Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENERAPAN ALAT PURIFIKASI UNTUK PEMURNIAN GAS RAWA DI DESA PEGUNDUNGAN KABUPATEN BANJARNEGARA Sunaryo, Sunaryo; Al Ashar, Ilham Ariawan; Irfa'i, Ahmad; Azzahra, Azka; Damayanti, Maulina; Aslamiyah, Aslamiyah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.7889

Abstract

Desa Pegundungan, yang terletak di Kabupaten Banjarnegara, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan gas rawa sebagai sumber energi alternatif. Namun, pemanfaatan gas rawa di desa ini belum optimal karena tingginya kandungan gas Hidrogen Sulfida (H₂S) yang bertindak sebagai pengotor. Keberadaan H₂S menyebabkan berbagai masalah, seperti korosi pada peralatan masak dan perubahan warna api menjadi merah, yang berdampak negatif pada efisiensi dan keamanan penggunaan gas rawa sebagai bahan bakar rumah tangga. Untuk mengatasi permasalahan ini, program penerapan alat purifikasi gas rawa telah dilaksanakan. Alat purifikasi ini dirancang untuk memurnikan gas rawa dengan menetralisir kandungan H₂S, sehingga menghasilkan gas yang lebih bersih dan aman untuk digunakan. Program ini melibatkan beberapa tahapan, termasuk observasi awal, perancangan dan pembuatan alat, uji coba, serta pelatihan kepada masyarakat setempat tentang cara penggunaan dan pemeliharaan alat purifikasi. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kualitas gas rawa yang signifikan, dengan kandungan H₂S yang berhasil dikurangi secara substansial. Sebagai langkah awal, lima alat purifikasi telah dipasang dan manfaatnya sudah dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Pegundungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pemanfaatan gas rawa yang lebih optimal dan aman di masa mendatang.
ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP PENERAPAN AEROPONIK DAN IOT UNTUK PEMBIBITAN KENTANG MELALUI METODE WAWANCARA Al Ashar, Ilham Ariawan
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 12 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v12i3.10248

Abstract

Desa Surengede yang terletak di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, memiliki potensi yang besar dalam sektor hortikultura dengan fokus utama pada produksi kentang. Meskipun demikian, cara bertani yang umum masih menggunakan metode tradisional yang rentan terhadap penyakit, penurunan mutu bibit, serta ketidakstabilan cuaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan akan teknologi aeroponik dan Internet of Things (IoT) sebagai solusi strategis dalam proses pembibitan kentang. Metode yang digunakan adalah survei deskriptif yang melibatkan 30 petani aktif, dilengkapi dengan pengamatan langsung untuk memverifikasi kondisi teknis dan sosial. Hasil studi menunjukkan bahwa 83% responden berpendapat bahwa biaya investasi untuk sistem aeroponik berbasis IoT adalah tinggi, 83% merasa operasi sistem tersebut sulit, dan 80% menganggap perawatannya rumit. Namun, 69% petani menyatakan siap untuk memanfaatkan teknologi, yang menunjukkan adanya kemungkinan untuk beralih ke pertanian cerdas. Temuan ini menegaskan perlunya dukungan keuangan, pelatihan teknis, serta desain sistem yang fleksibel agar penerapan teknologi aeroponik berbasis IoT dapat meningkatkan produktivitas serta keberlanjutan pertanian kentang di wilayah pegunungan,
PENERAPAN ALAT PURIFIKASI UNTUK PEMURNIAN GAS RAWA DI DESA PEGUNDUNGAN KABUPATEN BANJARNEGARA Sunaryo, Sunaryo; Al Ashar, Ilham Ariawan; Irfa'i, Ahmad; Azzahra, Azka; Damayanti, Maulina; Aslamiyah, Aslamiyah
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.7889

Abstract

Desa Pegundungan, yang terletak di Kabupaten Banjarnegara, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan gas rawa sebagai sumber energi alternatif. Namun, pemanfaatan gas rawa di desa ini belum optimal karena tingginya kandungan gas Hidrogen Sulfida (H₂S) yang bertindak sebagai pengotor. Keberadaan H₂S menyebabkan berbagai masalah, seperti korosi pada peralatan masak dan perubahan warna api menjadi merah, yang berdampak negatif pada efisiensi dan keamanan penggunaan gas rawa sebagai bahan bakar rumah tangga. Untuk mengatasi permasalahan ini, program penerapan alat purifikasi gas rawa telah dilaksanakan. Alat purifikasi ini dirancang untuk memurnikan gas rawa dengan menetralisir kandungan H₂S, sehingga menghasilkan gas yang lebih bersih dan aman untuk digunakan. Program ini melibatkan beberapa tahapan, termasuk observasi awal, perancangan dan pembuatan alat, uji coba, serta pelatihan kepada masyarakat setempat tentang cara penggunaan dan pemeliharaan alat purifikasi. Hasil dari program ini menunjukkan peningkatan kualitas gas rawa yang signifikan, dengan kandungan H₂S yang berhasil dikurangi secara substansial. Sebagai langkah awal, lima alat purifikasi telah dipasang dan manfaatnya sudah dapat dirasakan oleh masyarakat Desa Pegundungan. Program ini diharapkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pemanfaatan gas rawa yang lebih optimal dan aman di masa mendatang.
Integrasi Sensor PH dan tds dengan Aplikasi Tuya untuk Sistem Kontrol Nutrisi Real-Time pada Pembibitan Kentang Aeroponik: Pendekatan Smart Farming Berbasis IoT Al Ashar, Ilham Ariawan; Hermawan; Muslim Hidayat; Jenny Febrina Andini; Muhamad Fuat Asnawi; Ahmad Irfa’i; Gusti Ilman Prayoga
Device Vol. 15 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/7rnxk043

Abstract

Keterbatasan lahan dan meningkatnya kebutuhan pangan menuntut penerapan teknologi pertanian presisi. Penelitian ini mengembangkan sistem kontrol nutrisi real-time berbasis Internet of Things (IoT) dengan integrasi sensor pH dan TDS yang terhubung ke aplikasi Tuya Smart untuk pembibitan kentang aeroponik. Sistem dirancang menggunakan mikrokontroler ESP32 dengan algoritma kontrol logika ambang. Hasil uji menunjukkan akurasi tinggi (deviasi pH ±0,05; kesalahan TDS <2%) serta kestabilan larutan selama tujuh hari (fluktuasi pH ±0,15; TDS ±80 ppm). Algoritma mampu menjaga pH 5,5–6,5 dan TDS 800–1200 ppm dengan respon 45–60 detik. Pertumbuhan vegetatif meningkat signifikan, meliputi tinggi bibit (6,2–10,4 cm), jumlah daun (2–5), dan panjang akar (4,5–8,2 cm). Berbeda dari studi sebelumnya yang berfokus pada monitoring, penelitian ini menambahkan kontrol otomatis dan memanfaatkan platform Tuya Smart yang responsif (delay 2–3 detik). Hasil ini menunjukkan potensi implementasi praktis untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan keberlanjutan budidaya kentang berbasis smart farming.
PERANCANGAN GREENHOUSE AEROPONIK BERBASIS IOT UNTUK OPTIMALISASI MIKROKLIMAT PEMBIBITAN KENTANG DI DATARAN TINGGI TROPIS Al Ashar, Ilham Ariawan; Andini, Jenny Febrina; Hermawan, Hermawan; Irfa’i, Ahmad; Prayoga, Gusti Ilman; Fatah, Ghani Al; Azzahra, Bunga Seroja Sanra; Anggoro, Aditya Dwi; Huda, Slamet Miftahul; Khoirullah, Azzam Ghozi; Rozabin, Abi Thri Nur; Hendrawan, Ahmad Latif; Puspita, Amy; Maulida, Zayyana
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol. 15 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v15i2.10329

Abstract

Ketersediaan pangan global menghadapi tekanan besar akibat perubahan iklim dan pertumbuhan populasi yang pesat, sehingga diperlukan inovasi arsitektur pertanian yang adaptif terhadap dinamika lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengembangkan greenhouse aeroponik berbasis Internet of Things (IoT) dengan pendekatan experimental design-based research serta berfokus pada metode smart architecture engineering untuk mendukung pembibitan kentang (Solanum tuberosum L.) di dataran tinggi tropis. Sistem dirancang sebagai ruang arsitektural responsif yang mampu mengontrol suhu, kelembapan, dan pencahayaan secara real-time melalui sensor DHT22, BH1750, dan pH–TDS meter yang terhubung ke mikrokontroler ESP32. Implementasi desain adaptif berstruktur baja ringan dengan ventilasi silang dan material reflektif terbukti menjaga stabilitas suhu dalam rentang 18–21 °C dan kelembapan 80–90%, sesuai kebutuhan fisiologis tanaman. Hasil uji lapangan menunjukkan bahwa integrasi arsitektur tropis adaptif dan sistem kontrol IoT menghasilkan lingkungan mikroklimat yang stabil dengan efisiensi energi dan air yang tinggi. Penelitian ini menegaskan peran arsitektur dalam konteks pertanian presisi sebagai sistem termal dinamis yang responsif terhadap perubahan iklim. Model Sustainable Smart Greenhouse Architecture yang dihasilkan berpotensi menjadi solusi replikatif untuk kawasan dataran tinggi Indonesia dalam mewujudkan transformasi digital pertanian dan ketahanan pangan berkelanjutan.