and employee performance, where the influence of digital competence becomes stronger and significant when employees possess a high level of work–life balance. Work–life balance also moderates the effect of organizational support on performance, as indicated by the significance of the X2*Z interaction and the disappearance of the direct effect of organizational support after the moderator is included. Thus, work–life balance serves as a crucial moderator that enhances the influence of digital competence and organizational support on employee performance.