Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

ANALISIS KINERJA BETON DENGAN BAHAN TAMBAH GROUND GRANULATED BLAST FURNACE (GGBF) SLAG Anggara, Mochamad Andi; Afriade Siregar, Chandra
Sistem Infrastruktur Teknik Sipil (SIMTEKS) Vol 4 No 1 (2024): SIMTEKS - Maret
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/simteks.v4i1.3432

Abstract

Permeabilitas adalah kemudahan fluida bergerak melalui bahan berpori. Itu penting karena kebanyakan kerusakan beton disebabkan oleh penetrasi air atau zat berbahaya lainnya ke dalam beton. "Penetrasi air secara langsung atau tidak langsung merupakan penyebab sebagian besar kehancuran dalam beton dan sejauh mana penetrasi air diizinkan oleh tekstur beton apa pun adalah ukuran langsung dari kekuatan dan daya tahannya". Studi sistematis yang telah dilakukan untuk mengembangkan beton berkinerja tinggi dengan mengganti semen portland dengan Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS)/slag volume tinggi dan kemudian mengevaluasi sifat teknik dan efek lingkungannya ketika persentase GGBF Slag terkandung dalam beton. Dari hasil penelitian maka GGBFS sebagai bahan substitusi semen memiliki sifat yang hampir sama dengan dengan semen, terutama untuk beton dengan substitusi semen yang besar dalam penggunaan GGBFS, pada masa awal akan mengalami setting lebih lambat jika dibandingkan dengan beton normal ini disebabkan sistem curing, rasio pasta semen. Prosentase GGBFS yang besar sebagai bahan substitusi pengganti semen tidak efektif dalam menahan geser ini disebabkan sifat semen sebagai pengikat anggregat kasar dan halus masih sangat dominan dalam material beton walaupun GGBFS memiliki sifat-sifat dalam komposisi semen dengan kadar yang berbeda. Kuat geser dan kuat tekan terendah diperoleh dicapai oleh specimen GGBFS 70% kemudian diikuti oleh GGBF 60%, sehingga didapat adalah korelasi yang kuat antara kuat tekan beton terhadap kuat geser beton yang mngandung bahan substitusi GGBFS sebagi bahan pengganti semen.
EVALUASI KEUTUHAN DAN DAYA DUKUNG FONDASI BORED PILE DENGAN CROSSHOLE SONIC LOGGING (CSL), PILE INTEGRITY TEST (PIT) DAN PILE DRIVING ANALYZER (PDA) PADA PROYEK FLY OVER KOPO BANDUNG Afriade Siregar, Chandra; Citra Adinda, Shilvia
Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi Vol. 5 No. 1 (2025): Prosiding TAU SNARS-TEK Seminar Nasional Rekayasa dan Teknologi 2024
Publisher : Fakultas Teknik dan Teknologi - TANRI ABENG UNIVERSITY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47970/snarstek.v2i1.773

Abstract

Pondasi bor (bored pile) merupakan jenis pondasi dalam yang pembuatannya dengan cara cor di tempat (cast in-situ). Maka diperlukan struktur yang kuat yaitu dengan perhitungkan daya dukung dan kontrol mutu pekerjaan pengecoran pondasi bor berupa integritas beton menggunakan metode uji non-destructive yaitu uji Pile Integrity Test (PIT) dan Crosshole Sonic Logging (CSL). Tujuan dari penelitan ini adalah untuk melakukan perhitungan dan membandingkan daya dukung pondasi Bored Pile ∅1.2m pada P-10 BP-5 dengan menggunakan hasil data sekunder yaitu data Standart Penetration Test (SPT) dan Pile Driving Analyzer (PDA) di lapangan. Penelitian ini mengambil studi kasus pada Proyek Fly Over Kopo Kota Bandung.Dalam menganalisis daya dukung pondasi Bored Pile ini menggunakan metode Reese & Wright. Spesifikasi ukuran Bored Pile yang dianalisis yaitu ∅1.2m dengan panjang 24m. Berdasarkan data SPT diperoleh hasil daya dukung ujung tiang (Qp) = 49 ton, sedangkan hasil data PDA diperoleh Qp = 79 ton. Daya dukung selimut tiang berdasarkan data SPT diperoleh (Qs) = 1.101 ton, dengan data PDA didapat Qs = 1.338 ton. Daya dukung ultimit dengan data SPT diperoleh Qu = 1.151 ton, dengan data PDA didapat Qu = 1.418 ton. Efisiensi kelompok tiang berdasarkan Metode Converse-Labarre berdasarkan data SPT diperoleh Qg = 12.512 ton, dengan data PDA Qg = 15.427 ton.Hasil Pengujian PIT menunjukan integritas beton tiang masuk dalam kategori undamaged. Untuk hasil pengujian CSL menunjukan bahwa integritas beton tiang masuk dalam kategori Good (G). Dapat disimpulkan bahwa seluruh sampel pondasi bor yang dilakukan pengujian PIT dan CSL memiliki integritas beton yang baik.
Pengaruh Manajemen Mutu Iso 9001:2015 Terhadap Kinerja Pekerja Pada Perusahaan Konstruksi PT. Bukit Telawi di Ruas Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama Hadiansyah, Gusti Muhammad; Soekiman, Anton; Afriade Siregar, Chandra
Jurnal sosial dan sains Vol. 5 No. 4 (2025): Jurnal Sosial dan Sains
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsosains.v5i4.32152

Abstract

Dunia industri jasa konstruksi, aplikasi dalam sistem manajemen mutu memiliki peran yang sangat penting dalam menjamin bahwa hasil pekerjaan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. PT. Bukit Telawi, sebagai perusahaan konstruksi yang mengerjakan proyek Ruas Jalan Pangkalan Bun – Kotawaringin Lama, menghadapi sejumlah tantangan dalam menjaga mutu pekerjaan. Beberapa di antaranya mencakup keterbatasan keterampilan tenaga kerja, penguasaan teknologi konstruksi yang masih perlu ditingkatkan, serta pemahaman terhadap prinsip-prinsip manajemen mutu yang belum sepenuhnya maksimal. Penelitian ini akan mengkaji dan menganalisis secara lebih lanjut bagaimana pengaruh dari manajemen mutu ISO 9001:2015 terhadap pekerja di perusahaan konstruksi PT. BUKIT TELAWI di Ruas Jalan Pangkalan Bun - Kotawaringin Lama. Metode peniltian dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 55 responden yang merupakan pekerja pada proyek dengan cara sampel non probability dengan teknik purposive sampling. Pendekatan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, yang bertujuan untuk mengidentifikasi dan menguji pengaruh variabel independen—meliputi persyaratan dokumen, manajemen, sumber daya, pelaksanaan, dan perbaikan—terhadap variabel dependen, yaitu kinerja tenaga kerja. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa penerapan ISO 9001:2015 memiliki dampak yang positif dan signifikan terhadap peningkatan kinerja tenaga kerja. Dari lima variabel yang diuji, variabel persyaratan manajemen dan persyaratan pelaksanaan memberikan kontribusi paling besar dalam meningkatkan kinerja pekerja. Analisis regresi linier berganda menghasilkan aplikasi ISO 9001:2015 secara keseluruhan berkontribusi secara signifikan terhadap peningkatan produktivitas dan kualitas hasil kerja pada proyek konstruksi tersebut.
ANALISIS KONDISI TANAH DAN PERBAIKAN KELONGSORAN DI TPA BANJARANYAR SULASTRI, AAS; Afriade Siregar, Chandra; Sulaeman, Agus
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5492

Abstract

Tanah ekspansif dapat menyebabkan struktur bangunan terangkat atau retak, oleh karena itu perlu adanya analisis tanah melalui pengujian fisis dan mekanis tanah, sehingga dapat mengetahui sifat pengembangan tanah di TPA Banjaranyar. Selain itu, analisis lanjutan menggunakan sofware plaxis 2D untuk mengetahui deformasi, phase displacement dan safety factor yang terjadi pada as built drawing. Metode penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di laboratorium tanah dengan mengambil sampel tanah dan menganalisis menggunakan software metode elemen hingga (plaxis 2D). Hasil dari pengujian tanah menunjukan bahwa tanah tersebut termasuk dalam kategori sifat pengembangannya sedang. Untuk hasil analisis menggunakan sofware plaxis 2D pada as built drawing menunjukan kolam lindi tanpa pondasi mengalami deformasi sebesar 0,173 m jika diberi beban gempa sebesar 0,270 m, pada phase displacement sebesar 0,03521 m jika diberi beban gempa 1,093 m, safety factor sebesar 1,33 jika diberi beban gempa sebesar 1,03. Kolam lindi menggunakan pondasi footplate mengalami deformasi sebesar 0,146 m jika diberi beban gempa 0,172 m, pada phase displacement sebesar 0,03149 m jika diberi beban gempa sebesar 1,053 m, safety factor sebesar 1,43 jika diberi beban gempa sebesar 1,14. Sedangkan kolam lindi menggunakan pondasi footplate dan perkuatan lereng menggunakan borepile mengalami deformasi sebesar 0,017 m jika diberi beban gempa 0,0248, phase displacement sebesar 0,01990 m jika diberi beban gempa sebesar 0,04595 m, safety factor sebesar 1,63 jika diberi beban gempa sebesar 1,55 yang dimana safety factor tersebut sesuai dengan SNI 8460:2017
KAJIAN PENGARUH PEMBUATAN TERMINAL BARU TERHADAP KINERJA LALU LINTAS STUDI KASUS : JALAN H. MAWI KABUPATEN BOGOR Subagja, Cucu; Afriade Siregar, Chandra
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5907

Abstract

Dalam Penelitian ini menganalisis kinerja lalu lintas Jalan Haji Mawi di Kecamatan Parung pasca-operasional Terminal Penumpang Tipe B. Terminal ini berperan sebagai simpul transportasi antar kabupaten dan antarkota yang memengaruhi distribusi arus kendaraan, terutama angkutan umum, serta mendorong peralihan moda dari kendaraan pribadi. Analisis menggunakan indikator kapasitas, faktor koreksi kapasitas (lebar lajur, presentase arus, hambatan samping, ukuran kota), model Greenshield, dan derajat jenuh (DJ) untuk lima segmen jalan. Hasil menunjukkan bahwa operasional terminal meningkatkan DJ secara signifikan sejak 2025, dengan Segmen 2–5 berpotensi melebihi kapasitas pada 2045, sementara Segmen 4 menjadi titik paling kritis. Hubungan kecepatan–kerapatan dan arus–kerapatan sesuai prinsip Greenshield menunjukkan pola linier negatif dan parabola, menandakan karakteristik lalu lintas yang stabil meski beberapa segmen mendekati kondisi jenuh. Temuan ini menekankan perlunya intervensi pengelolaan lalu lintas, seperti penataan akses keluar–masuk, penertiban parkir, penyediaan staging area, dan optimasi simpang, untuk menjaga kelancaran, efisiensi, dan keselamatan sistem transportasi. Hasil penelitian memberikan dasar perencanaan dan strategi pengelolaan koridor jalan yang lebih efektif di kawasan perkotaan. Studi ini diharapkan menjadi masukan bagi Pemerintah Kabupaten Bogor dalam merencanakan terminal tipe B secara terintegrasi dan berkelanjutan pengaruhnya terhadap Jalan Haji Mawi di Kecamatan Parung .
ANALISA POTENSI LIKUIFAKSI PADA GEMPA MAGNITUDO 6, 7.5, 8, DAN 8.7 DENGAN PARAMETER DATA PENGUJIAN STANDARD PENETRATION TEST (SPT) STUDI KASUS : KOTA PALU, PROVINSI SULAWESI TENGAH Ade Sofiyan, Ivan; Afriade Siregar, Chandra; Kusdian, Didin
Jurnal Media Teknologi Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Media Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik UNIGAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jmt.v12i2.5909

Abstract

Kota Palu, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi dan memiliki kerentanan terhadap fenomena likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi akibat gempa bumi dengan variasi magnitudo 6, 7,5, 8, dan 8,7 menggunakan parameter hasil pengujian Standard Penetration Test (SPT). Metode analisis mengacu pada pendekatan faktor keamanan terhadap likuifaksi (Safety Factor of Liquefaction) berdasarkan korelasi nilai N-SPT, kedalaman tanah, serta kondisi air tanah. Data SPT yang digunakan merupakan data sekunder dari beberapa titik uji di wilayah Kota Palu. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan magnitudo gempa secara signifikan menurunkan faktor keamanan terhadap likuifaksi. Pada magnitudo 6, sebagian besar lokasi menunjukkan potensi rendah, namun pada magnitudo 7,5 ke atas, terjadi penurunan nilai faktor keamanan yang mengindikasikan potensi likuifaksi sedang hingga tinggi di beberapa lokasi. Studi ini memberikan informasi penting sebagai dasar mitigasi risiko dan perencanaan infrastruktur di daerah rawan gempa. Kota Palu, yang terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, merupakan wilayah dengan aktivitas seismik yang tinggi dan memiliki kerentanan terhadap fenomena likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi likuifaksi akibat gempa bumi dengan variasi magnitudo 6, 7,5, 8, dan 8,7 menggunakan parameter hasil pengujian Standard Penetration Test (SPT). Metode analisis mengacu pada pendekatan faktor keamanan terhadap likuifaksi (Safety Factor of Liquefaction) berdasarkan korelasi nilai N-SPT, kedalaman tanah, serta kondisi air tanah. Data SPT yang digunakan merupakan data sekunder dari beberapa titik uji di wilayah Kota Palu. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan magnitudo gempa secara signifikan menurunkan faktor keamanan terhadap likuifaksi. Pada magnitudo 6, sebagian besar lokasi menunjukkan potensi rendah, namun pada magnitudo 7,5 ke atas, terjadi penurunan nilai faktor keamanan yang mengindikasikan potensi likuifaksi sedang hingga tinggi di beberapa lokasi. Studi ini memberikan informasi penting sebagai dasar mitigasi risiko dan perencanaan infrastruktur di daerah rawan gempa.