Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Terapi Dzikir untuk Menurukan Ansietas terhadap Pasien Pre Operative Muammar, Muammar; Sudarman, Sudarman; Agustini, Tutik; Tjahjaningrum, Sajekti
Wal'afiat Hospital Journal Vol 5 No 2 (2024): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v5i2.142

Abstract

Kecemasan Pre operative merupakan masalah kesehatan mental yang hampir seluruh pasien yang hendak melakukan operasi mengalaminya. Kecemasan pada saat Pre Operative mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil pembedahan. Beberapa penelitian terbaru telah menyelidiki terdapat hubungan antara kecemasan pra operasi dan morbiditas/kematian. Terapi Dzikir merupakan terapi psikologi non farmakologi yang terbukti efektif untuk mengurangi kecemasan dan telah sering digunakan. Jenis pnelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses manajemen asuhan keperawatan dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan terapi dzikir dan ansietas. Teknik pengambilan responden yang digunakan adalah purposive sampling dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner APAIS untuk mengukur kecemasan Pre-Implementasi dan Post-Implementasi dengan penerapan terapi berupa Dzikir dengan durasi pemberian 10 menit. Pada kasus ini masalah keperawatan yang timbul adalah Ansietas dengan intervensi Teknik menenangkan/Dzikir dimana hasil setelah pemberian terapi kecemasan pasien menurun. Terapi ini sangat berhubugan erat dengan keyakinan pasien maka dari itu peneliti menyarankan inovasi mengenai penguatan mental dan keyakinan pasien sangat diperlukan sebelum pemberian terapi. Berdasarkan hasil penerapan dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi terapi Dzikir.
Penerapan Terapi Dzikir untuk Menurukan Ansietas terhadap Pasien Pre Operative Muammar, Muammar; Sudarman, Sudarman; Agustini, Tutik; Tjahjaningrum, Sajekti
Wal'afiat Hospital Journal Vol 5 No 2 (2024): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/whj.v5i2.142

Abstract

Kecemasan Pre operative merupakan masalah kesehatan mental yang hampir seluruh pasien yang hendak melakukan operasi mengalaminya. Kecemasan pada saat Pre Operative mempunyai pengaruh yang besar terhadap hasil pembedahan. Beberapa penelitian terbaru telah menyelidiki terdapat hubungan antara kecemasan pra operasi dan morbiditas/kematian. Terapi Dzikir merupakan terapi psikologi non farmakologi yang terbukti efektif untuk mengurangi kecemasan dan telah sering digunakan. Jenis pnelitian ini adalah studi kasus dengan pendekatan proses manajemen asuhan keperawatan dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan terapi dzikir dan ansietas. Teknik pengambilan responden yang digunakan adalah purposive sampling dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan pemeriksaan fisik. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner APAIS untuk mengukur kecemasan Pre-Implementasi dan Post-Implementasi dengan penerapan terapi berupa Dzikir dengan durasi pemberian 10 menit. Pada kasus ini masalah keperawatan yang timbul adalah Ansietas dengan intervensi Teknik menenangkan/Dzikir dimana hasil setelah pemberian terapi kecemasan pasien menurun. Terapi ini sangat berhubugan erat dengan keyakinan pasien maka dari itu peneliti menyarankan inovasi mengenai penguatan mental dan keyakinan pasien sangat diperlukan sebelum pemberian terapi. Berdasarkan hasil penerapan dapat disimpulkan terdapat perbedaan hasil tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukannya intervensi terapi Dzikir.
Penerapan Manajemen Nyeri pada Pasien Perioperative dengan Hidronefrosis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar Baso, Mohamad Fauzan; Asfar, Akbar; Alam, Rizky Iftitah; Tjahjaningrum, Sajekti
Wal'afiat Hospital Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/7ps68p64

Abstract

Hydronephrosis is a dilation of the renal pelvicalyceal system caused by urinary outflow obstruction, which may increase intrarenal pressure and trigger pain. This case report describes non-pharmacological pain management in a Perioperative hydronephrosis patient using deep breathing relaxation in the pre-operative phase and benson relaxation in the post-operative phase. The report followed the nursing process (assessment–diagnosis–intervention–implementation–evaluation). The primary Outcome was pain intensity using a 0–10 Numeric Rating Scale (NRS), complemented by physiological indicators (blood pressure, pulse, respiratory rate, temperature, oxygen saturation) and behavioral responses. In the pre-operative phase, pain decreased from NRS 4 to NRS 2 after deep breathing relaxation, along with improved vital signs. In the post-operative phase, pain decreased from baseline NRS 5 to NRS 3 after a 15-minute benson relaxation session and further to NRS 2 at the next follow-up (≈30 minutes), with a trend toward stabilized vital signs. Given the Perioperative setting, analgesics/anesthesia and the surgical procedure may confound pain Outcomes; therefore, findings are reported descriptively without attributing the changes solely to relaxation techniques. This case suggests that standardized relaxation techniques can be integrated into Perioperative nursing care to support comfort in hydronephrosis patients.
Penerapan Manajemen Nyeri pada Pasien Perioperative dengan Hidronefrosis di RSUD Labuang Baji Kota Makassar Baso, Mohamad Fauzan; Asfar, Akbar; Alam, Rizky Iftitah; Tjahjaningrum, Sajekti
Wal'afiat Hospital Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Wal'afiat Hospital Journal
Publisher : Rumah Sakit Ibnu Sina, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/7ps68p64

Abstract

Hydronephrosis is a dilation of the renal pelvicalyceal system caused by urinary outflow obstruction, which may increase intrarenal pressure and trigger pain. This case report describes non-pharmacological pain management in a Perioperative hydronephrosis patient using deep breathing relaxation in the pre-operative phase and benson relaxation in the post-operative phase. The report followed the nursing process (assessment–diagnosis–intervention–implementation–evaluation). The primary Outcome was pain intensity using a 0–10 Numeric Rating Scale (NRS), complemented by physiological indicators (blood pressure, pulse, respiratory rate, temperature, oxygen saturation) and behavioral responses. In the pre-operative phase, pain decreased from NRS 4 to NRS 2 after deep breathing relaxation, along with improved vital signs. In the post-operative phase, pain decreased from baseline NRS 5 to NRS 3 after a 15-minute benson relaxation session and further to NRS 2 at the next follow-up (≈30 minutes), with a trend toward stabilized vital signs. Given the Perioperative setting, analgesics/anesthesia and the surgical procedure may confound pain Outcomes; therefore, findings are reported descriptively without attributing the changes solely to relaxation techniques. This case suggests that standardized relaxation techniques can be integrated into Perioperative nursing care to support comfort in hydronephrosis patients.