Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CORRUPTION PRACTICES IN INDONESIA: ANALYSIS OF CAUSES AND ITS IMPACT ON SOCIETY Wahidullah; Rizqiyani, Fatikha; Shofiyatun N, Rina; ‘Aina, Qorry; Aunil Maziyyah, Naila; Saiful Anwar, Muhammad; Ardiansyah, Varid; Salman Alfarizi , Muhammad
Journal Civics And Social Studies Vol. 8 No. 2 (2024): Jurnal Civicos Vol 8 No 2 Tahun 2024
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/journalcss.v8i2.2190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab utama korupsi serta dampaknya terhadap masyarakat yang berfokus pada analisis mendalam terhadap praktik korupsi di Indonesia, dengan menyoroti penyebab utama dan dampaknya terhadap masyarakat. Masalah inti yang diangkat adalah tingginya prevalansi korupsi yang merusak berbagai sector kehidupan, mulai dari ekonomi, social hingga pemerintahan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur untuk mengkaji berbagai sumber relevan seperti jurnal, buku, dan laporan resmi. Hasil penelitian kualitatif ini membahas praktik korupsi di Indonesia dengan fokus pada analisis penyebab dan dampaknya terhadap masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan beberapa langkah untuk mengatasi korupsi di Indonesia. Dalam upaya memberantas korupsi, Indonesia telah melakukan berbagai langkah sejak Orde Lama, termasuk pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, tantangan besar masih ada, termasuk praktik "korupsi yang dilegalkan" yang memanfaatkan celah hukum. Metode kualitatif fenomenologi digunakan dalam penelitian ini untuk memahami penyebab, pola, dan dampak korupsi melalui wawancara mendalam, studi dokumen, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korupsi di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor utama, termasuk lemahnya penegakan hukum, rendahnya tingkat transparansi dan akuntabilitas, serta kurangnya pendidikan anti korupsi. Pemberantasan korupsi juga membutuhkan komitmen politik yang kuat, perbaikan sistem hukum, serta peran aktif masyarakat. Korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang memerlukan pendekatan holistik untuk mencapai pembangunan yang berkelanjutan.  
RELIGIOUS MODERATION AS A FOUNDATION FOR MULTICULTURAL EDUCATION IN SCHOOLS Rizqiyani, Fatikha; Saefudin, Ahmad
Jurnal Pendidikan Sultan Agung Vol 6, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jp-sa.6.1.181-190

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran moderasi beragama sebagai fondasi pembangunan pendidikan multikultural di sekolah dasar. Indonesia merupakan negara dengan beragam budaya dan agama, namun isu-isu seperti intoleransi, isolasi, dan pengaruh negatif media sosial terkadang muncul, sehingga mengganggu keharmonisan di lingkungan sekolah. Moderasi beragama dianggap sebagai solusi untuk menciptakan sikap yang seimbang, toleran, saling menghormati, dan adil. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dengan kepala sekolah, guru agama Islam, dan siswa kelas lima dan enam yang berbeda agama di sebuah sekolah dasar negeri di Jepara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya sekolah merupakan cara yang efektif untuk menanamkan nilai moderasi beragama, baik melalui kurikulum, interaksi sehari-hari, maupun kegiatan di luar kegiatan belajar mengajar. Penyediaan tempat ibadah bagi siswa non-Muslim, guru yang menjadi teladan, dan program kerja sama lintas agama telah terbukti mampu membangun kesadaran bersama akan pentingnya menghormati keberagaman. Namun, masih terdapat tantangan, seperti sikap eksklusif beberapa siswa, kurangnya pemahaman guru, dan pengaruh keluarga yang konservatif. Untuk mengatasi hal ini, pelatihan guru, keterlibatan orang tua, dan integrasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam kurikulum diperlukan. Dengan demikian, studi ini menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan fondasi krusial bagi penerapan pendidikan multikultural, yang dapat menciptakan lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan toleran.