Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGOBATAN TRADISIONAL MENJADIKAN WARGA BANJAR MELATI RT 06 JERUK LAKARSANTRI PEDULI BUGAR MANDIRI SEHAT ALAMI Masliyah, Masliyah; Iradawaty, Sofiah Nur; Haninda, Rizka Novianty
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.8058

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan/mensosialisasikan ilmu dan pengetahuan tentang pengobatan tradisional yang sangat popular dan di minati masyarakat Indonesia yakni Akupresure, Bekam dan Totok punggung pada warga Banjar Melati RT 06 Kelurahan Jeruk Lakarsantri Surabaya. Berdasarkan hasil survey awal saat bertatap muka langung dengan warga RT 06 Banjar Melati Kelurahan Jeruk dengan menanyakan apakah sudah mengenal Akupresure, Totok punggung serta Bekam, dan diperoleh jawaban sekitar 80% warga belum tahu tentang Akupresure dan Totok Punggung, sedangkan tentang Bekam 70% warga yang belum tahu. Data warga RT 06 Banjar Melati ini lebih kurang 70% adalah usia produktif namun di usia yang relative masih muda banyak yang menderita Hipertensi, Diabetes, nyeri/linu pada lutut, sakit punggung bahkan ada yang terkna stroke dan sudah bertahun tahun melakukan pengobatan medis. Oleh karena itu pada warga RT 06 Banjar Melati diperkenalkan pengobatan tradisional dengan Metode Akupresure, Totok Punggung (TOPUNG) dan Bekam. Pengobatan tradisional ini berdasarkan Jurnal hasil penelitian bisa mengatasi sakit kolesterol pada kondisi urgen, darah tinggi, Gula darah, dan gatal-gatal. Pengobatan tradisional ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang dengan usia tua, bagi remaja juga bisa dilakukan pengobatan seperti ini, hal ini dikarenakan dampak atau efek dari pengobatan dengan Metode Bekam, Akupresure dan TOPUNG dan tidak berbahaya. Selain itu apabila dilakukan secara rutin dengan berBekam, tiap bulan dampak yang terjadi adalah kulit akan semakin bersih dan cerah hal ini karena peredaran darah selalu berganti dengan di buangnya darah yang sudah usang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat pada warga RT 06 Banjar Melati Kelurahan Jeruk Lakarsantri Surabaya, meliputi pengobatan dengan Terapi Bekam, Akupresure, TOPUNG. Diikuti kurang lebih 45 orang peserta, 60% ber usia rata- rata 40 tahun, dengan keluhan terbanyak adalah sakit pada lutut, kolesterol dan diabetes. Setelah dilakukan pengobatan dengan Bekam bekam, Akupresure, TOPUNG kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah memberikan pelatihan Bekam, dan TOPUNG pada warga RT06 Banjar Melati dengan tujuan bisa melakukan terapi mandiri. Kesimpulan PKM ini adalah adanya peningkatan status kesehatan, pengetahuan tentang Pengobatan Tradisional dan manfaatnya juga keterampilan terapi secara mandiri.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENUMPANG BERALIH MODA DARI KENDARAAN PRIBADI KE SUROBOYO BUS, DENGAN METODE STATED PREFERENCE Ekawati, June; Masliyah, Masliyah; Bukhori, Akhmat Imam
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 3 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE September 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menarik minat masyarakat di Kota Surabaya agar beralih menggunakan angkutan umum, Pemerintah Kota Surabaya mengoperasikan Suroboyo Bus sejak tahun 2018. Namun minat masyarakat untuk beralih moda masih belum memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi penumpang beralih menggunakan Suroboyo Bus dan perkiraan jumlah responden yang mau beralih moda dengan menggunakan metode Stated Preference. Hasil penelitian dari analisis terhadap data wawancara terhadap 120 responden adalah bahwa 99 orang memutuskan untuk berpindah moda ke Suroboyo Bus dan 21 orang lainnya memutuskan tetap menggunakan moda transportasi lain. Adapun faktor yang menjadi preferensi alih moda dari kendaraan pribadi ke Suroboyo Bus adalah faktor biaya sebesar 61% dan faktor waktu tempuh sebesar 47,7%.
PENGOBATAN TRADISIONAL MENJADIKAN WARGA BANJAR MELATI RT 06 JERUK LAKARSANTRI PEDULI BUGAR MANDIRI SEHAT ALAMI Masliyah, Masliyah; Iradawaty, Sofiah Nur; Haninda, Rizka Novianty
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 11 No 3 (2024): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v11i3.8058

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan/mensosialisasikan ilmu dan pengetahuan tentang pengobatan tradisional yang sangat popular dan di minati masyarakat Indonesia yakni Akupresure, Bekam dan Totok punggung pada warga Banjar Melati RT 06 Kelurahan Jeruk Lakarsantri Surabaya. Berdasarkan hasil survey awal saat bertatap muka langung dengan warga RT 06 Banjar Melati Kelurahan Jeruk dengan menanyakan apakah sudah mengenal Akupresure, Totok punggung serta Bekam, dan diperoleh jawaban sekitar 80% warga belum tahu tentang Akupresure dan Totok Punggung, sedangkan tentang Bekam 70% warga yang belum tahu. Data warga RT 06 Banjar Melati ini lebih kurang 70% adalah usia produktif namun di usia yang relative masih muda banyak yang menderita Hipertensi, Diabetes, nyeri/linu pada lutut, sakit punggung bahkan ada yang terkna stroke dan sudah bertahun tahun melakukan pengobatan medis. Oleh karena itu pada warga RT 06 Banjar Melati diperkenalkan pengobatan tradisional dengan Metode Akupresure, Totok Punggung (TOPUNG) dan Bekam. Pengobatan tradisional ini berdasarkan Jurnal hasil penelitian bisa mengatasi sakit kolesterol pada kondisi urgen, darah tinggi, Gula darah, dan gatal-gatal. Pengobatan tradisional ini tidak hanya diperuntukkan bagi orang dengan usia tua, bagi remaja juga bisa dilakukan pengobatan seperti ini, hal ini dikarenakan dampak atau efek dari pengobatan dengan Metode Bekam, Akupresure dan TOPUNG dan tidak berbahaya. Selain itu apabila dilakukan secara rutin dengan berBekam, tiap bulan dampak yang terjadi adalah kulit akan semakin bersih dan cerah hal ini karena peredaran darah selalu berganti dengan di buangnya darah yang sudah usang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat pada warga RT 06 Banjar Melati Kelurahan Jeruk Lakarsantri Surabaya, meliputi pengobatan dengan Terapi Bekam, Akupresure, TOPUNG. Diikuti kurang lebih 45 orang peserta, 60% ber usia rata- rata 40 tahun, dengan keluhan terbanyak adalah sakit pada lutut, kolesterol dan diabetes. Setelah dilakukan pengobatan dengan Bekam bekam, Akupresure, TOPUNG kegiatan yang dilakukan selanjutnya adalah memberikan pelatihan Bekam, dan TOPUNG pada warga RT06 Banjar Melati dengan tujuan bisa melakukan terapi mandiri. Kesimpulan PKM ini adalah adanya peningkatan status kesehatan, pengetahuan tentang Pengobatan Tradisional dan manfaatnya juga keterampilan terapi secara mandiri.
ANALISIS KETERLAMBATAN PROYEK PENINGKATAN JALAN KREMBUNG-MOJORUNTUT KABUPATEN SIDOARJO Masliyah, Masliyah; Saraswati, Nina; Firmansyah, Mohammad Afif Ardian
Rang Teknik Journal Vol 9, No 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Juni 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v9i2.7574

Abstract

Delays are a frequent challenge in construction projects, often arising from a combination of internal and external factors. This study focuses on analyzing delays in the Krembung–Mojoruntut Road Improvement Project in Sidoarjo Regency. A quantitative approach was adopted, utilizing the Earned Value Management (EVM) method to assess both cost and time performance. Data were collected from contract documents, S-curves, daily reports, and weekly progress updates spanning 27 weeks of project implementation. The analysis centered on three key indicators: Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS), Budgeted Cost of Work Performed (BCWP), and Actual Cost of Work Performed (ACWP). The findings reveal that the project experienced delays almost every week, with varying degrees of deviation, necessitating two schedule addendums. In the 26th week, the Schedule Performance Index (SPI) was 0.96, indicating a slight lag behind schedule, while the Cost Performance Index (CPI) was 1.05, showing that the project remained cost-efficient. The estimated total cost at completion (Estimate at Completion/EAC) was Rp10,067,384,650.67, slightly below the original contract value, while the estimated completion time (Estimate at Schedule/EAS) aligned with the revised target, thanks to the additional time granted through the addendums. Key factors contributing to the delays included late material procurement, adverse weather conditions, and less-than-optimal workforce management (Kharina Sambowo; Mahapatni Putra, 2022).Keywords: Project Delay, Estimate At Completion, Estimate At Schedule
ANALISIS PERBANDINGAN PENGGUNAAN BEKISTING PADA PEKERJAAN MUT PROYEK RUSUN PASPAMPRES IKN Saraswati, Nina; Masliyah, Masliyah; Riyanto, Sandi Dwi
Rang Teknik Journal Vol 9, No 2 (2026): Vol. 9 No. 2 Juni 2026
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/rtj.v9i2.7555

Abstract

The use of conventional formwork and formwork systems in Multi Utility Tunnel (MUT) construction projects has focused on cost efficiency, quality of work results, and implementation time. A case study was conducted on the Paspampres Flats construction project in the Indonesian Capital City (IKN)Abdullah (2024). The analysis involved identifying material, labor, and equipment costs, evaluating the quality of concrete casting, and measuring the duration of installation, casting, and dismantling. The findings indicate that system formwork outperforms conventional formwork across all three aspects. In terms of cost, system formwork is more efficient for large and repetitive projects as it can be reused multiple times and reduces material waste. Rossaty and Safitri (2022)Regarding quality, system formwork produces smoother, more precise concrete surfaces with minimal leakage. From the perspective of time, the modular characteristics of system formwork accelerate installation and dismantling processes. Therefore, the application of system formwork in MUT projects proves to be more optimal and aligns with modern construction efficiency principles, emphasizing faster execution and enhanced structural quality.Keywords: Conventional formwork, system formwork, cost efficiency, concrete quality, project duration, Multi Utility Tunnel (MUT)