Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pengembangan Karir Dosen melalui Unit Pengelola Karier Dosen pada Perguruan Tinggi Swasta Pranggono, Taufan Setyo
The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA) Vol 10, No 2 (2024): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC ADMINISTRATION (IJPA) JULI-DESEMBER 2024
Publisher : Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Science, Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/ijpa.v10i2.7878

Abstract

Dalam rangka mengkaji efektivitas unit kepegawaian di Perguruan Tinggi Swasta (PTS), salah satu perannya adalah unit pengelola karier dosen yang memiliki peran vital dalam mengelola rekrutmen dosen, pelaporan kinerja dan mekanisme peningkatan karier dosen, mulai dari pengajuan mata kuliah, akuntabilitas kegiatan tridharma, hingga mekanisme pelaporan kinerja dosen yang dapat disimpan secara digital melalui aplikasi SISTER Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta hal-hal administratif lainnya yang memudahkan dosen dalam pelaporan kinerja tridharma dosen. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, studi dokumen.
PENDIDIKAN POLITIK: MENINGKATKAN PARTISIPASI POLITIK GEN Z Zain, Herlina Muzanah; Hakim, Muhammad Lukman; Pranggono, Taufan Setyo; Syahrul, Melinda Putricia; Takbir, Fadhil Maulana
PANDAWA : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2025): PANDAWA: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : UNIVERSITAS 17 AGUSTUS 1945 JAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/pandawa.v4i1.8674

Abstract

Generasi Z adalah kelompok pemilih penting dalam pemilu Indonesia, dengan jumlah mencapai 22,85% dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Mereka cenderung kritis, rasional, dan paham tentang teknologi, sehingga menjadi bagian strategis dalam menjaga demokrasi. Namun, karena pemahaman tentang politik masih rendah dan rentan terhadap berita palsu, diperlukan pendidikan politik yang lebih baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan oleh Program Studi Ilmu Pemerintahan bersama SMA Negeri 18 Jakarta, dengan tujuan meningkatkan pemahaman politik di kalangan siswa. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, diskusi kelompok, serta simulasi pemilu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami hak-hak politik, tahapan pemilu, serta berpartisipasi aktif dalam simulasi dengan disiplin dan sesuai prosedur. Simulasi ini tidak hanya memberi pengetahuan, tetapi juga melatih keterampilan praktis dalam berdemokrasi, seperti menjaga kerahasiaan suara, menolak praktik politik berbasis transaksi, serta menilai informasi politik secara kritis. Dengan demikian, pendidikan politik yang berbasis simulasi terbukti efektif dalam melatih pemilih muda yang rasional, aktif, dan bertanggung jawab.
Peran Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi Swasta Pranggono, Taufan Setyo
The Indonesian Journal of Public Administration (IJPA) Vol 11, No 2 (2025): THE INDONESIAN JOURNAL OF PUBLIC ADMINISTRATION (IJPA) JULI-DESEMBER 2025
Publisher : Department of Public Administration, Faculty of Social and Political Science, Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/ijpa.v11i2.8820

Abstract

Kebijakan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi merupakan upaya strategis dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bermartabat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan LLDIKTI Wilayah III tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi dalam rangka menciptakan lingkungan akademik yang aman dan inklusif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, studi dokumen. Implementasi kebijakan anti kekerasan sudah berjalan, namun masih dominan dalam bentuk sosialisasi formal dan pembentukan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi. Belum semua Perguruan Tinggi melakukan internalisasi nilai anti kekerasan ke dalam kurikulum atau kegiatan kemahasiswaan.Kata Kunci: Anti Kekerasan;Kebijakan;Kesehatan Holistik.